Pelaku Usaha Dunia Yakin Gas Tetap Jadi Pilar Utama Transisi Energi Global

IPA Convex 2026 Tegaskan Era “Easy Energy” Berakhir, Indonesia Dinilai Memiliki Peluang Strategis Menjadi Episentrum Energi Masa Depan Asia

Rabu | 20 Mei 2026 | Pukul | 18:50 | WIB


Mediapatriot.co.id | Tanggerang | Berita Terkini — Ketidakpastian geopolitik global, konflik kawasan, tekanan ekonomi dunia, hingga perubahan arah kebijakan energi sejumlah negara besar tidak serta-merta menghentikan agenda transisi energi dunia.

Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, para pelaku industri energi internasional justru meyakini bahwa gas alam akan tetap menjadi tulang punggung utama dalam menjaga stabilitas energi sekaligus menopang transisi menuju energi rendah karbon.

Optimisme tersebut mengemuka dalam forum bergengsi Global Executive Talk bertema “The End of Easy Energy: The New Reality of Oil and Gas” pada ajang IPA Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 di Tangerang, Rabu (20/5/2026).

Forum strategis yang mempertemukan para pemimpin industri energi dunia itu menyoroti perubahan besar lanskap energi global.

Era energi murah dan mudah diperoleh dinilai telah berakhir, berganti dengan era baru yang menuntut efisiensi, inovasi teknologi, ketahanan pasokan, serta strategi dekarbonisasi yang realistis dan berkelanjutan.

Di tengah tekanan tersebut, gas alam dipandang sebagai solusi paling rasional untuk menjembatani kebutuhan energi dunia dengan target penurunan emisi karbon.

Laporan kuartal terbaru International Energy Agency (IEA)

bahkan memproyeksikan pasar gas alam global akan tetap berada dalam kondisi ketat hingga dua tahun ke depan.

Permintaan diperkirakan terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi global dan mulai beroperasinya sejumlah proyek energi baru di berbagai kawasan dunia.

CEO Mubadala Energy, Mansoor Mohamed Al Hamed, menegaskan bahwa arah fundamental transisi energi dunia sejatinya tidak berubah.

Menurutnya, dunia tetap membutuhkan energi yang lebih bersih namun tetap andal dan terjangkau, dan gas alam menjadi bagian penting dari solusi tersebut.

“Dunia harus menurunkan emisi, memperluas energi terbarukan, dan melakukan dekarbonisasi.

Namun gas yang melimpah, andal, serta memiliki emisi lebih rendah dibanding energi fosil lainnya tetap akan menjadi bagian penting dari bauran energi global,” ujar Mansoor di hadapan para delegasi internasional.

Ia menilai, dalam situasi dunia yang penuh volatilitas dan ketidakpastian geopolitik, gas tidak hanya berfungsi sebagai transition fuel, tetapi juga sebagai instrumen ketahanan energi global.

Mansoor juga menegaskan komitmen Mubadala Energy dalam mempercepat pengembangan proyek gas di wilayah Laut Andaman, Indonesia.

Menurutnya, Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis dalam peta energi Asia masa depan.

“Indonesia memiliki peluang luar biasa.

Permintaan energi terus meningkat, posisi geografis sangat strategis, serta memiliki potensi sumber daya laut dalam yang sangat besar,” katanya.

Pernyataan tersebut mempertegas bahwa Indonesia masih menjadi salah satu destinasi investasi energi paling menjanjikan di kawasan Asia Tenggara, terutama di sektor gas alam dan eksplorasi laut dalam.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menyampaikan bahwa meskipun era easy energy telah berakhir, Indonesia justru berada pada momentum penting untuk mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok energi global.

Menurutnya, Indonesia masih memiliki potensi energi yang sangat besar, khususnya pada sumber daya migas nonkonvensional yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

“Indonesia baru saja menemukan sekitar 11 miliar barel oil in place untuk sumber daya nonkonvensional.

Tantangan kita saat ini adalah bagaimana mendorong dukungan fiskal pemerintah agar potensi besar ini dapat dimonetisasi secara maksimal,” jelas Oki.

Ia menilai dukungan regulasi dan insentif fiskal menjadi faktor penting untuk menarik investasi jangka panjang di sektor hulu migas nasional, terutama di tengah persaingan global memperebutkan modal investasi energi.

Di sisi lain, Direktur dan CEO Medco Energi, Roberto Lorato, menegaskan bahwa gas memiliki peran vital dalam mendukung keberhasilan transisi energi di Asia, termasuk Indonesia.

Menurut Roberto, gas alam mampu menggantikan batu bara yang memiliki emisi lebih tinggi sekaligus menjaga kestabilan pasokan energi terbarukan yang bersifat intermiten seperti tenaga surya dan angin.

“Transisi energi di kawasan Asia akan dibangun melalui kombinasi gas dan energi terbarukan, bukan melalui pendekatan ekstrem yang meninggalkan salah satunya,” tegas Roberto.

Ia menilai kebutuhan listrik di Asia yang masih terus tumbuh pesat membuat kawasan ini tetap membutuhkan investasi besar di sektor hulu migas untuk menjaga keamanan energi jangka panjang.

Karena itu, Medco Energi memastikan akan terus mengalokasikan investasi pada sektor migas sekaligus memperluas pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) secara bertahap.

“Keduanya bukan sesuatu yang saling bertentangan. Migas dan energi terbarukan sama-sama dibutuhkan untuk membangun masa depan energi yang berkelanjutan,” tambahnya.

Forum IPA Convex 2026 sendiri menjadi penegasan penting bahwa transisi energi global tidak akan berjalan secara hitam-putih.

Dunia membutuhkan pendekatan yang pragmatis, realistis, dan berimbang antara target dekarbonisasi dengan kebutuhan energi yang terus meningkat.

Dalam konteks tersebut, Indonesia dinilai memiliki peluang strategis untuk tampil sebagai pemain utama energi kawasan, terutama melalui optimalisasi sumber daya gas, pengembangan teknologi migas modern, serta percepatan investasi energi rendah karbon.

Dengan potensi sumber daya alam yang besar dan posisi geopolitik yang strategis, Indonesia kini berada di persimpangan penting untuk menentukan arah masa depan energinya — apakah sekadar menjadi pasar energi dunia, atau naik kelas menjadi pusat kekuatan energi baru Asia.

(RML | Redaksi | Mediapatriot.co.id)

(Sumber: mediapatriot.co.id)

BACA JUGA: Kerjasama Media di EKATALOG INAPROC LKPP untuk DISKOMINFO dan SKPD Lainnya


Informasi Iklan / Advertorial Klik
mediapatriot.co.id@gmail.com
atau Hubungi WhatsApp kami
08999208174


IKUTI CHANNEL MEDIAPATRIOT.CO.ID DI PONSELMU
Ikuti saluran Channel MediaPatriot.CO.ID di WhatsApp

Wartawan di lapangan dibekali Kode Sandi untuk membuka DAFTAR WARTAWAN >>>


Tentang Kami

Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang. Kami hadir untuk memberikan akses berita cepat dan akurat.

Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik dan menjunjung tinggi Kode Etik Dewan Pers. Dengan jaringan kontributor di berbagai daerah, kami menghadirkan berita lokal dengan cakupan nasional.

Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.

Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak.


>

Informasi Iklan / Advertorial Klik redaksi@mediapatriot.co.id