Jum’at | 22 Mei 2026 | Pukul | 19:00 | WIB.
Mediapatriot.co.id | Tanjung Pura | Langkat | Sumatera Utara | Berita Terkini — Institut Jam’iyah Mahmudiyah (IJM) Langkat kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya akademik yang unggul dan berdaya saing melalui penyelenggaraan Pelatihan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Dosen yang digelar oleh STAI-JM Press, Jumat (22/5/2026), di Aula Syekh M. Ziadah IJM Langkat.
Mengusung tema “Optimalisasi Hak Kekayaan Intelektual untuk Meningkatkan Produktivitas dan Reputasi Akademik Dosen,” kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Rektor IJM Langkat, Dr. Muhammad Saleh, M.A., yang dalam sambutannya menegaskan bahwa perlindungan karya intelektual dosen merupakan bagian penting dari transformasi perguruan tinggi menuju institusi akademik yang maju, adaptif, dan kompetitif di era modern.
Dalam arahannya, Rektor menilai bahwa masih banyak karya ilmiah, buku, modul pembelajaran, hingga inovasi akademik dosen yang belum mendapatkan perlindungan hukum melalui Hak Kekayaan Intelektual.
Padahal, menurutnya, legalitas karya akademik memiliki nilai strategis dalam memperkuat mutu pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan reputasi institusi di tingkat regional maupun nasional.
“Karya intelektual dosen tidak boleh berhenti hanya sebagai dokumen akademik semata. Karya tersebut harus dilindungi, didaftarkan, dan dikembangkan agar memiliki legitimasi hukum, nilai akademik, serta manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tegas Dr. Muhammad Saleh di hadapan peserta pelatihan.
Ia juga menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan akademik dalam menciptakan ekosistem ilmiah yang produktif.
Oleh sebab itu, kampus akan terus menghadirkan program pendampingan, pelatihan, hingga fasilitasi pendaftaran HKI bagi dosen sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan kualitas sumber daya akademik.
Kegiatan pelatihan menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. H. Muamar Al Qadri, M.Pd dan Satria Wiguna, M.Pd, yang memaparkan berbagai materi strategis terkait pentingnya HKI dalam dunia pendidikan tinggi.
Materi yang disampaikan meliputi pemahaman dasar tentang Hak Kekayaan Intelektual, prosedur dan tahapan pendaftaran HKI, syarat administrasi pengajuan karya, hingga strategi meningkatkan produktivitas akademik melalui perlindungan hukum terhadap karya ilmiah dosen.
Para peserta juga diberikan pemahaman teknis mengenai tata cara pengajuan HKI untuk buku ajar, modul pembelajaran, karya tulis ilmiah, hingga produk inovasi akademik lainnya yang dihasilkan oleh civitas akademika.
Pelatihan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta yang terdiri dari dosen tetap, unsur pimpinan kampus, serta mahasiswa IJM Langkat.
Diskusi aktif terlihat sepanjang kegiatan, terutama saat membahas tantangan dan peluang pengembangan HKI di lingkungan perguruan tinggi berbasis keislaman.
Sebagai bentuk apresiasi sekaligus dukungan konkret terhadap pengembangan karya akademik dosen, pihak kampus melalui STAI-JM Press juga memberikan fasilitas penerbitan HKI secara gratis kepada 10 dosen terbaik yang mengikuti kegiatan tersebut.
Program ini diharapkan mampu menjadi stimulus bagi para dosen untuk lebih aktif menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, inovatif, dan memiliki perlindungan hukum yang jelas.
Tidak hanya itu, langkah tersebut juga dipandang sebagai bagian dari strategi institusi dalam meningkatkan capaian akademik kampus, memperkuat akreditasi, serta membangun reputasi perguruan tinggi yang unggul di tengah kompetisi dunia pendidikan tinggi yang semakin dinamis.
Pelatihan HKI ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa IJM Langkat terus bergerak menuju kampus yang progresif dan visioner, dengan menempatkan penguatan literasi akademik, inovasi, dan perlindungan kekayaan intelektual sebagai fondasi utama pengembangan institusi.
Melalui kegiatan ini, IJM Langkat tidak hanya mendorong lahirnya karya-karya ilmiah yang berkualitas, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa intelektualitas akademik harus diiringi dengan perlindungan hukum yang kuat agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan, masyarakat, dan bangsa.
(Kabiro Langkat | Mediapatriot.co.id)
