Kota Bekasi, MPN
Pendidikan seks dini bukan lagi hal yang tabu untuk dibicarakan. Di tengah perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang semakin pesat, anak-anak kini dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi melalui internet dan media sosial.
Karena itu, peran orang tua dan sekolah dalam memberikan edukasi seksual yang benar menjadi sangat penting agar anak tidak mendapatkan pemahaman yang keliru. Banyak pihak menilai pendidikan seks sejak dini justru dapat menjadi langkah pencegahan terhadap kekerasan dan pelecehan seksual pada anak.
Hal ini mengemuka dalam kegiatan PATBM Ciketingudik Go to School yang menyasar murid SDN Ciketingudik I, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, belum lama ini. Nampak hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini, antara lain Kepala UPTD Puskesmas Ciketingudik Hj Nurjannah, pihak Kantor Kelurahan Ciketingudik, dan Penyuluh Agama KUA Kecamatan Bantargebang.
Dalam kesempatan itu, Kepala UPTD Puskesmas Ciketingudik Hj Nurjannah menegaskan, pendidikan seks sejak dini merupakan hal penting yamg diketahui kalangan pelajar. “Pendidilan seks berbeda dengan obrolah seks, karema itu pendidikan seks itu bukan hal yang tabu, bahkan para siswa sebaiknya mendapatakan pendidikan seks sejak dini,” ulasnya.
“Dengan mendapatkan pendidikan seks, para pelajar terutama pelajar putri akan mengetahui organ-organ tubuhnya yang harus dijaga untuk menghindari pelecehan. Para pelajar juga akan mengetahui batasan-batasan saat bergaul dengan kawan-kawannya terutama yang berlainan jenis,” papar Nurjannah.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Pelaksana PATBM Ciketingudik Go to School, Salim Samsudin menyatakan pendidikan seks usia dini sebagai bentuk perlindungan terhadap anak di lingkungan pendidikan maupun di luar sekolah. “Inilah yang menjadi sasaran PATBM Go to School di Cikeingudik, untuk melindungi generasi penerus bangsa dari aksi pelecehan seks dan kenakalan remaja yang bisa merusak cita-cita anak-anak kita,” ujarnya didampingi Ustadz Saepudin selaku pengurus Bidang KKM pada LPM Ciketingudik.
Di era digital saat ini, ujar Salim, anak-anak rentan terpapar konten negatif apabila tidak dibekali pengetahuan yang tepat. “Pendidikan seks bukan berarti mengajarkan hal yang tidak pantas, melainkan memberikan pemahaman tentang kesehatan reproduksi, menjaga privasi tubuh, serta pentingnya menghormati diri sendiri dan orang lain,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SDN Ciketingudik I, Lilis Sutamintarja memberikan respon positifnya terkait program PATBM Ciketingudik Go to School ini. “Dengan edukasi yang tepat sejak dini, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih sadar akan kesehatan, pergaulan, dan mampu mengambil keputusan yang bijak di tengah derasnya arus informasi digital,” pungkasnya. (Mul)
