Atasi Darurat Sampah di Kota Bekasi, Gabungan Komunitas Pegiat Lingkungan GBos Gelar Sosialisasi Pemilahan Sampah

Kota Bekasi, MPN

Mengawali ekistensinya dalam rangka berkontribusi mengatasi masalah darurat sampah, gabungan komunitas pegiat lingkungan Gerakan Bersama Olah Sampah (GBos) belum lama ini mengadakan sosialisasi pemilahan sampah di Sekretariat RT 005 RW 01 Kelurahan Jatimurni, Kecamatan Jatisampurna. Selain warga setempat, kegiatan bersifat edukasi ini diikuti para pengelola Bank Sampah Unit (BSU) Warga RW 01 Jatimurni.

Terlihat hadir Ketua Yayasan Lapak Perubahan Nusantara yang juga Direktur Bank Sampah Sumber Jaya Kranggan, Sadan Sopian, SE, MAB, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, dan perwakilan PT TOSS. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan dalam rangka mengkampanyekan budaya pemilahan sampah yang dimulai dari rumah warga.

Melalui sosialisasi ini, Sadan Sopian, SE, MAB menjelaskan pemilahan sampah adalah proses memisahkan sampah dari sumbernya (seperti rumah tangga) ke dalam wadah berbeda berdasarkan jenisnya. “Langkah ini krusial untuk mencegah penumpukan bakteri, mempermudah daur ulang, dan mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir atau TPA,” ulasnya.

Sadan menyebut Gerakan Bersama Olah Sampah adalah kampanye kolaboratif untuk mengurangi volume dan mengelola sampah langsung dari sumbernya, terutama skala rumah tangga. “Gerakan ini berfokus pada pemilahan sampah, pemanfaatan sampah organik menjadi kompos, serta daur ulang sampah anorganik melalui Bank Sampah,” imbuhnya.

Lebih lanjut Sadan mengungkapkan sasaran berdirinya GBos adalah untuk mendorong partisipasi masyarakat untuk aktif mengolah sampah, khususnya sampah organik, secara mandiri dan berkelanjutan. “Kami ingin masyarakat memiliki kesadaran tinggi untuk mengubah sampah menjadi sumber manfaat, baik dalam bentuk produk olahan, kompos, maupun nilai ekonomi bagi masyarakat,” ungkapnya.

“Pemilahan sampah dinilai menjadi langkah sederhana namun memiliki manfaat besar dalam mengatasi persoalan sampah yang semakin darurat di berbagai daerah. Dengan memisahkan sampah organik dan anorganik, proses pengelolaan sampah menjadi lebih mudah dan efektif,” jelasnya.

“Sampah organik seperti sisa makanan dan daun kering dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat untuk tanaman. Sementara itu, sampah anorganik seperti plastik, kaca, dan kertas dapat didaur ulang sehingga memiliki nilai ekonomi,” lanjut Sadan.

Selain mengurangi penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir, kata Sadan, pemilahan sampah juga membantu menekan pencemaran lingkungan. “Sampah yang dipilah dengan baik dapat mengurangi risiko pencemaran tanah, air, dan udara akibat pembakaran maupun penumpukan sampah secara sembarangan,” ujarnya.

Tidak hanya berdampak bagi lingkungan, kebiasaan memilah sampah juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. “Banyak warga mulai memanfaatkan bank sampah untuk menabung dari hasil penjualan sampah daur ulang. Langkah ini sekaligus membuka peluang usaha baru di bidang pengelolaan limbah. Ini menjadi tanda positif yang menjadi upaya bersama untuk mengatasi darurat sampah yang mengkhawatirkan di Kota Bekasi,” pungkasnya. (Mul)

( Sumber: mediapatriot.co.id )


Wartawan di lapangan dibekali Kode Sandi untuk membuka DAFTAR WARTAWAN Dibawah ini: DAFTAR WARTAWAN >>>

Tentang Kami

Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang.

Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik sesuai Kode Etik Dewan Pers.

Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.

Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan kunjungi halaman Kontak .

📲 Simak Berita Terpercaya Langsung di Ponselmu!

Ikuti MediaPatriot.CO.ID lewat WhatsApp Channel resmi kami:
Klik di sini untuk bergabung