Jember | mediapatriot.co.id – Operasi pencarian terhadap dua korban yang terseret arus di kawasan Pantai Seruni Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, memasuki hari kedua pada Minggu (31/5/2026). Tim SAR Gabungan terus mengintensifkan upaya pencarian melalui penyisiran laut maupun pesisir pantai di sekitar lokasi kejadian.
Kegiatan pencarian diawali dengan briefing pada pukul 07.00 WIB yang dipimpin oleh koordinator lapangan. Selanjutnya, Tim SAR Gabungan dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) guna memperluas area pencarian.
SRU 1 dan SRU 2 melakukan pencarian visual di atas permukaan laut dengan cakupan area masing-masing seluas 2,29 nautical mile dan 2,28 nautical mile. Sementara itu, SRU 3 melaksanakan penyisiran visual di sepanjang pesisir Pantai Payangan sejauh 2,85 kilometer.
Hingga pelaksanaan debriefing pada pukul 17.00 WIB, kedua korban masih belum ditemukan. Operasi SAR direncanakan akan dilanjutkan kembali pada Senin (1/6/2026) mulai pukul 07.00 WIB dengan tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi kejadian.
Dua korban yang masih dalam pencarian diketahui bernama Barokatul Hidayat (27) dan Rifki (22), keduanya merupakan warga Dusun Karang Kebon, Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Jember, BPBD Kabupaten Jember, Polsek Ambulu, Koramil Ambulu, Polairud Polres Jember, Pos TNI AL Puger, SAR Rimba Laut Payangan, Destana Panti, Baret Rescue, Siluman Rescue, Senkom Jember, serta masyarakat setempat.
Dalam pelaksanaan operasi, tim SAR didukung sejumlah peralatan utama, seperti Rescue Truck, perahu karet beserta motor tempel, peralatan water rescue, peralatan medis, alat komunikasi, serta jukung milik SAR Rimba Laut Payangan.
Namun demikian, proses pencarian masih menghadapi kendala berupa tinggi gelombang laut yang berkisar antara 1,5 hingga 2,5 meter, sehingga tim harus tetap mengedepankan faktor keselamatan selama operasi berlangsung.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, S.H., M.Si., mengatakan bahwa seluruh unsur SAR akan terus berupaya maksimal untuk menemukan kedua korban.
“Operasi pencarian hari kedua telah dilaksanakan dengan memperluas sektor pencarian baik di laut maupun di sepanjang pesisir pantai. Hingga sore hari hasil pencarian masih nihil. Besok operasi akan kembali dilanjutkan dengan evaluasi dan penyesuaian strategi berdasarkan kondisi cuaca dan arus laut. Kami berharap kedua korban dapat segera ditemukan, dan kami mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai yang memiliki karakteristik gelombang dan arus cukup kuat,” ujar I Made Oka Astawa.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi bersama seluruh unsur SAR Gabungan berkomitmen untuk terus melaksanakan pencarian secara optimal hingga kedua korban berhasil ditemukan.
( Tri )
