Senin | 1 Juni 2026 | Pukul | 13:50 | WIB.
Mediapatriot.co.id | Langkat | Binjai | Sumatera Utara | Berita Terkini – Peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap tanggal 1 Juni kembali menjadi momentum penting bagi seluruh elemen bangsa untuk merefleksikan perjalanan Indonesia sebagai negara yang berdiri di atas fondasi keberagaman.
Di tengah dinamika global, perkembangan teknologi digital, serta berbagai tantangan sosial yang terus berkembang, nilai-nilai Pancasila dinilai semakin relevan sebagai kompas moral dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Momentum bersejarah tersebut mendapat perhatian serius dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Langkat-Binjai.
Organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan yang lahir dari tradisi intelektual Islam Ahlussunnah wal Jamaah itu menegaskan komitmennya untuk terus mengawal nilai-nilai kebangsaan sekaligus memperkuat semangat persatuan di tengah masyarakat.
Ketua PC PMII Langkat-Binjai, Irga Maulana, menilai bahwa Hari Lahir Pancasila tidak boleh dimaknai sebatas seremoni tahunan yang berhenti pada pelaksanaan upacara dan kegiatan simbolis.
Menurutnya, Pancasila harus terus dihidupkan dalam praktik kehidupan sehari-hari sebagai landasan berpikir, bersikap, dan bertindak bagi seluruh anak bangsa.
“Pancasila bukan sekadar teks historis yang dibacakan dalam upacara kenegaraan. Pancasila adalah nilai hidup yang harus hadir dalam perilaku sosial, budaya, politik, maupun kehidupan bermasyarakat.
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, nilai-nilai Pancasila justru semakin dibutuhkan untuk memperkuat persatuan bangsa,” ujar Irga Maulana, Senin (1/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang jauh berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.
Arus informasi yang begitu cepat, perkembangan media sosial yang masif, hingga munculnya berbagai narasi yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi dengan kecerdasan dan kedewasaan berpikir.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut hadirnya generasi muda yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat.
Oleh karena itu, penguatan nilai-nilai Pancasila harus menjadi bagian dari gerakan intelektual dan sosial yang dilakukan oleh mahasiswa serta organisasi kepemudaan.
“Semangat gotong royong, toleransi, persaudaraan, dan penghormatan terhadap keberagaman harus terus ditanamkan dalam kehidupan masyarakat.
Inilah esensi Pancasila yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.
Lebih lanjut, Irga menegaskan bahwa PMII sebagai organisasi kader memiliki tanggung jawab strategis dalam merawat kebhinekaan Indonesia.
Keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan kekuatan besar yang harus dijaga, bukan justru dijadikan alasan untuk menciptakan konflik dan perpecahan.
Dalam pandangannya, tantangan terbesar bangsa saat ini bukan hanya persoalan ekonomi dan pembangunan, tetapi juga bagaimana menjaga kohesi sosial di tengah perbedaan yang ada.
Karena itu, kader PMII diharapkan mampu menjadi pelopor dalam membangun ruang dialog, memperkuat solidaritas sosial, serta mengembangkan semangat inklusivitas dalam kehidupan berbangsa.
“PMII harus menjadi garda terdepan dalam membangun kesadaran kebangsaan yang inklusif, progresif, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.
Kader PMII harus mampu menjadi perekat sosial yang menghadirkan solusi, bukan memperkeruh keadaan,” tegasnya.
Irga juga menyoroti pentingnya implementasi nilai Pancasila dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Menurutnya, semangat persatuan yang terkandung dalam sila ketiga tidak dapat dipisahkan dari upaya menghadirkan kesejahteraan, pemerataan pembangunan, dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat.
Karena itu, Pancasila harus dimaknai secara substantif melalui keberpihakan terhadap kepentingan rakyat, penguatan solidaritas sosial, serta upaya bersama dalam mengurangi kesenjangan yang masih terjadi di berbagai sektor kehidupan.
“Nilai kemanusiaan dan keadilan sosial harus menjadi roh dalam setiap kebijakan dan gerakan sosial.
Pancasila tidak boleh berhenti sebagai slogan, tetapi harus menjadi landasan nyata dalam membangun kehidupan bangsa yang lebih berkeadilan,” tambahnya.
Pada momentum Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 ini, PC PMII Langkat-Binjai juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa dan generasi muda, untuk terus memperkuat komitmen kebangsaan serta menjaga persatuan di tengah berbagai perbedaan yang ada.
Ajakan tersebut dinilai penting mengingat Indonesia saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan strategis yang membutuhkan kolaborasi seluruh komponen bangsa.
Semangat kebhinekaan yang menjadi identitas nasional harus terus dijaga sebagai modal sosial dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan bermartabat.
Bagi PMII, menjaga Pancasila berarti menjaga masa depan Indonesia.
Sebab, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan fondasi utama yang selama ini mampu mempersatukan bangsa Indonesia di tengah keberagaman yang dimiliki.
“Memaknai Pancasila hari ini berarti menjaga persatuan, merawat keberagaman, memperkuat solidaritas kebangsaan, dan terus bergerak demi Indonesia yang lebih baik.
Inilah tugas bersama seluruh anak bangsa,” tutup Irga Maulana.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi pengingat bahwa kekuatan Indonesia tidak hanya terletak pada sumber daya alam maupun pembangunan fisik semata, melainkan juga pada kemampuan seluruh rakyatnya dalam menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
(Kabiro Langkat | Mediapatriot.co.id)
