Dari Limbah Menjadi Karya Mendunia, Sri Santi Dedikasikan Hidup untuk Membina Ribuan Anak Muda

Berawal dari keyakinan, ketekunan, dan kerja keras, Sri Santi membangun usaha kerajinan tangan yang kini dikenal hingga mancanegara. Peraih Juara Pengusaha Muda Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2015 itu memulai usahanya pada tahun 2012 dari nol, dengan berbagai keterbatasan dan tantangan yang harus dihadapi.

Usaha yang dirintisnya bergerak di bidang kerajinan tangan dan souvenir baju adat. Tidak hanya memproduksi souvenir baju adat Bali dan kebaya, Sri Santi juga membuat souvenir baju adat dari 34 provinsi di Indonesia. Keunikan produknya terletak pada penggunaan sisa kain dan barang bekas yang diolah menjadi karya seni bernilai ekonomi tinggi.

Berkat kreativitas dan kemampuannya menguasai tujuh bahasa, Sri Santi berhasil memperluas jaringan kemitraan hingga ke luar negeri. Produk-produk hasil karyanya kini telah dikenal dan dipasarkan ke berbagai negara. Ide pembuatan souvenir baju adat tersebut lahir dari banyaknya permintaan teman dan relasi yang ingin membawa pulang baju adat Indonesia dalam bentuk yang praktis dan mudah dibawa.

Namun bagi Sri Santi, kesuksesan usaha bukanlah tujuan akhir. Sejak tahun 2012, ia juga aktif membina anak-anak muda di Kabupaten Jeneponto, anak jalanan, anak terlantar, hingga mereka yang pernah terjerumus ke dalam pergaulan yang salah di Kota Makassar. Melalui keterampilan kerajinan tangan yang dimilikinya, ia memberikan ruang belajar, pembinaan, dan kesempatan bagi mereka untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Tidak hanya itu, sejumlah pemulung di Makassar juga diberdayakan dan diberikan kesempatan bekerja dalam usaha yang dijalankannya. Di tengah keterbatasan ekonomi pada masa-masa awal merintis usaha, Sri Santi tetap berupaya mendampingi mereka, membangun rasa percaya diri, serta menanamkan semangat untuk bangkit dan mandiri.

Selama lebih dari 12 tahun, ribuan anak muda telah mendapatkan pembinaan darinya. Ia bahkan berhasil menggelar Pameran Mahakarya Anak Jeneponto yang menampilkan berbagai hasil karya anak-anak binaannya kepada masyarakat luas. Banyak di antara mereka yang kini telah bekerja, mandiri, bahkan berhasil membangun usaha sendiri.

Menurut Sri Santi, keberhasilan anak-anak binaannya merupakan kebahagiaan terbesar yang tidak dapat diukur dengan materi. Ia tidak pernah menganggap mereka sebagai pesaing, melainkan sebagai bukti keberhasilan dari proses pembinaan yang selama ini dijalankan.

Hingga kini, Sri Santi tetap konsisten mengalokasikan 30 persen dari penghasilannya untuk membiayai kebutuhan dan pembinaan anak-anak muda serta masyarakat kurang mampu. Baginya, kekayaan bukanlah sesuatu yang harus ditumpuk, melainkan sarana untuk menebar manfaat. “Saya tidak pernah menimbun harta kekayaan, saya hanya menimbun kebaikan untuk bekal masa depan,” ujarnya.

(Sumber: mediapatriot.co.id)

BACA JUGA: Kerjasama Media di EKATALOG INAPROC LKPP untuk DISKOMINFO dan SKPD Lainnya


Informasi Iklan / Advertorial Klik
mediapatriot.co.id@gmail.com
atau Hubungi WhatsApp kami
08999208174


IKUTI CHANNEL MEDIAPATRIOT.CO.ID DI PONSELMU
Ikuti saluran Channel MediaPatriot.CO.ID di WhatsApp

Wartawan di lapangan dibekali Kode Sandi untuk membuka DAFTAR WARTAWAN >>>


Tentang Kami

Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang. Kami hadir untuk memberikan akses berita cepat dan akurat.

Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik dan menjunjung tinggi Kode Etik Dewan Pers. Dengan jaringan kontributor di berbagai daerah, kami menghadirkan berita lokal dengan cakupan nasional.

Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.

Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak.


>

Informasi Iklan / Advertorial Klik redaksi@mediapatriot.co.id