PT Haloni Jane, Tbk (HALO) Balikkan Rugi Jadi Laba Rp10,75 Miliar di 2025
Jakarta, 5 Juni 2026.
Emiten produsen barang dari karet untuk sektor kesehatan, PT Haloni Jane Tbk (Kode Saham: BEI: HALO), sukses mengantongi persetujuan dari para pemegang saham atas seluruh agenda yang diajukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Buku Tahun 2025 yang digelar di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Salah satu keputusan krusial dalam rapat tersebut adalah pengesahan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025, di mana Perseroan berhasil mencatatkan pembalikan kinerja finansial yang signifikan dengan membukukan profitabilitas positif setelah sebelumnya sempat merugi.
Berdasarkan laporan keuangan yang disahkan, Haloni Jane sukses mengantongi Laba Bersih Tahun Berjalan sebesar Rp10,75 miliar pada tahun 2025. Performa ini berbanding terbalik dari kondisi tahun buku 2024, di mana perseroan masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp8,15 miliar.
Pembalikan performa keuangan ini ditopang oleh realisasi Penjualan Bersih perseroan yang mencapai Rp217,50 miliar. Selain itu, HALO juga mencatatkan Laba Kotor sebesar Rp36,26 miliar, serta pertumbuhan posisi total Aset yang kokoh di angka Rp298,43 miliar dengan sokongan komponen Aset Lancar sebesar Rp169,23 miliar.
Direktur Keuangan, Taufan Kurniawan mengungkapkan bahwa pencapaian positif di sepanjang tahun lalu merupakan hasil nyata dari strategi disiplin efisiensi operasional serta fokus manajemen dalam mengoptimalkan serapan pasar global.
“Tahun 2025 merupakan periode krusial bagi kami untuk memperkuat pondasi internal di tengah dinamika pasar. Pembalikan performa dari rugi menjadi laba ini menjadi modal dan ekspektasi kuat bagi HALO untuk melangkah lebih agresif, kompetitif, serta memacu pertumbuhan yang sehat pada tahun ini,” ujar Taufan Kurniawan.
Selain menyetujui laporan keuangan yang mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik Morhan & Rekan, pemegang saham dalam RUPST juga menyepakati sejumlah keputusan administratif strategis demi penguatan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).
Keputusan tersebut di antaranya memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada jajaran Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan sepanjang tahun 2025. Rapat juga menyetujui kebijakan remunerasi tahun buku 2026 serta memberikan mandat penunjukan Akuntan Publik Terdaftar untuk periode audit mendatang.
Pihak Dewan Komisaris Haloni Jane menambahkan bahwa efisiensi biaya yang ketat di setiap lini bisnis menjadi kunci utama keberhasilan perseruan menjaga pertumbuhan komersial. Ke depan, Dewan Komisaris menegaskan akan terus mengawal ketat ekspansi operasional pabrik, perluasan wilayah distribusi ekspor, serta penguatan komitmen keberlanjutan melalui Sustainability Report.
Sebagai informasi, PT Haloni Jane Tbk merupakan produsen lokal yang berfokus pada manufaktur sarung tangan medis berbahan karet alam dengan standar mutu dan sertifikasi internasional untuk memasok kebutuhan industri pelayanan kesehatan global.
Red Irwan Hasiholan
