Jakarta, Juni 2026 – Sebuah buku yang mengangkat sisi spiritual Presiden Kedua Republik Indonesia, Soeharto, akan diluncurkan pada Senin, 8 Juni 2026, bertepatan dengan peringatan 105 tahun kelahirannya. Buku berjudul “Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia dan Kejawen: Analisis SWOT Negara ala Jawa” karya wartawan senior Bambang Wiwoho itu akan diperkenalkan kepada publik dalam rangkaian acara Peluncuran Buku dan Sarasehan Ketahanan Nasional yang diselenggarakan di Lantai 5 Gedung IAS TH, Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia, Jalan Salemba Raya No. 4, Jakarta Pusat.
Acara ini merupakan kolaborasi antara Yayasan Kajian Citra Bangsa (YKCB), Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia Jakarta (Universitas Trilogi), Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia, serta Penerbit Buku Kompas.
Selain menjadi momentum peluncuran buku, kegiatan tersebut juga dirancang sebagai ruang dialog publik untuk membahas berbagai isu ketahanan nasional dalam perspektif sejarah, budaya, dan kepemimpinan bangsa.
Buku “Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia dan Kejawen” menawarkan pembacaan yang berbeda terhadap sosok Soeharto. Selama ini, Soeharto lebih sering dipahami melalui perspektif politik, ekonomi, dan kekuasaan. Namun, di balik kontroversi yang mengiringi kepemimpinannya selama lebih dari ptiga dekade, terdapat dimensi spiritual yang diyakini turut membentuk cara pandang, keteguhan sikap, serta ketenangannya dalam menghadapi berbagai persoalan negara.
Ditulis oleh Bambang Wiwoho, wartawan senior yang telah mengikuti dinamika politik nasional sejak awal 1970-an dan kini menjabat Pemimpin Umum Majalah Panji Masyarakat, buku ini berusaha menelusuri sisi batin seorang pemimpin yang dikenal hemat bicara dan penuh perhitungan.
Melalui penelusuran sejarah, wawancara, serta berbagai sumber dokumentasi, pembaca diajak memahami bagaimana laku tirakat, tradisi kebatinan Jawa, relasi dengan tokoh-tokoh spiritual, hingga kepercayaan terhadap pertanda tertentu turut menjadi bagian dari kehidupan pribadi Soeharto.Alih-alih menjadi karya yang menghakimi atau mengagungkan, buku ini menghadirkan pendekatan yang lebih reflektif dan manusiawi.
Ia mencoba memperlihatkan bahwa di balik kalkulasi politik dan strategi kekuasaan, seorang pemimpin juga hidup dalam ruang batin yang membentuk cara berpikir dan cara mengambil keputusan.
Kontributor : ( Indra Permana )

