mediapatriot.co.id | Kota Cirebon | Berita Terkini | – Mahasiswa Universitas BTH Tasikmalaya menggelar kegiatan sosialisasi mengenai penggunaan obat generik dan obat paten atau bermerek kepada masyarakat di lingkungan RSUD Gunung Jati Cirebon, Jawa Barat, Rabu (10/6/2026) pukul 08.00 WIB.
Kegiatan edukasi kesehatan tersebut dilaksanakan di ruang terbuka RSUD Gunung Jati dan diikuti oleh pasien, keluarga pasien, serta masyarakat yang berada di area rumah sakit. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perbedaan obat generik dan obat bermerek sehingga dapat menggunakan obat secara tepat sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Acara diawali dengan perkenalan dari para mahasiswa Universitas BTH Tasikmalaya yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Selanjutnya, para mahasiswa menyampaikan materi edukasi menggunakan media presentasi yang ditampilkan melalui layar proyektor agar peserta dapat memahami informasi yang disampaikan dengan lebih jelas dan mudah.
Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa obat generik dan obat bermerek pada dasarnya memiliki kandungan zat aktif yang sama serta manfaat yang sama dalam pengobatan. Perbedaan utama terletak pada nama dagang, produsen, kemasan, dan strategi pemasaran yang digunakan oleh perusahaan farmasi.
Peserta juga diberikan penjelasan mengenai pentingnya memahami informasi yang terdapat pada kemasan obat, termasuk aturan pakai, dosis, indikasi, kontraindikasi, serta tanggal kedaluwarsa. Edukasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat lebih bijak dalam memilih dan menggunakan obat sesuai kebutuhan medis.
Selain menjelaskan perbedaan antara obat generik dan obat bermerek, mahasiswa juga mengingatkan masyarakat agar tidak membeli atau mengonsumsi obat tanpa petunjuk tenaga kesehatan. Penggunaan obat yang tidak tepat dapat menimbulkan efek samping maupun risiko kesehatan lainnya.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi tanya jawab yang mendapat antusiasme dari peserta. Beberapa peserta mengajukan pertanyaan terkait efektivitas obat generik dibandingkan obat bermerek, keamanan penggunaan obat, serta cara memperoleh obat yang sesuai dengan kebutuhan pengobatan.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa Universitas BTH Tasikmalaya berharap masyarakat dapat memahami bahwa obat generik memiliki kualitas, keamanan, dan khasiat yang telah memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah, sehingga tidak perlu ragu untuk menggunakannya sesuai resep dan anjuran tenaga kesehatan.
Kegiatan edukasi kesehatan tersebut menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus mendukung upaya peningkatan literasi kesehatan di lingkungan rumah sakit dan masyarakat umum.(Hamdanil)
