Banyuwangi | mediapatriot.co.id – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bertakziyah ke rumah duka almarhum Khusnan Abadi di Kecamatan Genteng, Sabtu (13/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Ipuk mengenang almarhum sebagai sosok politisi pejuang yang selama hidupnya konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Didampingi sang suami, Abdullah Azwar Anas, Ipuk mengaku telah mengenal Khusnan Abadi sejak lama. Menurutnya, almarhum merupakan pribadi yang memiliki semangat juang tinggi, berangkat dari seorang aktivis hingga menjadi salah satu politisi terkemuka di Banyuwangi.
“Saya mengenal beliau sejak lama. Saya melihat langsung bagaimana kegigihan perjuangan beliau, dari seorang aktivis sampai menjadi salah satu politisi terkemuka di Banyuwangi. Selalu memperjuangkan aspirasi masyarakat,” ungkap Ipuk.
Khusnan Abadi diketahui memulai kiprahnya di organisasi Nahdlatul Ulama sejak usia muda. Ia aktif di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), hingga dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Cabang NU Kabupaten Banyuwangi. Sebelum terjun ke dunia politik, almarhum juga pernah menjadi Komisioner KPU Banyuwangi.
Perjalanan politiknya kemudian berlanjut bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Melalui partai tersebut, Khusnan Abadi mendapat amanah sebagai anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi dan dipercaya masyarakat selama tiga periode sebagai wakil rakyat di Gedung Dewan.
Ipuk menuturkan, selama menjadi anggota DPRD, Khusnan Abadi kerap memiliki pandangan berbeda dengan pihak eksekutif. Namun, menurutnya, perbedaan tersebut murni dilandasi niat untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Banyuwangi.
“Selama beliau menjadi anggota dewan, kerap berseberangan pandangan dengan kami di eksekutif. Namun, perbedaan tersebut semata untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Banyuwangi. Tidak sekadar didorong oleh sentimen politik atau tendensi tertentu,” kenangnya.
Ipuk juga menilai, setiap perbedaan pendapat yang disampaikan almarhum selalu dilakukan dengan santun, berlandaskan argumentasi akademik, serta tetap menjunjung tinggi etika.
“Ini perlu diteladani oleh para politisi muda Banyuwangi. Perbedaan pandangan harus selalu disampaikan dengan cara beradab dan kerangka akademik yang dapat dipertanggungjawabkan,” harapnya.
Di hadapan keluarga almarhum, Ipuk berpesan agar nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan Khusnan Abadi dapat terus dilanjutkan.
“Semoga terus diberikan kesabaran dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggal. Serta mari kita doakan almarhum diterima segala amal baiknya dan diampuni segala khilafnya,” pungkas Ipuk.
(Tri) mediapatriot.co.id
