Jakarta – PT Global Sukses Digital Tbk (DOSS), emiten ritel peralatan fotografi dan teknologi kreatif, membukukan kinerja impresif pada kuartal pertama 2026. Perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang signifikan seiring meningkatnya permintaan produk fotografi, videografi, serta penguatan bisnis digital yang dijalankan melalui entitas anak.
Dalam Public Expose yang digelar di DOSS Megastore Ratu Plaza, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026), manajemen memaparkan bahwa pendapatan konsolidasi Perseroan hingga 31 Maret 2026 mencapai Rp285,58 miliar, meningkat sekitar 48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp192,86 miliar. Pertumbuhan tersebut menjadi indikator kuat bahwa industri kreatif dan fotografi nasional masih menunjukkan tren positif.
Sejalan dengan kenaikan pendapatan, laba bersih periode berjalan melonjak menjadi Rp10,36 miliar dari Rp5,41 miliar pada kuartal I 2025. Dengan demikian, DOSS mencatat pertumbuhan laba bersih sekitar 91 persen secara tahunan (year-on-year), mencerminkan efektivitas strategi bisnis dan efisiensi operasional yang dijalankan perusahaan.
Kinerja positif tersebut turut mendorong laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp10,60 miliar dibandingkan Rp5,57 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sementara laba per saham dasar meningkat menjadi Rp6,14 per saham dari Rp3,23 per saham.
Dari sisi neraca, total aset Perseroan tumbuh menjadi Rp304,60 miliar pada akhir Maret 2026 dibandingkan Rp266,79 miliar pada periode pembanding. Pertumbuhan aset terutama ditopang oleh peningkatan persediaan yang mencapai Rp104,29 miliar serta bertambahnya aset lancar menjadi Rp269,09 miliar.
Ekuitas perusahaan juga menunjukkan penguatan dengan mencapai Rp208,23 miliar, naik dari Rp197,82 miliar. Posisi ini memberikan ruang yang lebih kuat bagi Perseroan untuk mengembangkan bisnis, memperluas jaringan distribusi, dan memperkuat ekosistem industri kreatif yang menjadi fokus utama perusahaan.
Meski mencatatkan pertumbuhan laba yang solid, arus kas operasional pada kuartal pertama 2026 masih mengalami tekanan akibat kebutuhan modal kerja dan peningkatan aktivitas investasi. Perseroan mencatat arus kas operasi negatif Rp383,6 juta dan mengalokasikan dana investasi sekitar Rp20,21 miliar, termasuk penempatan investasi jangka pendek untuk mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan eceran alat fotografi dan perlengkapannya, DOSS terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam industri fotografi dan konten kreator di Indonesia. Perseroan juga didukung sejumlah entitas anak yang bergerak di bidang distribusi, desain kreatif, animasi, multimedia, hingga produksi konten digital.
Pencapaian pada kuartal pertama 2026 menjadi sinyal positif bagi DOSS untuk melanjutkan momentum pertumbuhan sepanjang tahun. Dengan kondisi keuangan yang semakin kuat serta meningkatnya kebutuhan perangkat fotografi, videografi, dan industri kreatif digital, Perseroan optimistis mampu mempertahankan tren pertumbuhan sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.
Red Irwan Hasiholan
