Mediapatriot.co.id | Jayapura
Mantan atlet sepak bola Persipura era 1970-an sekaligus mantan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua, Benny Yensenem, mengingatkan pentingnya menjaga arah pembinaan olahraga Papua menjelang persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Menurut Benny, kebangkitan olahraga Papua harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat pembinaan atlet secara berkelanjutan, bukan sekadar memperbesar struktur organisasi atau menambah jumlah pengurus. Ia menegaskan bahwa fungsi utama KONI adalah membina olahraga prestasi dan mencetak atlet-atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Prestasi olahraga lahir dari pembinaan yang terencana, berkesinambungan, dan didukung oleh tata kelola organisasi yang efektif. Fokus utama KONI harus tetap pada atlet, pelatih, dan cabang olahraga,” ujar Benny Yensenem di Jayapura.
Sebagai sosok yang pernah merasakan langsung dunia olahraga Papua, baik sebagai atlet maupun pengurus organisasi, Benny menilai keberhasilan sebuah kepengurusan KONI tidak dapat diukur dari besarnya struktur organisasi yang dibangun. Sebaliknya, indikator utama keberhasilan adalah sejauh mana atlet memperoleh dukungan pembinaan, fasilitas latihan, serta kesempatan bertanding yang memadai.
Ia juga mengingatkan agar penggunaan anggaran olahraga benar-benar diarahkan untuk kepentingan pembinaan prestasi. Menurutnya, alokasi anggaran harus lebih banyak menyentuh kebutuhan atlet dan pelatih dibandingkan untuk kegiatan administrasi maupun operasional organisasi.
“Jangan sampai anggaran olahraga justru lebih besar terserap untuk kegiatan administrasi dan operasional. Atlet adalah ujung tombak prestasi. Mereka harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan olahraga,” tegasnya.
Benny menambahkan, Papua memiliki sejarah panjang sebagai salah satu lumbung atlet nasional yang telah melahirkan banyak atlet berprestasi di berbagai cabang olahraga. Oleh karena itu, kepengurusan KONI Papua periode 2026–2030 dituntut mampu menghadirkan tata kelola organisasi yang profesional, efisien, transparan, dan berorientasi pada hasil.
Menurutnya, tantangan olahraga modern semakin kompleks sehingga membutuhkan manajemen yang kuat, program pembinaan yang terukur, serta evaluasi yang berkelanjutan. Setiap cabang olahraga harus memiliki target yang jelas, sementara atlet dan pelatih perlu mendapatkan pendampingan yang memadai agar mampu berkembang secara maksimal.
“Prestasi atlet harus menjadi ukuran utama keberhasilan organisasi. Jika atlet berkembang, pelatih mendapatkan dukungan yang memadai, dan cabang olahraga mampu menunjukkan peningkatan prestasi, maka KONI telah menjalankan tugasnya dengan benar. Itulah tujuan sesungguhnya dari organisasi olahraga,” katanya.
Pernyataan Benny Yensenem menjadi pengingat bahwa di tengah semangat membangun kembali kejayaan olahraga Papua, orientasi utama harus tetap tertuju pada pembinaan atlet dan pencapaian prestasi. Dengan tata kelola yang efektif serta pemanfaatan anggaran yang tepat sasaran, Papua diharapkan mampu kembali melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan nama daerah pada PON 2028 maupun berbagai ajang olahraga nasional lainnya.(John Karma)
