Pernyataan Sikap Jaringan Cendekiawan Muda Jaga Indonesia Perkuat Demokrasi, Kawal Perbaikan Tata Kelola Nasional
Jakarta, 17 Juni 2026 – Kami, Jaringan Cendekiawan Muda (JCM) yang merupakan forum kolaborasi Sekretaris Jenderal organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan nasional – HMI, PMKRI, GMNI, IMM, HIKMAH BUDHI, KMHDI, KAMMI, HIMA PERSIS, dan LMND – menilai Indonesia hari ini berada dalam tantangan multiplex. Berbagai tantangan struktural – dari ketidakpastian ekonomi global, tekanan fiskal, gejolak geopolitik, ketahanan pangan dan energi, hingga sengkarut tata kelola serta kebutuhan peningkatan kualitas SDM- menunjukkan bahwa negara membutuhkan respons korektif melalui kebijakan yang serius predictable, serta terukur dan berkelanjutan.
Di tengah kondisi ini, JCM mengingatkan bahwa tantangan terbesar multiplex Indonesia bukan semata bersifat eksternal, melainkan ditentukan oleh kualitas tata kelola internal. Karena itu respon pemerintah tidak boleh berjalan diatas eksperimen kebijakan yang ugal-ugalan. Bagi JCM persatuan nasional hanya bermakna kalau ditopang kualitas tata kelola yang bersih, transparan, akuntabel dan demokratis. Demi memperkuat fondasi ini maka negara harus membuka ruang kolaborasi multi aktor: pemerintah, civil society, dunia usaha akademisi, dan kaum muda yang berpijak pada semangat gotong royong dan kepentingan nasional.
Berangkat dari pertimbangan objektif ini, JCM menyampaikan enam catatan kritis serta evaluasi berbasis fakta data:
1. *Program Makan Bergizi Gratis (MBG)* Pada prinsipnya JCM mendukung subtansi program MBG sebagai re-iventasi.peningkatan kualitas SDM. Kami memandang program ini berpotensi menjawab persoalan gizi, kesehatan dan produktivitas generasi masa depan. Tapi dukungan ini bukan tanpa syarat. Bagi JCM, program MBG menyisakan risiko signifikan dalam aspek tata kelola – seperti inefisiensi, ketimpangan distribusi, serta sistem pengawasan yang lemah. Tanpa desain implementasi yang transparan, akuntabel serta berbasis data dan pengawasan, program ini beresiko beban fiskal. JCM menuntut evaluasi terukur agar MBG tidak menjadi ladang korupsi, serta membuka kolaborasi yang adil bagi pelaku ekonomi lokal bukan hanya segelintir korporasi besar.
2. *Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)* JCM memandang program KDMP berpotensi besar dalam memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hanya saja, program ini juga menyisakan celah bagi kepentingan oligarkis ditingkat lokal yang mengkoptasi program kerakyatan. Sebab itu *JCM mendorong pelaksanaan KDPM* dilakukan secara profesional, transparan dan akuntabel yang diperkuat dengan mekanisme pengawasan independen untuk mencegah terjadi konflik kepentingan oligarkis. Semangatnya adalah memastikan KDMP benar-benar menjadi instrumen utama pemberdayaan masyarakat.
3. *Kebijakan Energi* JCM menilai kebijakan energi nasional memerlukan keberpihakan yang jelas bagi kelompok rentan. Fluktuasi dan tekanan harga energi tidak dapat diperlakukan hanya sebagai variabel ekonomi, melainkan harus diletakkan kedalam isu social justice yang berdampak langsung kepada daya beli masyarakat dan kontinuitas UMKM. Bagi JCM, kebijakan energi yang terjebak dalam logika pasar dan tampak ugal-ugalan hanya akan mempelebar jurang kemiskinan dan beresiko memicu intasbilitas sosial-politik. Negara tidak boleh sekedar responsif terhadap pasar, tetapi juga harus protektif terhadap warga yang terdampak.
4. *Selamatkan Fiskal Negara* JCM memandang kondisi fiskal nasional memerlukan penyelamatan konkret. JCM mendorong langkah konkret penguatan fiskal nasional melalui optimalisasi penerimaan negara, efisiensi belanja pemerintah, pemberantasan kebocoran anggaran, dan penguatan sektor-sektor produktif. Fiskal yang sehat merupakan prasyarat penting bagi keberlanjutan pembangunan, perlindungan sosial, dan ketahanan ekonomi nasional.
5. *Mengecam Keras Pembubaran Diskusi UGM* JCM mengecam tindakan pembubaran diskusi ilmiah yang diselenggarakan Total Politik di lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM). Tindakan intimidatif dan pembungkaman forum akademik merupakan tamparan terhadap demokrasi dan mencederai kebebasan akademik. Perbedaan sikap dan pandangan, seharusnya diselesaikan melalui dialog intelektual, bukan dengan pemaksaan, persekusi atau pembubaran. Kampus harus kita jaga bersama sebagai panggung dielatika yang mempertemukan segala perbedaan sikap dan pandangan. *JCM mengajak semua elemen mahasiswa dan masyarakat sipil* untuk mengedepankan argumentasi dialogis, dan pertukaran gagasan, sebagai instrumen dalam menyampaikan sikap kritis – bahkan yang berbeda sekalipun.
6. *Jaga Independensi Gerakan Mahasiswa!* JCM tegas menolak segala bentuk intervensi, eksploitasi, dan penunggangan gerakan mahasiswa oleh elit politik praktis. Mahasiswa adalah kekuatan moral (moral force) dan agen kontrol sosial yang hanya berpihak pada kebenaran dan kepentingan rakyat. Kritik yang dilayangkan bersifat objektif dan berbasis data untuk perbaikan kebijakan publik, bukan menjadi alat pemuas syahwat politik kelompok tertentu.JCM menilai *mahasiswa harus tetap pada posisi kritis, independen dan berbasis data*. Setiap bentuk mobilisasi yang diarahkan untuk kepentingan elektoral atau fraksi politik tertentu harus ditentang secara terbuka.
Jaringan Cendekiawan Muda (JCM) meyakini bahwa pemerintah dan rakyat Indonesia memiliki kapasitas dalam menghadapi tantangan multiplex. Perbedaan pandangan mesti menjadi energi demokrasi yang memperkuat persatuan, bukan malah memperdalam polarisasi. Karena itu, JCM mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga stabilitas nasional, memperkuat persatuan, mengawal pembangunan, dan memastikan demokrasi Indonesia tumbuh secara sehat, inklusif, dan bermartabat.
*Tuntutan Jaringan Cendekiawan Muda (JCM)*:
1. Mendesak perbaikan tata kelola dan audit Program Makan Bergizi Gratis agar tepat sasaran, transparan, berkelanjutan dan bebas dari inefisiensi struktural.
2. Mendesak pelaksanaan Koperasi Desa Merah Putih dijalankan dengan tata kelola yang profesional, berbasis sistem pengawasan independen, dan bersih dari segala bentuk konflik kepentingan oligarkis.
3. Menuntut kebijakan tarif dan harga energi yang berpihak pada perlindungan daya beli masyarakat menengah bawah serta pelaku UMKM, bukan sekedar menyesuaikan mekanisme pasar.
4. Mendorong penguatan fiskal nasional melalui peningkatan penerimaan negara, efisiensi anggaran, dan pemberantasan kebocoran, serta memberantas mafioso anggaran
5. Mengutil keras segala bentuk intimidasi di lingkungan akademik dan menuntut jaminan keamanan atas kebebasan akademik yang bertanggung jawab berpendapat di lingkungan kampus.
6. Menolak dan melawan segala upaya kooptasi serta penunggangan gerakan mahasiswa oleh kekuatan politik praktis manapun.
7. Mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga stabilitas nasional, merawat demokrasi yang substansial, menolak polarisasi, dan mengawal pembangunan nasional dengan sikap kritis – konstruktif.
Indonesia dibangun oleh persatuan, dijaga oleh demokrasi, dan dimajukan melalui kolaborasi seluruh anak bangsa.
#JagaIndonesia
#IndonesiaPulih
JARINGAN CENDEKIAWAN MUDA (JCM)
Forum Sekretaris Jenderal Organisasi Kepemudaan dan Kemahasiswaan Indonesia
HMI – PMKRI – GMNI – IMM – KMHDI – HIKMAHBUDHI – KAMMI – LMND
Red Irwan Hasiholan

