Kota Bekasi, MPN
Sejumlah warga RT 001 RW 01 Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, mendatangi perusahaan pencacah plastik, Jumat (19/6) malam. Hal ini lantaran adanya bau amis yang menyengat yang diduga berasal dari perusahaan tersebut.
Ketegangan sempat terjadi ketika pekerja di perusahaan itu terlihat seperti keberatan dengan adanya protes dari warga. Dari hasil dialog malam itu, pihak pekerja berdalih bau amis yang timbul merupakan dampak dari pemadaman listrik yang mengakibatkan perusahaan menghentikan sementara proses produksi.
Terlihat dalam aksi tersebut, Ketua Karang Taruna Kelurahan Sumurbatu Ibrohim Ahsan yany juga berdomisili di dekat perusahan pencacah plastik tersebut menegaskan kekesalannya karena bau amis yang membuat warga merasa mual. “Ya kayaknya plastik bekas bungkus ikan, jadi bau amisnya menyebar ke pemukiman warga, sampai-sampai warga gak nafsu makan karena bau amis itu bikin warga mual mau muntah,” tegas pemuda yang akrab disapa Obet ini.
Obet menyebut rasa kecewanya terhadap sikap pekerja yang terkesan tidak merespon protes yang disampaikan warga. “Selama ini warga selalu terbuka dan menerima adanya pembangunan pabrik atau perusahaan asal tidak merugikan warga, makanya wajar jika warga kemudian datang dan melakukan protes malam ini karena warga merasa keberatan dengan polusi penciuman yang dihasilkan perusahaan pencacah plastik,” ungkapnya.
Sementara itu saat dikonfirmasi, Plt Camat Bantargebang Achmad Shovie Adi Samabta Bhakti melalui pesan tertulisnya berjanji bakal menindaklanjuti laporan yang disampaikan warga secara berjenjang. Sedangkan hingga berita ini tayang, belum ada penjelasan resmi dari pihak perusahaan. (Mul)

