Penulis : Maskur Tutu Patriot
Takalar, MediaPATRIOT.CO.ID – 29 Milyar anggaran yang digelontorkan pemerintah melalui proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Pamukkulu Kabupaten Takalar melalui dana APBN T.A 2025 dengan harapan dapat menjadi program pemerintah untuk kemajuan sektor pertanian justru disoal dan dikecam keras pengelolaan anggarannya oleh sejumlah petani di Pamukkulu.
PT. Jaya Etika Beton selaku Kontraktor pelaksana terkesan masa bodoh atas pengelolaan anggaran negara yang sampai sekarang Juni 2026 realisasi kegiatan tersebut belum rampung dan hanya menyisakan kubangan galian sepanjang kiloan meter pada lahan pertanian yang sangat berdampak pada produktifitas pertanian warga.
Selain tidak dapat dinikmati manfaatnya oleh petani di Takalar, mutu dan kualitas pekerjaan PT. Jaya Etika Beton juga dinilai asal asalan, pasalnya temuan dibeberapa titik lokasi pekerjaannya terlihat amburadul sehingga sangat merugikan sektor pertanian dan betolak belakang dengan program Presiden Republik Indonesia, sehingga petani mengecam keras dan meminta tanggung jawab penuh Kabalai, Kasatker dan Pejabat Pembuat Komitmen yang seharusnya proyek ini dapat dinikmati dengan baik oleh petani pada Bulan Desember 2025 lalu sesuai masa kontrak.
“Dimana kira kira tanggung jawab Kepala Balai, Kasatker dan Pak Samuel selaku PPK BBWS Pompengan Je’neberang pada proyek senilai 29 Milyar yang dikerjakan oleh PT. Jaya Etika Beton ??, Kami petani sangat kecewa atas tatanan pengelolaan anggaran negara yang digelontorkan oleh pemerintah justru seakan dimainkan oleh seorang pemangku kebijakan dan Direktur perusahaan, hal seperti ini seharusnya dapat segera diselidiki oleh Aparat Penegak Hukum (APH) maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), selain itu Kami harap kepada Komisi V DPR RI segera melakukan Rapat Dengar Pendapat bersama Dirjen PUPR untuk segera mencopot dan mengevaluasi pemangku kebijakan yang terlibat dalam praktik telah merugikan petani” Kesal Sejumlah Petani Pamukkulu yang berharap agar segera mengevaluasi pihak yang terlibat dan Direktur PT. Jaya Etika Beton dapat segera diproses secara hukum yang berlaku.
Diketahui Lokasi Kegiatan Dari Anggaran 29 Milyar tersebar di beberapa titik D.I Pammukkulu :
- Saluran Sekunder Lantang
- Saluran Sekunder Pa’bundukang
- Saluran Sekunder Jenematallasa
- Saluran Sekunder Cakura
- Saluran Sekunder Batanglappo
- Saluran Sekunder Bontobila
- Saluran Sekunder Bontobaddo
- Saluran Sekunder Kulantu Bengisi
Untuk Bangunan Irigasi :
- Bangunan Talang B.P3b dan B.Kb. 1b
- Bangunan Ukur
- Bangunan Pelengkap
Sampai berita ini tayang, pihak BBWS Pompengan Je’neberang dan PT. Jaya Etika Beton belum memberikan keterangan resmi. (*)

