Sarana Mitra Luas (SMIL) Awali 2026 dengan Gemilang, Pendapatan Naik 28,3% dan Laba Bersih Tumbuh Dua Digit
Jakarta, 25 Juni 2026 – PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) membukukan kinerja keuangan yang solid pada kuartal pertama tahun 2026. Dalam Public Expose yang digelar di Cyber 2 Tower Marquee Center, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2026), perseroan memaparkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang menunjukkan keberhasilan strategi ekspansi bisnis penyewaan forklift dan material handling equipment di tengah meningkatnya aktivitas industri nasional.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, SMIL mencatat pendapatan neto sebesar Rp128,83 miliar, meningkat sekitar 28,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp100,45 miliar. Kenaikan pendapatan tersebut turut mendorong laba bruto menjadi Rp49,11 miliar dari sebelumnya Rp42 miliar.
Di sisi profitabilitas, SMIL berhasil membukukan laba periode berjalan sebesar Rp30,75 miliar, naik sekitar 13,5% dibandingkan laba kuartal I 2025 yang tercatat Rp27,10 miliar. Peningkatan laba ini mencerminkan efektivitas pengelolaan operasional dan kemampuan perseroan dalam menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Kinerja positif tersebut juga tercermin dari posisi ekuitas perseroan yang meningkat menjadi Rp767,16 miliar, dibandingkan Rp736,41 miliar pada akhir tahun 2025. Sementara itu, total aset SMIL mencapai Rp1,18 triliun, naik dari Rp1,16 triliun pada akhir Desember 2025.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang penyewaan forklift dan peralatan material handling, SMIL terus memperkuat armada operasionalnya. Hal ini terlihat dari peningkatan uang muka pembelian aset tetap menjadi Rp84,50 miliar dari Rp38,81 miliar pada akhir tahun lalu. Perseroan juga mencatat nilai aset tetap sebesar Rp697,39 miliar yang menjadi fondasi penting dalam mendukung ekspansi usaha ke depan.
Di tengah upaya ekspansi tersebut, struktur keuangan perusahaan tetap terjaga dengan baik. Total liabilitas SMIL tercatat sebesar Rp416 miliar, lebih rendah dibandingkan posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp419,39 miliar. Kondisi ini menunjukkan komitmen perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kesehatan keuangan perusahaan.
Selain memperkuat bisnis inti, SMIL juga terus meningkatkan kapasitas pendanaan jangka panjang melalui instrumen pasar modal. Perseroan sebelumnya telah menerbitkan Obligasi I Sarana Mitra Luas Tahun 2024 senilai maksimal Rp300 miliar yang digunakan untuk mendukung pengembangan usaha dan memperluas pangsa pasar.
Dengan pertumbuhan pendapatan yang kuat, peningkatan laba bersih, serta ekspansi armada yang berkelanjutan, SMIL optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan sepanjang tahun 2026. Perseroan menilai kebutuhan sektor logistik, manufaktur, pergudangan, dan industri pendukung lainnya akan terus menjadi pendorong utama permintaan layanan material handling di Indonesia.
Melalui strategi ekspansi yang terukur, penguatan armada, serta pengelolaan keuangan yang prudent, SMIL menegaskan komitmennya untuk menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam industri penyewaan forklift dan material handling equipment nasional.
Red Irwan Hasiholan
