Banyuwangi | mediapatriot.co.id – Forum Group Discussion (FGD) terkait riset desain pencegahan dan mitigasi perundungan (bullying) di lingkungan pesantren melalui pendekatan Positive Behavior Support bernuansa Islam Transformative resmi digelar di Rumah Balesaji, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, Jumat (26/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam merespons maraknya kasus kekerasan di kalangan pelajar dan santri. Hadir sebagai pembicara kunci perwakilan dari Universitas Negeri Malang (UNM), Akademi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, instansi pemerintah, serta lembaga masyarakat Nahdlatul Ulama (NU) se-Banyuwangi.
Dalam paparannya, Dr. Fahmi Hidayatullah, M.Pd.I dari UNM menegaskan bahwa FGD ini berperan penting dalam menjembatani teori akademik dengan realitas di lapangan. Menurutnya, desain pencegahan dan penanganan bullying harus tepat sasaran, berbasis nilai Islam, serta mampu mengubah perilaku menjadi lebih baik secara berkelanjutan.
Sementara itu, Prof. Dr. KH. Muhamad Munji Nasih, M.H., Wakil Rektor IV UNM yang menyampaikan sambutan secara daring dari Tiongkok menambahkan bahwa integrasi pendidikan karakter Islami sangat penting dalam membentuk mentalitas santri agar terbebas dari tindakan bullying maupun kekerasan sosial.
Kasat Binmas Polresta Banyuwangi, Bashori Alwi, S.H., M.H., turut memberikan perspektif hukum mengenai dampak kriminalitas akibat tindak kekerasan maupun pelecehan terhadap anak usia produktif. Paparan tersebut diperkuat dengan sejumlah studi kasus yang sering terjadi di lingkungan pelajar dan mahasiswa.
Selain itu, Abdul Kirom mewakili GP Ansor Kabupaten Kabat dan M. Habib Imron dari RMI Banyuwangi turut memberikan masukan sosiologis dan religius terkait dinamika sosial pemuda NU di tengah perkembangan zaman.
Hadir pula Wahyu Eko Firmansyah dari LAZISMU Jember, Firmanda Taufiq dari Akademi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, serta Hadiyul Ikram dari LP Ma’arif NU Banyuwangi sebagai pihak yang mendukung program pembangunan karakter generasi muda berbasis nilai agama dan pendidikan karakter Islami.
Melalui kegiatan FGD ini diharapkan dapat lahir model mitigasi bullying yang aplikatif dan adaptif bagi lingkungan pesantren, sehingga tercipta suasana pendidikan yang aman, nyaman, dan berkarakter Islami.
( Tri ) mediapatriot.co.id


