Kota Bekasi, MPN
Ada senyum ceria di wajah Sandy (36) saat melihat rumah tinggalnya yang baru diperbaiki. Tak ada lagi keluhan atap bocor, tak ada lagi kekhawatiran dinding roboh, tak ada lagi ceeita tentang warna cat dinding yang sudah kusam.
“Senang banget akhirnya rumah kami diperbaiki. Gak takut kebocoran saat hujan, gak khawatir tertimpa dinding yang sudah rapuh, akhirnya kami bisa tidur nyaman di rumah kami. Terima kasih Pak Wali Kota, Pak Wakil Wali Kota Bekasi, dan Pak Ketua BKM Kelurahan Bantargebang yang sudah peduli dengan kondisi kami,” ujar Sandy.
Rumah Sandy yang terletak di lingkungan RT 003 RW 03 Kelurahan Bantargebang, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, mwrupakan salah satu dari 9 rumah yang menerima manfaat program perbaikan rumah tinggal layak huni (Rutilahu). Program ini dikelola pihak BKM Kelurahan Bantargebang dengan acuan kriteria yang sudah ditentukan dengan mengacu skala prioritas berdasarkan rumah hunian yang akan diperbaiki.
Koordinator BKM Kelurahan Bantargebang H Nahruddin menjelaskan pihaknya sedang merampungkan perbaikan 9 rumah warga yang digulirkan Pemkot Bekasi. “Ada 9 rumah yang kita perbaiki, merata di tiap lingkungan RW dengan menyerap program dari Pemkot Bekasi,” ulasnya, Sabtu (27/6).
Nahruddin menargetkan seluruh perbaikan Rutilahu rampung di awal Juli ini. “Secara keseluruhan, progres pekerjaan sudah 95 persen, dan insya Allah awal Juli ini rampung semua,” katanya.
Saat ini, lanjut Nahrudin, berdasarkan usulan yang diterima, masih ada 120 rumah tidak layak huni yang membutuhkan perbaikan. “Makanya kami terus mencari potensi, melalui program dari Kementerian, Pemkot Bekasi, hingga dari LPM Bantargebang, agar setiap usulan perbaikan rumah warga bisa terealisasi,” ungkapnya.
Nahruddin kemudian berpesan kepada warga agar bersabar menunggu jadwal perbaikan rumah tinggal. “Kita tetap mengacu skala prioritas, yang mrmang benar-benar mendesak, kondisi rumah yang memang tidak layak lagi untuk dihuni, ini yang kami dahulukan, semoga masyarakat tetap bersabar,” pungkasnya. (Mul)
