JAKARTA, 30 Juni 2026 – PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) menegaskan optimisme terhadap prospek bisnis sepanjang 2026 dalam Public Expose yang digelar di Cendana Meeting Room, Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center, Jakarta Barat, Selasa (30/6). Perseroan menyampaikan bahwa kinerja operasional tetap menunjukkan pertumbuhan yang solid di tengah dinamika industri konstruksi nasional.
Sepanjang kuartal I 2026, PBSA berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp410,57 miliar, meningkat sekitar 46,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp279,64 miliar. Pertumbuhan tersebut mencerminkan peningkatan aktivitas proyek konstruksi yang dikerjakan Perseroan serta keberhasilan dalam menjaga momentum bisnis di berbagai segmen.
Seiring peningkatan pendapatan, laba bruto Perseroan turut naik menjadi Rp95,05 miliar dari sebelumnya Rp62,39 miliar, sementara laba usaha meningkat menjadi Rp81,34 miliar, menunjukkan efisiensi operasional yang tetap terjaga di tengah ekspansi bisnis.
Meski demikian, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas tercatat sebesar Rp1,41 miliar. Penurunan laba bersih dibandingkan periode yang sama tahun lalu terutama dipengaruhi oleh rugi perubahan nilai wajar investasi yang bersifat non-operasional, sementara kinerja inti usaha konstruksi tetap menunjukkan tren pertumbuhan positif.
Dari sisi neraca, PBSA mempertahankan fundamental keuangan yang kuat dengan total aset mencapai Rp1,40 triliun hingga 31 Maret 2026. Total ekuitas tercatat sebesar Rp911,52 miliar, sedangkan total liabilitas berada pada level Rp492,23 miliar, mencerminkan struktur permodalan yang sehat untuk mendukung pengembangan usaha ke depan.
Perseroan juga mencatat peningkatan piutang usaha menjadi Rp269,23 miliar serta tagihan bruto kepada pemberi kerja sebesar Rp246,32 miliar, yang menggambarkan tingginya aktivitas proyek yang sedang berjalan. Selain itu, nilai persediaan meningkat menjadi Rp58,66 miliar, sejalan dengan kebutuhan pelaksanaan proyek konstruksi pada awal tahun.
Dalam aspek pendanaan, PBSA tetap menjaga likuiditas dan disiplin keuangan. Perseroan memiliki investasi jangka pendek sebesar Rp207,92 miliar dan kas serta setara kas sebesar Rp64,43 miliar, yang menjadi modal penting dalam mendukung kebutuhan operasional maupun ekspansi bisnis.
Selain memaparkan kinerja keuangan, manajemen juga menegaskan komitmennya untuk terus memperluas peluang proyek konstruksi, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola perusahaan, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.
Dengan fundamental yang tetap kuat, pertumbuhan pendapatan yang signifikan, serta portofolio proyek yang terus berkembang, PBSA optimistis mampu mempertahankan momentum pertumbuhan sepanjang tahun 2026 sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan konstruksi nasional yang adaptif dan berdaya saing tinggi.
Red Irwan Hasiholan


