Jakarta, 30 Juni 2026 – PT Jaya Agra Wattie Tbk (BEI: JAWA) menegaskan keyakinannya untuk terus memperkuat pertumbuhan usaha melalui peningkatan produktivitas perkebunan, penerapan prinsip keberlanjutan, serta penguatan tata kelola perusahaan yang baik. Optimisme tersebut disampaikan dalam Public Expose 2026 yang digelar di Orchardz Hotel Industri, Jakarta, Selasa (30/6).
Paparan publik dipimpin oleh Direktur Utama Harijadi Soedarjo bersama Direktur Harli Wijayadi dan Direktur Ryan N. Dalam kesempatan tersebut, manajemen memaparkan capaian operasional Perseroan sepanjang tahun buku 2024 sekaligus menyampaikan strategi pengembangan bisnis dan prospek usaha pada tahun 2025 di hadapan investor, pemegang saham, analis pasar modal, serta media.
Direktur Utama Harijadi Soedarjo menjelaskan bahwa Perseroan terus mengedepankan transformasi bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan. Menurutnya, pengelolaan perkebunan yang efisien, pemanfaatan teknologi, dan penerapan Good Corporate Governance (GCG) menjadi fondasi penting dalam menjaga daya saing perusahaan di tengah dinamika industri perkebunan.
“Kami optimistis strategi yang dijalankan Perseroan akan mampu memperkuat fundamental bisnis serta menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan di masa mendatang,” ujar Harijadi.
Sebagai perusahaan perkebunan yang memiliki fokus pada komoditas karet dan kelapa sawit, Jaya Agra Wattie terus mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam setiap aktivitas operasionalnya. Perseroan juga menjalankan empat misi utama, yakni membangun perusahaan yang dipercaya dan peduli terhadap lingkungan, meningkatkan kesejahteraan karyawan melalui sistem manajemen yang baik, memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham, serta mendukung pembangunan nasional melalui produk-produk perkebunan berkualitas.
Untuk memastikan implementasi strategi berjalan optimal, jajaran Dewan Komisaris dan Direksi secara rutin melakukan kunjungan ke berbagai unit usaha yang tersebar di Pulau Jawa maupun Kalimantan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat koordinasi sekaligus membangun sinergi dengan seluruh karyawan di lapangan.
Menghadapi tahun 2025, Perseroan memandang prospek bisnis masih terbuka lebar. Pada komoditas karet, sekitar 68 persen dari total areal perkebunan telah memasuki fase Tanaman Menghasilkan (TM), sementara sisanya masih berada pada fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM). Dengan kondisi tersebut, produksi karet diproyeksikan meningkat sekitar 1,37 persen, dari 16.002 ton pada 2024 menjadi sekitar 16.221 ton pada 2025. Penjualan karet hingga kini masih didominasi pasar domestik yang berkontribusi sekitar 80 persen terhadap total penjualan.
Prospek serupa juga terlihat pada bisnis kelapa sawit. Sekitar 78 persen lahan sawit Perseroan telah memasuki fase produktif sehingga menjadi modal penting untuk meningkatkan produksi crude palm oil (CPO) maupun inti sawit (kernel). Manajemen optimistis kapasitas tersebut mampu memenuhi permintaan pasar domestik sekaligus memperluas peluang ekspor.
Dari sisi aset, Jaya Agra Wattie memiliki portofolio perkebunan yang tersebar di dua wilayah utama. Di Pulau Jawa, Perseroan mengelola sekitar 7.305 hektare perkebunan karet, 435 hektare kopi, serta 504 hektare teh, yang didukung pabrik karet remah berkapasitas 10.850 ton per tahun dan fasilitas pengolahan kopi berkapasitas 400 ton per tahun.
Sementara di Kalimantan, Perseroan mengelola sekitar 17.790 hektare perkebunan karet, 21.470 hektare kebun kelapa sawit inti, dan 6.512 hektare kebun plasma. Seluruh aset tersebut didukung fasilitas produksi berupa pabrik karet remah berkapasitas 19.020 ton per tahun dan pabrik kelapa sawit dengan kapasitas produksi mencapai 533.000 ton CPO per tahun.
Hingga akhir tahun 2024, struktur kepemilikan saham Perseroan tetap didominasi oleh PT Sadaran Agro Investama sebagai pemegang saham pengendali dengan porsi 92,5 persen, sementara 7,5 persen sisanya dimiliki oleh publik. Total saham yang beredar tercatat sebanyak 16,23 miliar lembar.
Menutup paparan publik, manajemen menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemegang saham, mitra usaha, pelanggan, karyawan, serta para pemangku kepentingan atas dukungan yang telah diberikan sepanjang tahun 2024. Dengan fondasi bisnis yang semakin kuat dan strategi yang berorientasi pada keberlanjutan, Jaya Agra Wattie optimistis mampu menjaga pertumbuhan usaha sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkesinambungan bagi seluruh pemangku kepentingan.
(Red Irwan Hasiholan)


