Jakarta – Gerakan Pemuda Al-Washliyah (GP Al-Washliyah) secara resmi menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Jakarta sebagai langkah memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan arah gerakan pemuda yang selaras dengan agenda pembangunan nasional.
Sekitar 300 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti forum tersebut. Mereka terdiri atas unsur pengurus pusat, pengurus wilayah, pengurus daerah, mahasiswa, hingga kader muda Al-Washliyah yang datang membawa aspirasi dan gagasan untuk memperkuat peran organisasi dalam menjawab tantangan bangsa.
Pembukaan Rakernas berlangsung khidmat dengan dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar Al-Washliyah Dr. H. Masyhuril Khamis, SH, MM, Ketua Umum Pengurus Pusat GP Al-Washliyah Haji Aminullah Siagian, serta perwakilan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Kombes Pol. Ali Ahmad Mutiara. Sejumlah unsur organisasi, mulai dari Badan Bantuan Hukum Pemuda Al-Washliyah, Koperasi GP Al-Washliyah hingga Pasukan Brigade Hawari, juga turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ketua Panitia Rakernas, Riduan Dalimunthe, SHI, MH, menjelaskan bahwa seluruh konsep kegiatan telah dipersiapkan sejak tiga bulan sebelumnya. Meski demikian, proses pelaksanaan teknis di lapangan dilakukan secara maraton dalam waktu enam hari menjelang pembukaan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan kader yang bekerja tanpa mengenal waktu sehingga Rakernas dapat terlaksana sesuai rencana.
Menurut Riduan, Rakernas bukan sekadar agenda organisasi tahunan, melainkan forum strategis untuk melahirkan berbagai rekomendasi yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia. Seluruh hasil pembahasan dalam sidang komisi akan dirangkum menjadi rekomendasi resmi yang akan disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia beserta kementerian dan lembaga terkait.
“Kami menargetkan tiga hari setelah Rakernas berakhir, seluruh rekomendasi strategis hasil pembahasan akan disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia dan instansi terkait sebagai bentuk partisipasi aktif GP Al-Washliyah dalam pembangunan nasional,” ujarnya.
Dalam rangka memperkaya substansi pembahasan, Rakernas juga menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang dijadwalkan memberikan pembekalan mengenai penguatan ketahanan pangan nasional serta peluang keterlibatan generasi muda dalam menyukseskan berbagai program prioritas pemerintah.
Di penghujung sambutannya, Riduan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta apabila masih terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan kegiatan, baik terkait akomodasi, transportasi maupun konsumsi.
Ia berharap Rakernas menjadi titik awal lahirnya semangat baru bagi seluruh kader GP Al-Washliyah untuk terus meningkatkan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
“Dengan semangat persatuan dan kebersamaan, pemuda Al-Washliyah harus siap mengambil peran dalam menghadapi berbagai tantangan zaman serta menjadi bagian dari solusi bagi kemajuan Indonesia,” pungkasnya.
Red Irwan Hasiholan


