Banyuwangi | mediapatriot.co.id โ Tim SAR Gabungan melanjutkan operasi pencarian terhadap dua nelayan yang masih dinyatakan hilang akibat perahu nelayan terbalik di perairan Pantai Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, memasuki hari kedua (H.2), Selasa (21/7/2026).
Operasi SAR diawali dengan briefing seluruh personel pada pukul 07.00 WIB sebelum diberangkatkan menuju sektor pencarian yang telah ditentukan berdasarkan hasil evaluasi operasi sebelumnya.
Pada hari kedua, pencarian dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 melaksanakan penyisiran di perairan menggunakan Rubber Boat Basarnas bersama perahu nelayan dengan pola Parallel Search Pattern pada area sekitar 3 nautical mile (NM). Sementara itu, SRU 2 melakukan pencarian visual di sepanjang garis Pantai Grajagan dengan cakupan sekitar 7,8 kilometer.
Dari empat korban dalam insiden tersebut, dua korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, yakni Purnomo (40), warga Desa Tegaldlimo, Kecamatan Tegaldlimo, dan Junairi (46), warga Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring. Sementara dua korban lainnya yang masih dalam pencarian adalah Sutris (34), warga Desa Tegalsari, Kecamatan Cluring, serta Lukman (25), warga Desa Tegalsari, Kecamatan Tegaldlimo.
Apabila kedua korban berhasil ditemukan, proses evakuasi akan dilakukan menuju Puskesmas Purwoharjo untuk penanganan lebih lanjut.
Operasi pencarian melibatkan Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi bersama Pos TNI AL Grajagan, Koramil Purwoharjo, Polsek Purwoharjo, Polairud Polresta Banyuwangi, Ditpolairud Polda Jawa Timur, Damkar Kabupaten Banyuwangi, Dinas Perikanan Grajagan, Agen Bencana BPBD Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Desa Grajagan, serta nelayan setempat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, S.H., M.Si., mengatakan seluruh unsur SAR terus mengoptimalkan pencarian dengan tetap mengutamakan keselamatan personel.
“Memasuki hari kedua operasi SAR, kami bersama seluruh unsur SAR gabungan terus mengoptimalkan upaya pencarian terhadap dua korban yang masih belum ditemukan. Strategi pencarian disesuaikan dengan kondisi arus, gelombang, dan hasil evaluasi di lapangan. Kami berharap kedua korban dapat segera ditemukan sehingga dapat memberikan kepastian bagi keluarga yang menunggu,” ujar I Made Oka Astawa.
Berdasarkan kondisi cuaca di lokasi operasi, cuaca terpantau cerah berawan dengan arah angin utara ke selatan, kecepatan arus sekitar 0,5 knot ke arah selatan, serta tinggi gelombang berkisar 1 hingga 1,5 meter sehingga operasi pencarian masih dapat dilaksanakan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan
(Tri )


