JAKARTA โ Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dinilai memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi kerakyatan yang mampu memperkuat kesejahteraan masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Melalui kolaborasi lintas sektor serta keterlibatan generasi muda, program ini diyakini dapat menjadi salah satu fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Ketua Umum Asosiasi Mentor Koperasi dan UMKM Indonesia (AMKI), Tri Wuryantoro, menegaskan bahwa keberadaan KDKMP bukan sekadar wadah usaha bersama, tetapi merupakan instrumen strategis untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Menurutnya, koperasi harus bertransformasi menjadi organisasi yang adaptif, profesional, dan mampu menjawab tantangan zaman melalui pemanfaatan teknologi digital, tata kelola yang baik, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“KDKMP harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dengan tata kelola yang profesional dan melibatkan seluruh elemen, khususnya generasi muda, koperasi akan menjadi kekuatan ekonomi rakyat yang sesungguhnya,” ujar Tri.
Ia menjelaskan, bonus demografi yang tengah dimiliki Indonesia merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan melalui penguatan ekosistem kewirausahaan dan koperasi. Generasi muda dinilai memiliki kreativitas, kemampuan beradaptasi dengan teknologi, serta semangat inovasi yang dibutuhkan untuk membawa koperasi memasuki era ekonomi digital.
Tri menambahkan bahwa keterlibatan anak muda tidak hanya sebatas menjadi anggota koperasi, tetapi juga sebagai inovator, pengelola, hingga penggerak lahirnya berbagai model bisnis baru yang mampu meningkatkan daya saing produk lokal.
Selain itu, ia mendorong agar KDKMP menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, lembaga keuangan, dan masyarakat. Sinergi tersebut diyakini mampu mempercepat lahirnya koperasi modern yang kuat secara kelembagaan sekaligus berdaya saing di tingkat nasional.
Ia juga menilai penguatan koperasi sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan pemberdayaan ekonomi rakyat sebagai salah satu prioritas. Pemerintah sendiri terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan peran generasi muda sebagai motor pertumbuhan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.
Lebih lanjut, Tri berharap KDKMP mampu menjadi contoh keberhasilan ekonomi berbasis gotong royong yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan dukungan berbagai pihak, koperasi diyakini dapat menjadi solusi dalam menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM, meningkatkan kesejahteraan anggota, serta mengurangi kesenjangan ekonomi di berbagai daerah.
“Semangat gotong royong yang menjadi ruh koperasi harus terus diperkuat. Jika dikelola secara profesional dan didukung inovasi generasi muda, saya optimistis KDKMP akan menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan ekonomi kerakyatan yang tangguh sekaligus mengantarkan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Red Irwan Hasiholan


