JAKARTA – Rektor Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA), Prof. Dr. H. Sumaryoto, menegaskan pentingnya transformasi organisasi alumni melalui pembangunan database terpadu yang mampu menghimpun seluruh lulusan UNINDRA. Menurutnya, pendataan yang akurat terhadap sekitar 112 ribu alumni akan menjadi fondasi utama dalam menyusun berbagai program strategis yang berdampak bagi kemajuan almamater maupun para alumni itu sendiri.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan Pelantikan Pengurus Keluarga Alumni Universitas Indraprasta PGRI (KALUNI UNINDRA) Periode 2026–2029 di Aula PGRI, Jakarta.
Prof. Sumaryoto menjelaskan bahwa keberadaan organisasi alumni tidak cukup hanya menjadi wadah silaturahmi. Lebih dari itu, KALUNI harus mampu membangun sistem informasi alumni yang terintegrasi sehingga seluruh potensi lulusan dapat dipetakan berdasarkan profesi, kompetensi, wilayah, hingga bidang keahlian.
“Jika data alumni tersusun dengan baik, maka organisasi akan memiliki arah yang jelas dalam menyusun program. Kita bisa membangun jejaring profesional, membuka peluang kerja sama, mengembangkan karier alumni, hingga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kampus,” ujarnya.
Ia menilai, jumlah alumni UNINDRA yang telah mencapai sekitar 112 ribu orang merupakan modal sosial yang sangat besar. Namun potensi tersebut hanya dapat dimanfaatkan secara maksimal apabila didukung oleh sistem pendataan yang modern, terbarukan, dan mudah diakses.
Menurutnya, database alumni juga akan menjadi instrumen penting dalam memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah, serta masyarakat. Dengan demikian, alumni tidak hanya berperan sebagai lulusan, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam pengembangan pendidikan tinggi.
Prof. Sumaryoto berharap kepengurusan baru KALUNI mampu menjadikan digitalisasi organisasi sebagai salah satu prioritas utama. Pendataan alumni yang terintegrasi diyakini akan memudahkan pelaksanaan berbagai program seperti pelatihan, pengembangan kompetensi, beasiswa, mentoring mahasiswa, hingga penguatan jejaring bisnis dan profesional antaralumni.
Selain itu, data yang akurat juga dinilai dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan kampus, termasuk peningkatan kualitas lulusan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri. Pendekatan berbasis data kini menjadi salah satu aspek penting dalam tata kelola pendidikan tinggi modern.
Ia juga mengajak seluruh alumni untuk memiliki rasa kepedulian terhadap almamater dengan aktif memperbarui data pribadi serta berpartisipasi dalam setiap program yang dijalankan organisasi.
“Kampus tidak bisa berkembang sendirian. Dukungan alumni sangat dibutuhkan, baik melalui gagasan, pengalaman, jejaring, maupun kontribusi nyata yang mampu memberikan manfaat bagi generasi berikutnya,” katanya.
Melalui penguatan database terpadu dan konsolidasi organisasi, KALUNI UNINDRA diharapkan mampu bertransformasi menjadi organisasi alumni yang modern, adaptif, serta menjadi mitra strategis universitas dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas kolaborasi, dan mencetak lulusan yang semakin kompetitif di tingkat nasional maupun global.
Red Irwan Hasiholan


