mediapatriot.co.id | Garut | Berita Hari Ini | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB melaksanakan program pelatihan pembuatan pupuk kompos ramah lingkungan berbasis bioaktivator bersama masyarakat Desa Sukamulya, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani dalam memanfaatkan limbah organik sebagai pupuk berkualitas sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia yang harganya terus meningkat dan ketersediaannya sering terbatas.
Desa Sukamulya memiliki potensi besar di sektor pertanian dengan luas lahan mencapai 213,40 hektare. Sebagian besar masyarakat menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, hingga perkebunan. Namun, tingginya penggunaan pupuk kimia dan belum optimalnya pemanfaatan limbah organik menjadi tantangan dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
Melalui program bertajuk “Pupuk Kompos Ramah Lingkungan dengan Bioaktivator Guna Memaksimalkan Hasil Panen”, mahasiswa KKNT Inovasi IPB memperkenalkan teknologi sederhana yang memanfaatkan bioaktivator untuk mempercepat proses dekomposisi bahan organik menjadi pupuk kompos berkualitas.
Bioaktivator merupakan mikroorganisme yang mampu mempercepat proses fermentasi sehingga pembuatan kompos yang biasanya memerlukan waktu berbulan-bulan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua hingga empat minggu. Selain mempercepat proses penguraian, bioaktivator juga meningkatkan kandungan unsur hara sehingga kompos menjadi lebih berkualitas dan ramah lingkungan.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan perangkat desa, anggota Kelompok Tani Hutan (KTH), pengelola Perhutanan Sosial, serta masyarakat Desa Sukamulya. Peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya pertanian berkelanjutan, dampak penggunaan pupuk kimia secara berlebihan, serta manfaat pupuk organik terhadap kesuburan tanah dan produktivitas tanaman.
Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti praktik langsung pembuatan pupuk kompos mulai dari pemilihan bahan baku, pencacahan limbah organik, pencampuran bioaktivator, pengaturan kelembapan, proses fermentasi hingga teknik pemeliharaan kompos agar menghasilkan pupuk yang berkualitas.
Bahan baku yang digunakan berasal dari sumber daya lokal seperti jerami sisa panen, dedaunan kering, gulma, limbah sayuran, sekam padi, serta kotoran ternak. Pemanfaatan bahan-bahan tersebut dinilai mampu mengurangi limbah pertanian sekaligus menekan biaya produksi petani.
Penggunaan pupuk kompos berbasis bioaktivator memberikan berbagai manfaat, di antaranya meningkatkan kandungan bahan organik tanah, memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air, serta mendukung aktivitas mikroorganisme yang menjaga kesuburan tanah. Selain itu, pupuk organik juga membantu meningkatkan pertumbuhan akar, memperkuat daya tahan tanaman terhadap penyakit, dan berpotensi meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan. Mereka aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta mempraktikkan langsung proses pembuatan kompos yang dinilai mudah diterapkan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar lingkungan.
Keberhasilan kegiatan mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Sukamulya dan berbagai pihak, termasuk Bapak Dase dari Koperasi Al-Bayyinah Sejahtera, Perhutanan Sosial Desa Sukamulya, sekaligus Koordinator Kelompok Tani Hutan Desa Sukamulya. Dukungan tersebut meliputi penyediaan bahan baku, bioaktivator, serta koordinasi dengan kelompok tani selama pelaksanaan program.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKNT Inovasi IPB berharap masyarakat Desa Sukamulya dapat terus menerapkan pembuatan pupuk kompos berbasis bioaktivator secara mandiri sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian, menekan biaya produksi, menjaga kelestarian lingkungan, serta memperkuat kemandirian petani dalam mewujudkan sistem pertanian yang berkelanjutan.
Penulis: Zahra Nabila, Annisa Hadjar Diefa Purwono, Rizky Ananda Nasution, Ladiya Dara Athala, Subur Wijaya, Farhan Muhammad Zhafran, Nadiea Khairunnisa Kurniawati.
Organisasi/Kegiatan: KKNT Inovasi Desa Sukamulya, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut.
(Redaksi)


