Kota Bekasi, MPN
Pengurus RW 04 Kelurahan Bantargebang, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, telah menyerap dana hibah untuk program Lingkungan RW Bekasi Keren (Lingkar Beken) untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana yang dibutuhkan lingkungan. Anggaran sebesar Rp 100 juta terserap secara merata untuk menunjang kegiatan kemasyarakatan.
Melalui dana hibah Lingkar Beken ini, para pengurus RW 04 Bantargebang mendistribusikan beberapa item pengadaan barang kepada para penerima manfaat seperti pengelola bank sampah, Posyandu, dan pengurus RT. Adapun rincian barang yang dibelanjakan antara lain laptop, mesin printer, dan kipas angin untuk pelayanan administrasi pengurus RT.
Selain itu untuk pengadaan handy talkie, mikrofon, perangkat audio, sound sistem, dan televisi untuk penunjang kegiatan komunikasi dan informasi. Lalu untuk pengadaan alat pemadam api ringan, alat timbang dan ukur badan, meja periksa, gerobak sampah, alat fogging, mesin potong rumput, tabung oksigen, dan tempat sampah untuk penunjang kebersihan, kesehatan, keamanan lingkungan.
Sedangkan untuk menunjang kegiatan kemasyarakatan, pengurus RW 04 Bantargebang melaksanakan pengadaan barang berupa kursi plastik, meja lipat, tangga alumunium, tenda, terpal dan tikar plastik. Semua item barang ini diterima langsung para penerima manfaat dan menjadi aset lingkungan untuk kebutuhan masyarakat.
Saat diajak berbincang, Ketua RW 04 Bantargebang, H Nurjaya Samsudin, SE, mengungkapkan respon positif terhadap program Lingkar Beken yang digagas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi. “Program ini memberikan manfaat luar biasa bagi masyarakat dalam mengelola lingkungan, terutama untuk memenuhi sarana lingkungan yang dibutuhkan untuk kegiatan kemasyarakat di seluruh sektor, bahkan memacu semangat masyarakat untuk bersama mengelola lingkungannya,” tegasnya.
Nurjaya menyebut, seluruh barang yang sudah ada menjadi aset lingkungan dan dapat digunakan masyarakat yang membutuhkan. “Jadi aset lingkungan, semua masyarakat boleh menggunakan, yang penting dijaga agar awet tidak rusak sehingga bisa digunakan secara maksimal,” katanya.
Samsudin berharap program ini dilanjutkan kembali di tahun-tahun mendatang. “Masih ada beberapa sarana dan prasarana yang dimiliki lingkungan, nakanya kami berharap program Lingkar Bekel ini dilanjutkan lagi sanpai semua kebutuhan sarana lingkungan terpenuhi,” pungkasnya. (Mul)



