PALANGKARAYA, MEDIAPATRIOT.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah resmi menaikkan status penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Siaga Darurat menjadi Tanggap Darurat. Keputusan strategis ini diambil menyusul kian meluasnya titik api di lahan gambut dalam dan mulai memburuknya kualitas udara akibat kepungan asap pekat di sejumlah wilayah kabupaten dan kota.
Kebakaran Lahan Gambut Dalam dan Kendala Pemadaman
Kondisi karhutla di Kalimantan Tengah saat ini memasuki fase krusial karena mayoritas kebakaran terjadi di atas tanah gambut dengan kedalaman mencapai 2 hingga 3 meter. Sifat lahan gambut yang menyimpan bara di bawah permukaan membuat api sangat sulit dipadamkan secara permanen, bahkan kepulan asap tebal terus diproduksi meski api di permukaan tanah terlihat sudah padam.
Tim Satgas Darurat Karhutla Kalteng melaporkan kawasan lingkar luar Kota Palangkaraya dan Kabupaten Pulang Pisau menjadi wilayah terdampak paling parah. Petugas pemadam darat menghadapi kendala hidran dan sumur bor yang mulai mengering akibat kemarau panjang, ditambah cuaca ekstrem dengan suhu udara menyentuh 36 derajat Celsius yang memicu api melompat cepat ke area vegetasi baru.
Pengerahan Water Bombing dan TMC Skala Besar
Guna mempercepat proses lokalisasi dan pemadaman titik api yang sulit dijangkau moda darat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan bantuan tambahan berupa 4 unit helikopter water bombing. Armada udara ini fokus melakukan pengeboman air secara berkala di kawasan hutan lindung dan perimeter luar pemukiman penduduk yang mulai terancam lidah api.
Selain pemadaman taktis dari udara, Pemprov Kalteng berkolaborasi dengan BMKG juga mengupayakan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk menyemai awan hujan buatan di langit Kalimantan Tengah. Operasi tmc ini dinilai menjadi solusi paling efektif untuk membasahi kembali kubah gambut yang mengering sekaligus meluruhkan partikel debu serta kabut asap yang mulai mengganggu jarak pandang penerbangan di Bandara Tjilik Riwut.
Dampak Kualitas Udara dan Kesiapan Sektor Kesehatan
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah mengonfirmasi bahwa indeks standar pencemaran udara (ISPU) di Palangkaraya telah menyentuh kategori Tidak Sehat. Lonjakan kasus warga yang terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) meningkat hingga 35 persen dalam sepekan terakhir, didominasi oleh kelompok rentan seperti anak balita dan lansia.
Merespons situasi darurat kesehatan tersebut, pemerintah daerah telah menginstruksikan seluruh rumah sakit dan puskesmas untuk membuka posko kesehatan 24 jam gratis serta membagikan ribuan masker respirator standar secara massal kepada pengendara di jalan raya. Sektor pendidikan pun mulai bersiap menerapkan skema pembelajaran jarak jauh (online) jika pemantauan kualitas udara dalam dua hari ke depan menunjukkan tren pemburukan yang kian membahayakan keselamatan siswa sekolah.



