PALANGKARAYA, MEDIAPATRIOT.CO.ID – Kabut asap tipis mulai menyelimuti wilayah Kota Palangkaraya seiring meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membakar kawasan lahan gambut dalam. Tim Satgas Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah kini menetapkan status siaga darurat menyusul titik api yang dilaporkan mulai merembet mendekati area pemukiman padat penduduk di pinggiran ibu kota provinsi.
Kondisi Lahan Gambut dan Kendala Lapangan
- Karakteristik Kebakaran: Api membakar lapisan bawah tanah gambut sedalam 1 hingga 2 meter, membuat kepulan asap tebal terus keluar meski api di permukaan terlihat padam.
- Lokasi Paling Parah: Titik kebakaran terparah terdeteksi di kawasan Jalan Mahir Mahar dan lingkar luar Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
- Faktor Cuaca: Suhu ekstrem yang mencapai 35 derajat Celsius disertai hembusan angin kencang khas musim kemarau membuat proses lokalisasi api berjalan lambat.
Pengerahan Personel Gabungan dan Water Bombing
Menghadapi situasi yang kian mengkhawatirkan, Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalimantan Tengah mengerahkan ratusan personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Manggala Agni, hingga sukarelawan pemadam swadaya masyarakat. Karena keterbatasan sumber air di darat akibat sumur bor yang mulai mengering, operasi pemadaman kini diperkuat oleh helikopter water bombing dari BNPB yang melakukan pengeboman air secara berkala di titik-titik krusial yang sulit dijangkau armada darat.
Dampak Kesehatan dan Imbauan Resmi Pemerintah
Dinas Kesehatan setempat melaporkan adanya tren kenaikan jumlah warga yang mengeluhkan gangguan pernapasan atau ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), terutama pada anak-anak dan lansia. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengimbau seluruh masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan secara berlebihan dan wajib menggunakan masker medis apabila terpaksa keluar rumah. Selain itu, warga dilarang keras membuka lahan perkebunan dengan cara membakar karena sanksi pidana berat menanti para pelaku pembakaran hutan.



