Minggu | 9 Agustus 2026 | Pukul | 14:00 | WIB
Mediapatriot.co.id | Langkat | Sumatera Utara | Berita Terkini โ Membangun keamanan tidak selalu harus dimulai dari sirene, patroli malam, maupun penindakan terhadap pelaku kejahatan.
Ada ruang lain yang tidak kalah strategis, yakni membangun komunikasi, menumbuhkan kepercayaan, dan memastikan masyarakat melihat polisi sebagai bagian dari kehidupan sosial mereka.
Pendekatan itulah yang tampak dalam kegiatan Minggu Kasih Polres Langkat bersama jemaat GPdI Lembah Pujian, Jalan Kutab Pajak Stabat Kota, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Minggu (9/8/2026).
Kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial kepolisian.
Di balik kehadiran Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H. Tambunan, S.E., S.I.K., bersama jajaran, terdapat pesan yang lebih substantif: keamanan publik akan jauh lebih kuat apabila dibangun melalui hubungan yang sehat antara aparat penegak hukum dan masyarakat.
Kapolres Langkat hadir didampingi Kapolsek Stabat AKP Zulkarnain, sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Langkat serta personel Polsek Stabat.
Sekitar pukul 09.55 WIB, rombongan kepolisian bersama jemaat memasuki rumah ibadah untuk mengikuti rangkaian ibadah Minggu yang dipimpin Pdt. Budi Kasenda, S.Th.
Suasana ibadah berlangsung khidmat. Namun, nilai penting kegiatan justru semakin terlihat setelah ibadah selesai, ketika ruang komunikasi antara kepolisian dan jemaat dibuka secara langsung.
Polisi Tidak Hanya Datang Ketika Ada Persoalan
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Langkat menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada jemaat.
Ia menegaskan bahwa keberadaan polisi di tengah masyarakat tidak semata-mata berkaitan dengan penegakan hukum.
Polisi, kata dia, juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan, perlindungan, pengayoman sekaligus membangun rasa aman.
โJangan takut kepada polisi, karena polisi adalah pelayan masyarakat. Kami hadir untuk melindungi dan memberikan rasa aman,โ ujar Kapolres Langkat.
Pernyataan tersebut menjadi penting di tengah kebutuhan masyarakat terhadap institusi kepolisian yang tidak hanya hadir ketika terjadi tindak pidana, tetapi juga mampu membangun komunikasi sebelum persoalan keamanan berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Dalam perspektif pemeliharaan kamtibmas, masyarakat bukan sekadar objek yang harus dijaga.
Masyarakat merupakan bagian penting dari sistem keamanan itu sendiri.
Karena itu, komunikasi dua arah antara polisi dan masyarakat menjadi salah satu fondasi dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan secara lebih dini.
Kapolres pun mengajak jemaat GPdI Lembah Pujian untuk tidak ragu membangun sinergi dengan kepolisian.
Setiap informasi mengenai potensi gangguan kamtibmas di lingkungan masyarakat diharapkan dapat segera disampaikan kepada aparat.
Pesan tersebut secara tidak langsung menempatkan masyarakat sebagai mata dan telinga kepolisian di lingkungan masing-masing.
Keamanan Tidak Bisa Dibangun Hanya dari Kantor Polisi
Kehadiran Kapolres Langkat di tengah jemaat memperlihatkan pendekatan bahwa menjaga keamanan tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan personel maupun perangkat penegakan hukum.
Keamanan yang berkelanjutan membutuhkan partisipasi masyarakat.
Persoalan sosial sering kali muncul dan berkembang di tengah lingkungan masyarakat sebelum akhirnya masuk ke dalam ranah penegakan hukum.
Karena itu, komunikasi langsung dengan warga menjadi ruang penting bagi kepolisian untuk mendengar berbagai dinamika yang berkembang.
Dalam konteks tersebut, Minggu Kasih dapat dipandang sebagai jembatan sosial antara institusi kepolisian dan masyarakat.
Polisi hadir bukan hanya untuk berbicara mengenai hukum, tetapi juga membangun kedekatan psikologis agar masyarakat memiliki keberanian untuk menyampaikan informasi maupun persoalan yang mereka hadapi.
Pendekatan humanis semacam ini menjadi semakin relevan ketika kepercayaan publik menjadi salah satu modal utama dalam menjalankan tugas kepolisian.
Kapolres Kenalkan Layanan 110
Selain mengajak masyarakat menjaga kamtibmas secara bersama-sama, Kapolres Langkat juga menyampaikan informasi mengenai Call Center 110 Polres Langkat.
Layanan tersebut dapat digunakan masyarakat untuk menyampaikan informasi maupun membutuhkan bantuan kepolisian tanpa harus terlebih dahulu datang ke kantor polisi.
โApabila tidak memungkinkan bertemu langsung dengan petugas polisi, masyarakat dapat menghubungi Call Center 110. Layanan ini gratis, dapat dihubungi kapan saja dan di mana saja, karena kami siaga 1ร24 jam,โ tegasnya.
Sosialisasi layanan tersebut memiliki arti penting karena kecepatan penyampaian informasi dapat menjadi faktor penting dalam merespons suatu persoalan.
Masyarakat yang mengetahui saluran pengaduan dan komunikasi resmi akan memiliki pilihan yang lebih jelas ketika menemukan adanya gangguan keamanan maupun membutuhkan kehadiran polisi.
Di sisi lain, pemanfaatan layanan tersebut juga menuntut masyarakat untuk menyampaikan informasi secara bertanggung jawab dan berdasarkan fakta, sehingga komunikasi antara warga dan kepolisian dapat berjalan efektif.
Dari Rumah Ibadah, Pesan Persatuan Diperkuat
Kegiatan Minggu Kasih di GPdI Lembah Pujian juga membawa dimensi sosial yang lebih luas.
Rumah ibadah bukan hanya tempat berlangsungnya aktivitas keagamaan, tetapi juga merupakan salah satu ruang sosial tempat masyarakat membangun kebersamaan, kepedulian dan solidaritas.
Kehadiran kepolisian di ruang tersebut memperlihatkan bahwa upaya menjaga keamanan memiliki dimensi yang luas dan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat.
Dalam masyarakat yang heterogen, komunikasi lintas kelompok menjadi penting untuk memastikan keamanan tidak hanya dipahami sebagai bebas dari tindak kriminal, tetapi juga mencakup terciptanya suasana sosial yang damai, saling menghormati dan tidak mudah terprovokasi.
Karena itu, kedekatan aparat dengan komunitas keagamaan dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat komunikasi sosial sekaligus mencegah munculnya kesalahpahaman yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Minggu Kasih Bukan Sekadar Foto Bersama
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama Kapolres Langkat, pendeta, personel kepolisian dan jemaat.
Namun, makna kegiatan tersebut tidak semestinya berhenti pada dokumentasi.
Foto bersama hanyalah simbol.
Substansi sesungguhnya terletak pada komunikasi yang telah dibangun dan hubungan yang diharapkan terus berlanjut setelah kegiatan selesai.
Polisi membutuhkan masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai dinamika kamtibmas.
Sebaliknya, masyarakat membutuhkan polisi sebagai institusi yang mampu memberikan perlindungan dan kepastian ketika menghadapi persoalan hukum maupun gangguan keamanan.
Hubungan timbal balik tersebut tidak dapat dibangun dalam waktu singkat.
Ia membutuhkan konsistensi, keterbukaan, pelayanan yang responsif serta keberanian institusi untuk terus berada di tengah masyarakat.
Implementasi Polisi Langkat Garuda Ksatria
Polres Langkat menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari implementasi program Polisi Langkat Garuda Ksatria, sebuah pendekatan yang diinisiasi Kapolres Langkat dengan semangat โGagah Berani untuk Dicintai Masyarakat, Kuat, Sadar Aturan, Taat, Responsibility, Inovatif, dan Aman.โ
Program tersebut menempatkan kedekatan dengan masyarakat sebagai salah satu bagian dari strategi pemeliharaan keamanan.
Pesan yang ingin dibangun cukup jelas: polisi tidak hanya dituntut mampu bertindak tegas ketika hukum dilanggar, tetapi juga harus mampu hadir secara humanis sebelum persoalan berkembang menjadi gangguan kamtibmas.
Di sinilah prinsip โSatu Langkah, Satu Hati untuk Langkat yang Aman dan Damaiโ memperoleh relevansinya.
Keamanan bukan pekerjaan satu institusi.
Polisi memiliki kewenangan penegakan hukum, tetapi masyarakat memiliki kekuatan sosial untuk menjaga lingkungannya.
Tokoh agama memiliki pengaruh moral, sementara tokoh masyarakat mempunyai peran dalam menjaga kohesi sosial.
Jika seluruh kekuatan tersebut berjalan dalam satu arah, maka keamanan tidak hanya menjadi slogan, tetapi dapat tumbuh sebagai budaya bersama.
Membangun Kepercayaan Adalah Pekerjaan Jangka Panjang
Minggu Kasih Polres Langkat bersama jemaat GPdI Lembah Pujian pada akhirnya memberikan pesan bahwa wajah kepolisian dapat dibangun melalui interaksi yang dekat, terbuka dan komunikatif.
Kehadiran Kapolres bersama jajaran di tengah jemaat menjadi ruang untuk memperkenalkan bahwa polisi bukan institusi yang hanya hadir ketika masyarakat berhadapan dengan persoalan hukum.
Lebih dari itu, polisi diharapkan menjadi mitra masyarakat dalam menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif.
Sebab, keamanan yang kokoh tidak lahir semata-mata dari banyaknya personel yang berpatroli, tetapi juga dari kepercayaan masyarakat untuk berbicara, keberanian warga menyampaikan informasi, serta kesediaan aparat mendengar dan merespons setiap persoalan secara profesional.
Dari Stabat, pesan itu kembali ditegaskan: ketika polisi bersedia mendekat kepada masyarakat, dan masyarakat membuka ruang komunikasi dengan polisi, maka keamanan tidak lagi menjadi tanggung jawab sepihak.
Ia berubah menjadi komitmen bersama.
(Kabiro Langkat | Mediapatriot.co.id)
MEDIAPATRIOT.CO.ID
โTajam dalam mengabarkan, berimbang dalam menyajikan, dan berpijak pada fakta.โ



