JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) secara resmi meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul beredarnya potongan video amatir di berbagai platform media sosial yang menarasikan adanya seruan aksi demonstrasi massal menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa seluruh konten rekaman yang menggambarkan situasi kerusuhan dan ajakan turun ke jalan tersebut merupakan berita bohong atau hoaks yang sengaja disebarkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk mengganggu stabilitas keamanan nasional.
Hasil penelusuran tim literasi digital dan fact-check kementerian menunjukkan bahwa video yang beredar masif di platform TikTok, X (Twitter), dan grup WhatsApp tersebut menggunakan metode manipulasi konten. Sejumlah potongan gambar yang ditampilkan diketahui merupakan dokumentasi lama dari peristiwa unjuk rasa tahun-tahun sebelumnya, serta gabungan cuplikan aksi demonstrasi di luar negeri yang sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan situasi domestik saat ini. Narasi yang dibangun di dalam video tersebut dinilai sengaja memanfaatkan momentum persiapan perayaan kemerdekaan 17 Agustus untuk memicu keresahan dan menggiring opini publik secara negatif.
Menkomdigi mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan menghentikan penyebaran video tersebut demi menjaga kondusivitas ruang digital. Pihak kementerian bersama dengan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri saat ini tengah melakukan pemantauan ketat serta pelacakan terhadap akun-akun utama yang menjadi sumber pertama penyebar konten disinformasi tersebut. Penegakan hukum secara tegas akan diberlakukan sesuai dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) bagi siapa saja yang sengaja menciptakan kegaduhan publik melalui penyebaran berita palsu di dunia maya.



