79 Tahun Brandan Bumi Hangus: Merawat Ingatan Perjuangan, Menyalakan Semangat Kedaulatan dari Pangkalan Berandan

Kamis | 13 Agustus 2026 | Pukul | 15:00 | WIB

Mediapatriot.co,id | Langkat | Sumatera Utara | Berita Terkini โ€“ Delapan puluh tahun kurang satu, waktu telah membawa Kabupaten Langkat semakin jauh dari sebuah peristiwa yang pernah mengubah wajah Pangkalan Berandan menjadi bara.

Namun sejarah tidak semestinya diperlakukan sebagai sekadar catatan masa lalu.

Ia adalah cermin untuk membaca bagaimana sebuah bangsa mempertahankan harga diri ketika kedaulatannya dipertaruhkan.

Semangat itulah yang kembali mengemuka dalam puncak peringatan Brandan Bumi Hangus (BBH) ke-79 yang berlangsung di Lapangan Petrolia Pertamina Pangkalan Berandan, Kabupaten Langkat, Kamis (13/8/2026).

Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H. Tambunan, S.E., S.I.K., hadir dalam momentum bersejarah tersebut bersama unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, veteran, pelajar dan berbagai elemen masyarakat.

Peringatan tahun ini mengusung tema โ€œDari Berandan Untuk Negeri, Menjaga Kedaulatan, Membangun Peradaban.โ€ Tema tersebut tidak berhenti pada simbol peringatan, tetapi membawa pesan bahwa nasionalisme tidak cukup diwariskan melalui seremoni.

Nilai perjuangan harus diterjemahkan ke dalam tanggung jawab generasi masa kini untuk menjaga persatuan, membangun daerah dan mempertahankan kepentingan bangsa.

Sebelum rangkaian acara puncak berlangsung, Plt. Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti, S.H., terlebih dahulu melepas peserta pawai karnaval kemerdekaan yang bergerak menuju lokasi upacara.

Kehadiran jajaran Forkopimda dan masyarakat dalam peringatan tersebut menjadi gambaran bahwa Brandan Bumi Hangus masih memiliki tempat penting dalam ingatan kolektif masyarakat Langkat.

Bukan Sekadar Kota yang Terbakar
Brandan Bumi Hangus bukan semata kisah tentang api yang melahap bangunan dan instalasi minyak.

Peristiwa 13 Agustus 1947 merupakan bagian dari episode perjuangan mempertahankan kemerdekaan ketika Pangkalan Berandan menjadi kawasan strategis karena keberadaan industri minyak.

Sejumlah sumber kesejarahan pemerintah mencatat bahwa pembumihangusan tersebut dilakukan para pejuang sebagai bagian dari perlawanan agar aset strategis perminyakan tidak kembali dikuasai penjajah.

Kajian sejarah juga mencatat bahwa pada 13 Agustus 1947, instalasi dan fasilitas industri perminyakan Pangkalan Berandan dibumihanguskan oleh rakyat dan para pejuang dalam situasi revolusi mempertahankan kemerdekaan.

Peristiwa tersebut kemudian dikenang sebagai Brandan Bumi Hangus dan diperingati setiap 13 Agustus.

Dengan demikian, api yang pernah berkobar di Pangkalan Berandan sesungguhnya menyimpan pesan yang jauh lebih besar daripada kehancuran fisik.

Di balik asap dan puing-puing itu terdapat pilihan sejarah: lebih baik kehilangan aset daripada membiarkan aset strategis bangsa kembali menjadi instrumen penjajahan.

Itulah sebabnya Brandan Bumi Hangus layak ditempatkan bukan hanya sebagai nostalgia lokal, tetapi sebagai bagian dari narasi panjang perjuangan mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia.

Kapolres: Semangat Perjuangan Jangan Berhenti di Masa Lalu
Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H. Tambunan menilai peringatan Brandan Bumi Hangus harus menjadi ruang refleksi bagi seluruh masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurutnya, semangat pantang menyerah yang ditunjukkan para pejuang terdahulu tidak boleh berhenti sebagai cerita yang hanya dibacakan setiap tahun.

โ€œSetiap tahun kita merayakan peristiwa Brandan Bumi Hangus. Peristiwa ini bukan hanya menjadi sejarah masyarakat Langkat, tetapi juga bagian dari semangat perjuangan bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan dan mengusir penjajahan dari bumi pertiwi,โ€ ujar Hannry.

Ia menegaskan, keberanian dan kegigihan para pejuang di Langkat merupakan warisan moral yang harus diteruskan dalam kehidupan masyarakat saat ini.

Semangat tersebut, kata dia, relevan untuk menghadapi berbagai tantangan zaman.

โ€œSemangat pantang menyerah dan kegigihan para pejuang di Bumi Langkat telah membuahkan hasil dalam perjuangan mengusir penjajah. Semangat itu pula yang harus terus bergelora di tengah masyarakat Langkat,โ€ katanya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa makna perjuangan tidak harus selalu diwujudkan melalui peperangan.

Jika dahulu perjuangan dilakukan untuk mempertahankan kemerdekaan dengan pengorbanan jiwa dan harta, maka generasi sekarang memiliki medan perjuangan yang berbeda: menjaga persatuan, melawan narkotika, membangun sumber daya manusia, menjaga keamanan, memperkuat ekonomi masyarakat serta memastikan pembangunan berjalan untuk kepentingan rakyat.

Tiorita: Jangan Biarkan Sejarah Kehilangan Makna

Sementara itu, Plt. Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti menegaskan bahwa peringatan Brandan Bumi Hangus tidak boleh terjebak dalam rutinitas seremonial.

Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut merupakan sarana untuk menghidupkan kembali kesadaran sejarah di tengah masyarakat.

โ€œPeringatan dan rangkaian kegiatan ini bukan sekadar seremonial belaka.

Kami mengharapkan generasi muda Langkat menghargai perjuangan serta menumbuhkan rasa cinta dan semangat untuk melestarikan jejak peninggalan Brandan Bumi Hangus,โ€ ujarnya.

Tiorita juga menempatkan peringatan BBH sebagai momentum edukasi, terutama bagi para pelajar dan generasi muda.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah perubahan zaman yang membuat generasi muda semakin dekat dengan informasi global, tetapi pada saat yang sama berpotensi semakin jauh dari akar sejarah daerahnya sendiri.

Sejarah lokal, apabila tidak dirawat, dapat berubah menjadi sekadar nama jalan, monumen, atau agenda tahunan tanpa pemahaman mendalam mengenai nilai yang terkandung di dalamnya.

Karena itu, Brandan Bumi Hangus perlu dipahami sebagai warisan intelektual dan moral masyarakat Langkat.

Dari Api Perjuangan Menuju Peradaban

Rangkaian peringatan BBH ke-79 tidak hanya berhenti pada upacara.
Berbagai kegiatan turut digelar, mulai dari Expo UMKM, perlombaan bertema Brandan Bumi Hangus dan kedaulatan bangsa, napak tilas, malam keakraban, pemberian penghargaan kepada veteran hingga drama kolosal yang menggambarkan kembali perjuangan Brandan Bumi Hangus.

Rangkaian kegiatan tersebut mempertemukan tiga dimensi sekaligus: sejarah, kebudayaan dan kehidupan masyarakat masa kini.

Expo UMKM, misalnya, menunjukkan bahwa mengenang sejarah tidak harus selalu dilakukan dengan menatap ke belakang.

Sejarah justru dapat menjadi energi untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Demikian pula keterlibatan pelajar dan generasi muda.

Mereka bukan hanya penonton sebuah peringatan, melainkan pewaris langsung nilai-nilai yang lahir dari perjuangan para pendahulu.

Ada pesan penting yang harus dibaca dari tema โ€œDari Berandan Untuk Negeri.โ€ Bahwa kontribusi terhadap Indonesia tidak selalu harus lahir dari pusat kekuasaan.

Dari sebuah kota di Kabupaten Langkat, pernah lahir keberanian mempertahankan aset strategis bangsa pada masa revolusi.

Sejarah itu kini menuntut bentuk pengabdian yang berbeda.

Jika dahulu para pejuang mempertaruhkan hidup demi mempertahankan kedaulatan, maka generasi hari ini harus mampu mempertaruhkan tenaga, pikiran dan integritas untuk memastikan kemerdekaan benar-benar menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.

Veteran Tidak Boleh Hanya Menjadi Simbol

Salah satu bagian penting dalam rangkaian peringatan adalah pemberian penghargaan kepada para veteran.

Penghormatan kepada veteran sejatinya bukan sekadar pemberian penghargaan di atas panggung.

Lebih dari itu, penghormatan tersebut merupakan pengakuan bahwa kemerdekaan Indonesia tidak lahir secara cuma-cuma.

Di balik bendera merah putih terdapat sejarah panjang pengorbanan manusia yang memilih berdiri ketika keadaan menuntut keberanian.

Karena itu, penghormatan kepada veteran harus berjalan beriringan dengan upaya mendokumentasikan sejarah secara serius.

Kesaksian para pelaku dan keluarga pejuang harus dirawat agar tidak hilang ditelan pergantian generasi.

Peringatan BBH akan memiliki makna yang lebih kuat apabila generasi muda tidak hanya mengetahui kapan peristiwa itu terjadi, tetapi juga memahami mengapa para pejuang mengambil keputusan yang begitu berat.

Sejarah sebagai Kompas Masa Depan
Brandan Bumi Hangus ke-79 pada akhirnya bukan hanya tentang mengenang sebuah kota yang pernah terbakar.

Ia adalah tentang bagaimana masyarakat Langkat membaca masa lalu untuk menentukan arah masa depan.

Peristiwa 13 Agustus 1947 tercatat sebagai bagian dari perjuangan mempertahankan aset strategis dan kedaulatan Republik di tengah agresi Belanda.

Kajian kesejarahan pemerintah bahkan menempatkan peristiwa tersebut sebagai bukti penting perjuangan para pejuang Sumatera Utara, khususnya Langkat, dalam mempertahankan martabat bangsa.

Kini, 79 tahun kemudian, tantangan bangsa telah berubah.

Tidak ada lagi pasukan kolonial yang datang dengan senjata untuk merebut Pangkalan Berandan.

Namun, perjuangan mempertahankan kedaulatan tetap memiliki wajah baru: kemiskinan, ketimpangan, narkotika, korupsi, disinformasi, lemahnya karakter generasi muda, hingga ancaman hilangnya identitas sejarah akibat derasnya arus perubahan zaman.

Di sinilah makna Brandan Bumi Hangus menemukan relevansinya.

Dahulu api digunakan untuk mencegah penjajahan menguasai aset bangsa.

Hari ini, semangat yang sama harus digunakan untuk menyalakan integritas, persatuan, keberanian dan tanggung jawab membangun negeri.

Pangkalan Berandan telah meninggalkan bara sejarah.

Tugas generasi sekarang bukan menghidupkan kembali apinya, melainkan menjaga agar semangat yang lahir dari api itu tidak pernah padam.

(Kabiro Langkat | Mediapatriot.co.id)

Mediapatriot.co.id โ€“ Mengawal Fakta, Merawat Sejarah, Menyuarakan Kepentingan Publik.

(Sumber: mediapatriot.co.id)

๐Ÿ“ฑ Unduh & Install Aplikasi Resmi MediaPatriot.co.id Baca berita Media Patriot lebih mudah di Android.
โฌ‡๏ธ UNDUH APK

Baca Juga: Berita Global, Jakarta, Bandung, Kota Bekasi, Aceh, Mesuji Lampung, Berita Artis, Berita Bisnis, Tentang Backlink Termurah.




๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Galeri Ucapan HUT RI Ke-81 ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81

BACA JUGA: Kerjasama Media di EKATALOG INAPROC LKPP untuk DISKOMINFO dan SKPD Lainnya


Informasi Iklan / Advertorial Klik
mediapatriot.co.id@gmail.com
atau Hubungi WhatsApp kami
08999208174


IKUTI CHANNEL MEDIAPATRIOT.CO.ID DI PONSELMU
Ikuti saluran Channel MediaPatriot.CO.ID di WhatsApp

Wartawan di lapangan dibekali Kode Sandi untuk membuka DAFTAR WARTAWAN >>>


Tentang Kami

Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang. Kami hadir untuk memberikan akses berita cepat dan akurat.

Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik dan menjunjung tinggi Kode Etik Dewan Pers. Dengan jaringan kontributor di berbagai daerah, kami menghadirkan berita lokal dengan cakupan nasional.

Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.

Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak.


>

Informasi Iklan / Advertorial Klik redaksi@mediapatriot.co.id