HALMAHERA TIMUR, mediapatriot.co.idย โ Di tengah riuh karnaval dan kibaran Merah Putih yang mewarnai peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Wasile Timur, satu sosok berhasil mencuri perhatian sekaligus menyentuh hati masyarakat.
Ia adalah Istiqomah, siswi berusia 15 tahun dari SLB Negeri 2 Halmahera Timur. Dengan penuh keberanian, Istiqomah ikut berjalan bersama peserta lainnya, membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk hadir, berekspresi, dan mengambil bagian dalam perayaan kemerdekaan.
Bagi sebagian orang, mengikuti karnaval mungkin merupakan kegiatan biasa. Namun, langkah Istiqomah membawa pesan lebih besar tentang kesetaraan dan kesempatan bagi penyandang disabilitas dalam kehidupan bermasyarakat.
Semangat Istiqomah bukan baru terlihat dalam karnaval. Pada 2026, ia juga mengikuti Musabaqah Tilawatil Qurโan (MTQ) tingkat Provinsi Maluku Utara di Sofifi dan berhasil meraih juara.
Prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga dan sekolah, tetapi juga membuktikan bahwa penyandang disabilitas mampu mengembangkan potensi serta mencatatkan prestasi ketika memperoleh dukungan dan kesempatan yang setara.
Keikutsertaan dan pencapaian Istiqomah mendapat apresiasi dari Camat Wasile Timur, Malawat Soar. Ia menilai semangat siswi SLB Negeri 2 Halmahera Timur itu patut menjadi inspirasi bagi masyarakat.
โKami memberikan apresiasi kepada Istiqomah yang sudah ikut memeriahkan karnaval HUT ke-81 RI. Semangatnya patut kita hargai. Apalagi tahun ini ia juga berhasil meraih prestasi di MTQ tingkat provinsi. Ini menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi,โ ujar Malawat.
Ia mengajak masyarakat agar tidak melihat penyandang disabilitas hanya dari keterbatasannya. Menurutnya, setiap anak memiliki potensi, keberanian, dan kesempatan yang sama untuk berkembang, berkarya, serta mengharumkan nama daerah.
Dari panggung MTQ tingkat Provinsi Maluku Utara di Sofifi hingga barisan Karnaval HUT ke-81 RI di Wasile Timur, Istiqomah telah menunjukkan bahwa mimpi tidak dibatasi oleh kondisi fisik.
Di tengah kemeriahan perayaan kemerdekaan, langkah Istiqomah menghadirkan makna yang lebih dalam. Kemerdekaan bukan hanya tentang perlombaan dan pesta rakyat, tetapi juga keberanian membuka ruang yang setara bagi setiap anak bangsa.
Kisah Istiqomah pun meninggalkan pesan kuat bagi masyarakat: jangan menilai seseorang dari keterbatasannya. Berikan kesempatan, sebab dari ruang yang inklusif dapat lahir keberanian, prestasi, dan mimpi yang luar biasa.



