Wasile, mediapatriot.co.id โ Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur terus memperkuat upaya menekan angka stunting melalui pemberian insentif kepada ibu hamil dan ibu menyusui di wilayah Wasile, Rabu (19/8/2026).
Program yang dilaksanakan melalui DP2KBP3A tersebut menyasar 404 penerima manfaat di Kecamatan Wasile, Wasile Timur, dan Wasile Tengah. Selain ibu hamil dan ibu menyusui, insentif juga diberikan kepada bidan desa yang menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Di Kecamatan Wasile, tercatat 134 ibu menyusui dan 42 ibu hamil menerima manfaat program tersebut.
Sekretaris Daerah Halmahera Timur, Ir. Ricky Chairul Richfat, S.T., M.T., mengatakan program itu menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menekan angka kematian ibu dan anak sekaligus mempercepat penurunan stunting.
Menurutnya, kebijakan tersebut juga sejalan dengan agenda nasional Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan sumber daya manusia Indonesia.
โTujuan pemerintah daerah adalah menekan angka kematian ibu dan anak serta menurunkan angka stunting di Halmahera Timur,โ ujar Ricky.
Insentif yang diberikan diharapkan dapat membantu para ibu memenuhi kebutuhan makanan tambahan bergizi selama masa kehamilan dan menyusui. Pemenuhan gizi sejak masa kehamilan dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan janin sekaligus mencegah gangguan pertumbuhan pada anak.
โHarapannya, tingkat kesehatan masyarakat semakin baik dan anak-anak yang dilahirkan tumbuh menjadi generasi yang sehat serta berkualitas,โ katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Sekda tidak hanya menyerahkan insentif, tetapi juga berdialog dengan ibu hamil, ibu menyusui, serta bidan desa. Dialog dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi pelayanan kesehatan dan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.
Keterangan dari para bidan desa akan menjadi bahan bagi pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak, khususnya di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih besar.
Ricky menegaskan bahwa penanganan stunting tidak dapat dilakukan pemerintah daerah sendiri. Upaya tersebut membutuhkan kolaborasi pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat.
โProgram ini harus dikawal bersama agar berjalan dengan baik, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,โ tegasnya.
Pemkab Halmahera Timur berharap pemberian insentif tidak hanya membantu kebutuhan penerima dalam jangka pendek, tetapi juga memperkuat kesadaran keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi, pemeriksaan kehamilan, serta pemantauan tumbuh kembang anak.
Melalui program itu, pemerintah daerah menargetkan lahirnya generasi Halmahera Timur yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas.



