Jakarta Pusat โ Ketua Umum Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Badan Gizi Nasional (APPBGN), Ahmad Yazid, menyampaikan aspirasi para mitra dan relawan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam aksi damai yang berlangsung di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2026).
Dalam aksi tersebut, Ahmad Yazid menegaskan bahwa gerakan yang dilakukan bukan merupakan bentuk penolakan terhadap Program Makan Bergizi Gratis. Sebaliknya, aksi tersebut merupakan dukungan moral agar program strategis pemerintah itu dapat terus berjalan dengan tata kelola yang lebih baik dan melibatkan seluruh pihak terkait.
โHari ini eskalasi memang menjadi sedikit menegang karena ternyata teman-teman mitra yang membawa relawannya sudah tidak sabar,โ ujar Ahmad Yazid.
Menurutnya, meningkatnya dinamika dalam aksi tersebut harus dipahami sebagai bentuk kekecewaan sekaligus kegelisahan para mitra dan relawan yang merasa aspirasi mereka belum sepenuhnya mendapatkan perhatian.
Ahmad Yazid menekankan bahwa APPBGN tetap mendukung keberlanjutan Program MBG. Namun, ia meminta Badan Gizi Nasional (BGN) segera melakukan evaluasi terhadap sejumlah kebijakan dan tata laksana program.
โDemo damai kita ini sebetulnya adalah dukungan moral terhadap keberlanjutan MBG, tetapi dengan catatan. Catatan yang paling besar dan paling utama adalah bagaimana MBG bisa mengevaluasi program-program kerjanya,โ katanya.
Ia menyebut terdapat sejumlah kebijakan yang perlu menjadi perhatian serius dalam proses pembenahan Program MBG. Ahmad Yazid mendorong penerapan prinsip reusing, efisiensi, dan moratorium sebagai bagian dari langkah evaluasi kebijakan.
Menurutnya, kebijakan yang selama ini diterapkan telah memberikan dampak langsung kepada para mitra dan relawan. Dampak tersebut juga dirasakan oleh pelaku usaha serta masyarakat yang terlibat dalam rantai kegiatan Program MBG.
โKebijakan yang lama ini berdampak kepada teman-teman mitra dan relawan, baik kepada para pedagang maupun masyarakat,โ ungkapnya.
Berharap Aspirasi Didengar Pemerintah
Ahmad Yazid berharap dinamika yang terjadi dalam aksi damai tersebut dapat membuka mata seluruh pemangku kepentingan. Ia berharap suara para mitra dan relawan dapat didengar oleh BGN, pemerintah, hingga pihak Istana.
โMudah-mudahan gerakan yang sedikit ada eskalasinya ini bisa membuat para stakeholder, bahkan mungkin dari Istana, bisa mendengar dan menerima kami untuk menyuarakan aspirasi seperti itu,โ ujarnya.
Lebih lanjut, Ahmad Yazid memberikan saran kepada BGN agar melakukan pembenahan secara menyeluruh. Menurutnya, salah satu langkah paling penting yang harus dilakukan adalah membuka ruang komunikasi dan diskusi dengan para mitra serta stakeholder.
โIya, berbenah. Dan yang paling utama itu adalah membuka ruang untuk diskusi,โ tegas Ahmad Yazid.
Ia juga menyoroti sulitnya para peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Menurutnya, meskipun akses jalan menuju kawasan kantor BGN tidak ditutup sepenuhnya oleh pihak kepolisian, ruang dialog dengan pihak yang berwenang menjadi harapan utama para peserta aksi.
Mitra Harus Dilibatkan dalam Pelaksanaan MBG
Ke depan, Ahmad Yazid berharap Program Makan Bergizi Gratis yang telah mendapatkan dukungan anggaran besar dapat dilaksanakan dengan tata kelola yang semakin baik, efektif, dan melibatkan seluruh pihak yang menjadi bagian dari ekosistem program.
APPBGN, kata dia, tetap mendukung keberlanjutan MBG karena program tersebut memiliki tujuan penting bagi masyarakat. Namun, dalam implementasinya, pemerintah dan BGN perlu memberikan ruang lebih besar kepada para mitra dan stakeholder.
โHarapan ke depan adalah BGN, program yang sudah menyedot anggaran begitu besar, kami dukung. Kemudian dalam tata laksana dan pengaplikasiannya harus melibatkan mitra dan stakeholder,โ pungkas Ahmad Yazid.
Aksi damai tersebut menjadi pesan bahwa para mitra dan relawan tetap memberikan dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis. Namun, dukungan tersebut disertai harapan agar BGN segera melakukan evaluasi, memperbaiki tata kelola, meningkatkan efisiensi, serta membuka ruang dialog yang konstruktif dengan seluruh pihak yang terdampak dan terlibat dalam pelaksanaan Program MBG.
Red Irwan Hasiholan



