BEKASI โ Pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Bantargebang mendapat dukungan dari kalangan dunia usaha. Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bekasi menilai proyek tersebut tidak hanya penting untuk menjawab persoalan sampah, tetapi juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru, memperluas lapangan kerja, dan mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi hijau di Kota Bekasi.
Ketua KADIN Kota Bekasi, Qadar Ruslan Siregar, menegaskan bahwa kehadiran PSEL harus dipandang sebagai langkah transformasi dalam mengubah persoalan lingkungan menjadi sumber daya yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat dan daerah.
PSEL di Bantargebang menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi sekaligus menghasilkan energi. Pemerintah Kota Bekasi sebelumnya telah melakukan sejumlah tahapan persiapan, mulai dari pembahasan desain hingga kerja sama dan percepatan pembangunan proyek tersebut.
Bagi KADIN Kota Bekasi, proyek strategis tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur semata. Dunia usaha lokal perlu mendapatkan ruang untuk ikut berpartisipasi dalam rantai ekonomi yang tercipta, baik melalui penyediaan barang dan jasa, keterlibatan kontraktor, pengembangan industri pendukung, maupun penyerapan tenaga kerja.
Qadar Ruslan Siregar memandang pembangunan PSEL dapat menjadi momentum penting bagi perubahan wajah Bantargebang. Kawasan yang selama ini identik dengan persoalan tumpukan sampah diharapkan mampu berkembang menuju pusat pengelolaan lingkungan modern yang memberikan manfaat ekonomi secara lebih luas.
โKita melihat PSEL bukan hanya sebagai proyek untuk menyelesaikan persoalan sampah. Lebih dari itu, ini merupakan peluang untuk membangun ekosistem ekonomi baru yang harus memberikan manfaat bagi masyarakat, tenaga kerja, dan pengusaha lokal,โ ujar Qadar.
KADIN Kota Bekasi juga mendorong agar pelaksanaan proyek membuka kesempatan yang proporsional bagi perusahaan-perusahaan lokal yang memiliki kompetensi dan kemampuan untuk terlibat. Sebelumnya, KADIN telah mengusulkan sejumlah skema kolaborasi, termasuk business matching, penyusunan database vendor lokal, pelibatan tenaga kerja daerah, hingga peningkatan penggunaan produk dalam negeri.
Menurut Qadar, investasi berskala besar akan memiliki dampak yang lebih kuat apabila mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah. Keterlibatan pelaku usaha lokal dinilai penting agar perputaran ekonomi dari proyek tersebut tidak hanya dinikmati oleh investor atau perusahaan besar.
โKami mendukung masuknya investasi dan teknologi. Namun yang juga penting adalah bagaimana pengusaha Kota Bekasi bisa menjadi bagian dari pembangunan. Jangan sampai proyek besar berdiri di Bekasi, tetapi pelaku usaha daerah hanya menjadi penonton,โ tegasnya.
Dukungan KADIN Kota Bekasi terhadap PSEL juga sejalan dengan semangat pengembangan ekonomi berkelanjutan. Pengelolaan sampah yang lebih modern diharapkan dapat mengurangi beban lingkungan sekaligus menciptakan nilai ekonomi dari sumber daya yang selama ini dianggap sebagai persoalan.
Dalam perkembangan terbaru, Qadar Ruslan Siregar juga hadir dalam agenda peresmian pembangunan PSEL di Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang. Ia menilai proyek tersebut dapat memberikan dampak strategis bagi lingkungan usaha, mulai dari peluang pasokan energi, terbukanya rantai usaha baru, hingga penguatan citra pembangunan ekonomi hijau.
Ke depan, KADIN Kota Bekasi berharap pembangunan PSEL dapat berjalan dengan baik, transparan, dan memberikan manfaat berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, investor, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci agar proyek tersebut tidak hanya sukses secara teknologi, tetapi juga berhasil menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Dengan demikian, PSEL Bantargebang diharapkan menjadi simbol perubahan. Dari kawasan yang selama puluhan tahun identik sebagai tempat pembuangan sampah, Bantargebang berpeluang berkembang menjadi bagian penting dari transformasi energi, ekonomi sirkular, dan pembangunan hijau di Kota Bekasi.
Red Irwan Hasiholan



