Mediapatriot.co.id | Magetan | Berita Terkini | –
MAGETAN โ Polres Magetan terus memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan makanan yang diberikan kepada masyarakat tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga aman, bersih dan layak dikonsumsi. Melalui Seksi Dokkes (Sidokkes) Polres Magetan, pemeriksaan keamanan pangan atau food safety dilakukan secara rutin terhadap menu MBG sebelum didistribusikan kepada para penerima manfaat. Langkah tersebut menjadi bentuk pengawasan preventif untuk memastikan setiap makanan yang diproduksi oleh SPPG Polres Magetan memenuhi standar keamanan pangan serta terhindar dari kemungkinan kandungan bahan berbahaya.
Pemeriksaan keamanan makanan tersebut dilakukan secara rutin oleh petugas Sidokkes Polres Magetan terhadap makanan yang telah selesai diproduksi. Pengawasan tidak hanya dilakukan dengan melihat kondisi makanan secara kasatmata, tetapi juga melalui pemeriksaan untuk memastikan makanan yang akan didistribusikan benar-benar memenuhi persyaratan keamanan.
Dalam pelaksanaannya, petugas menggunakan dua metode pemeriksaan, yakni pemeriksaan organoleptis dan pemeriksaan chemis. Pemeriksaan organoleptis dilakukan dengan mengamati kondisi makanan melalui bentuk, warna, bau dan rasa. Sementara pemeriksaan chemis dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya kandungan zat berbahaya dalam makanan.
Salah satu pemeriksaan dilaksanakan di SPPG Polres Magetan 3 Banyudono, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Selasa (1/9/2026). Petugas Sidokkes melakukan pengecekan terhadap enam jenis makanan dan buah yang menjadi bagian dari menu MBG sebelum makanan tersebut dibagikan kepada penerima manfaat.
Menu yang diperiksa meliputi nasi putih, telur balado, tempe goreng, selada, brokoli garlic dan buah semangka. Seluruh menu diperiksa untuk memastikan kondisi makanan tetap normal dan memenuhi standar kelayakan sebelum keluar dari SPPG untuk didistribusikan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan organoleptis, seluruh makanan yang diperiksa menunjukkan kondisi normal. Pemeriksaan meliputi bentuk, warna, bau dan rasa dari masing-masing makanan dan buah yang menjadi menu MBG.
Selain pemeriksaan organoleptis, petugas juga melakukan pemeriksaan secara chemis. Pemeriksaan tersebut dilakukan terhadap sejumlah zat yang berpotensi membahayakan apabila terdapat dalam makanan, antara lain arsenik, sianida, formalin dan nitrit.
Dari hasil pemeriksaan chemis yang dilakukan petugas, seluruh sampel makanan menunjukkan hasil negatif terhadap zat-zat berbahaya yang diperiksa. Dengan demikian, makanan dan buah yang menjadi menu MBG pada pemeriksaan tersebut dinyatakan layak untuk disajikan dan dikonsumsi oleh para penerima manfaat.
Kasi Dokkes Polres Magetan AIPTU Ari Eko P. mengatakan, pemeriksaan rutin tersebut merupakan langkah preventif untuk memberikan jaminan keamanan makanan sebelum program MBG didistribusikan kepada masyarakat.
โPemeriksaan rutin ini kami laksanakan dalam rangka memastikan keamanan dan kelayakan makanan bergizi gratis sebelum disalurkan kepada para penerima manfaat. Setiap menu kami periksa terlebih dahulu sehingga aspek keamanan pangan menjadi perhatian utama,โ ujar AIPTU Ari Eko.
Menurutnya, pengawasan keamanan makanan perlu dilakukan secara menyeluruh. Pemeriksaan tidak cukup hanya dengan melihat kondisi makanan, tetapi juga perlu dilakukan melalui pemeriksaan chemis untuk mendeteksi kemungkinan adanya bahan berbahaya.
โPemeriksaan dilakukan secara organoleptis meliputi bentuk, warna, bau dan rasa, kemudian dilanjutkan pemeriksaan secara chemis untuk mendeteksi kandungan seperti arsenik, sianida, formalin dan nitrit. Langkah ini kami lakukan secara rutin sebagai bentuk pengawasan dan upaya memberikan jaminan keamanan makanan bagi penerima manfaat,โ jelasnya.
Polres Magetan menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG di wilayah Kabupaten Magetan. Pengawasan tersebut tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan ketepatan distribusi, tetapi juga mencakup aspek kebersihan, kandungan gizi, keamanan pangan serta kelayakan makanan.
Melalui pemeriksaan yang dilakukan secara berkelanjutan, setiap menu yang diproduksi di SPPG diharapkan dapat melewati proses pengawasan sebelum sampai kepada penerima manfaat. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, aspek keamanan makanan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan pelaksanaan program tersebut di Kabupaten Magetan.
Dengan pengawasan rutin dari Sidokkes Polres Magetan, pelaksanaan MBG diharapkan dapat berjalan secara optimal, aman dan tepat sasaran. Pemeriksaan food safety juga menjadi bentuk keseriusan dalam memastikan makanan yang diterima masyarakat tidak hanya bergizi, tetapi juga memenuhi standar keamanan dan kelayakan konsumsi.
Reporter S diran media patriot co id Jawa Timur



