BSSN mendorong pengembangan aplikasi mandiri secara internal untuk perlindungan data nasional

JAKARTA — Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mendorong seluruh pengelola pusat data (data center) dan pemangku kepentingan industri kriptografi nasional untuk segera memperkuat infrastruktur keamanan siber. Langkah ini dinilai mendesak seiring dengan bergesernya ancaman siber yang kini menyasar fondasi utama infrastruktur informasi vital di Indonesia.

​Pesan tersebut disampaikan oleh Direktur Keamanan Siber dan Sandi Teknologi Informasi Komunikasi, Media, dan Transportasi BSSN, Nur Achmadi Salmawan, saat menjadi pembicara utama (keynote speaker) dalam seminar Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

​Dalam pemaparannya, Nur Achmadi menyoroti pergeseran paradigma keamanan pusat data. Jika satu dekade lalu fokus industri masih berpusat pada kapasitas daya, pendingin, dan keamanan fisik gedung, kini keamanan siber telah menjadi pilar paling krusial.

​”Keamanan fisik tidak lagi cukup. Keamanan siber kini menjadi fondasi baru bagi infrastruktur kritis kita. Terlebih sesuai Perpres No. 82 Tahun 2022, posisi data center berada di titik pusat risiko nasional karena seluruh layanan publik dan ekonomi digital bertumpu pada jaringan dan cloud di dalamnya,” ujar Nur Achmadi.

​Ia juga mengingatkan prinsip interdependent security, yakni keamanan satu fasilitas akan menentukan risiko seluruh sistem di atasnya. Pembelajaran ini berkaca dari insiden peretasan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) di Surabaya beberapa waktu lalu.

​Ancaman Siber Meningkat, 25 Persen Notifikasi Peringatan Diabaikan

​BSSN membeberkan data dari Security Operations Center (SOC) sepanjang tahun 2025 yang menunjukkan peningkatan ancaman siber yang signifikan:
​5,51 juta anomali lalu lintas data terpantau.
​13,9 juta aktivitas ransomware yang tergolong dalam insiden berskala atensi tinggi.
​44,7 juta data terekspos di darknet, berdampak langsung pada 461 instansi pemerintah.

​Namun, hal yang cukup mengkhawatirkan adalah tindak lanjut dari peringatan dini tersebut. Dari total 2.855 notifikasi potensi insiden siber yang dikirimkan BSSN ke berbagai instansi pemerintah maupun swasta sepanjang 2025, sekitar 25 persen di antaranya belum direspons secara memadai.

​Dua Agenda Strategis BSSN: Pembentukan CSIRT dan Anti-Kuantum
​Guna menghadapi dinamika ini, BSSN membawa dua agenda strategis untuk memperkuat ekosistem data center:
​Pembentukan CSIRT (Computer Security Incident Response Team):
Setiap penyelenggara pusat data diimbau membentuk tim tanggap insiden siber resmi. Tim ini bertindak sebagai titik sambung antara operator dan negara. BSSN menetapkan empat langkah mutlak, mulai dari penetapan struktur dan mandat, pembukaan kanal kontak resmi 24 jam, penyusunan playbook/SOP eskalasi insiden, hingga simulasi berkala.
​Penerapan Kriptografi Pasca-Kuantum (Post-Quantum Cryptography / PQC):
BSSN mengantisipasi ancaman “Harvest Now, Decrypt Later” di mana peretas mengumpulkan data terenkripsi hari ini untuk dibuka di masa depan menggunakan komputer kuantum.

Fase awal ancaman kuantum operasional diproyeksikan terjadi pada rentang tahun 2026–2030. Oleh karena itu, pengelola data diimbau mulai menginventarisasi sistem, memetakan ketergantungan algoritma (seperti RSA/ECC), serta membangun crypto-agility agar arsitektur sistem siap mengganti algoritma enkripsi secara cepat.

​Penguatan Kerja Sama dan Respon terhadap Tantangan AI

​Dalam sesi wawancara dengan media, Nur Achmadi menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan untuk memastikan peretas tidak dapat menembus lembaga negara.

​Ia menegaskan kembali dorongan BSSN agar setiap penyelenggara sistem elektronik membentuk tim tanggap insiden siber.
“Setiap organisasi itu didorong untuk membentuk tim tanggap insiden siber. Kalau istilah asingnya CSIRT, Cyber Security Incident Response Team. Semua organisasi penyelenggara sistem elektronik kalau bisa membentuk tim itu, jadi kalau ada insiden kita gampang koordinasi,” jelas Nur Achmadi.

​Menanggapi pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan tantangan keamanannya, ia mengingatkan agar seluruh pihak lebih waspada dan memperkuat proteksi dasar serta regulasi.

​”Kita harus hati-hati dengan perkembangan AI. Semua aplikasi yang nanti berbasis AI itu harus diperkuat dengan kriptografi, dengan kredensial yang kuat seperti username dan password supaya tidak bisa disalahgunakan. Sekarang kan lagi didorong regulasi AI, jadi dalam penggunaan AI itu nanti ada etikanya,” ungkapnya.

​Ia menambahkan bahwa penyalahgunaan AI untuk memalsukan identitas atau data harus ditindak tegas.

“Menyalahgunakan AI untuk memalsukan identitas harus ada sanksinya. Kalau etis, berarti didorong untuk semua pengguna menggunakan AI dengan cara yang benar.”

​Terkait perlindungan data nasional dari potensi kebocoran, BSSN juga mendorong pengembangan aplikasi mandiri secara internal. “Ya kita dorong untuk seperti itu, aplikasi sendiri lah nanti supaya nggak bocor ke mana-mana,” imbuhnya. (*)

Red Irwan Hasiholan

(Sumber: mediapatriot.co.id)

📱 Unduh & Install Aplikasi Resmi MediaPatriot.co.id Baca berita Media Patriot lebih mudah di Android.
⬇️ UNDUH APK

Baca Juga: Berita Global, Jakarta, Bandung, Kota Bekasi, Aceh, Mesuji Lampung, Berita Artis, Berita Bisnis, Tentang Backlink Termurah.




🇮🇩 Galeri Ucapan HUT RI Ke-81 🇮🇩

Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81

BACA JUGA: Kerjasama Media di EKATALOG INAPROC LKPP untuk DISKOMINFO dan SKPD Lainnya


Informasi Iklan / Advertorial Klik
mediapatriot.co.id@gmail.com
atau Hubungi WhatsApp kami
08999208174


IKUTI CHANNEL MEDIAPATRIOT.CO.ID DI PONSELMU
Ikuti saluran Channel MediaPatriot.CO.ID di WhatsApp

Wartawan di lapangan dibekali Kode Sandi untuk membuka DAFTAR WARTAWAN >>>


Tentang Kami

Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang. Kami hadir untuk memberikan akses berita cepat dan akurat.

Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik dan menjunjung tinggi Kode Etik Dewan Pers. Dengan jaringan kontributor di berbagai daerah, kami menghadirkan berita lokal dengan cakupan nasional.

Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.

Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak.


>

Informasi Iklan / Advertorial Klik redaksi@mediapatriot.co.id