Senin | 7 September 2026 | Pukul | 16:00 | WIB
Mediapatriot.co.id | Langkat | Sumatera Utara | Berita Terkini โ Banjir kembali memperlihatkan betapa rapuhnya sebagian kawasan permukiman ketika hujan berkepanjangan bertemu dengan meningkatnya debit aliran sungai.
Di Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, air mulai memasuki sejumlah lingkungan dan dusun, Senin (7/9/2026).
Genangan dengan ketinggian bervariasi hingga 50 sentimeter dilaporkan merendam sejumlah kawasan tempat tinggal masyarakat.
Sedikitnya 250 kepala keluarga (KK) tercatat terdampak berdasarkan pemantauan sementara personel Polsek Tanjung Pura di beberapa titik.
Situasi tersebut tidak hanya menjadi persoalan genangan air, tetapi juga menyangkut keselamatan warga, akses mobilitas, kesiapan evakuasi, hingga kemampuan pemerintah dan seluruh unsur terkait dalam merespons kemungkinan memburuknya kondisi.
Di tengah situasi itu, Polsek Tanjung Pura bergerak melakukan pemantauan langsung dari satu titik ke titik lainnya.
Personel tidak sekadar berdiri di pinggir wilayah terdampak, tetapi turun memeriksa kondisi lapangan sekaligus memetakan kawasan yang berpotensi mengalami peningkatan genangan.
Kapolsek Tanjung Pura AKP Donny P. Simatupang, S.H., M.H., didampingi Wakapolsek IPTU Ardiansyah Sirait, S.H., bersama sejumlah personel, melakukan monitoring terhadap perkembangan ketinggian air dan kondisi masyarakat.
Langkah tersebut menjadi penting karena banjir merupakan situasi yang dinamis.
Ketinggian air dapat berubah dalam hitungan jam, terlebih ketika curah hujan masih berlanjut dan debit sungai maupun saluran pembuangan mengalami peningkatan.
Lingkungan Warga Mulai Terendam
Dari hasil pemantauan, salah satu kawasan yang terdampak berada di Lingkungan X, Kelurahan Pekan Tanjung Pura.
Air menggenangi permukiman dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter dan berdampak terhadap kurang lebih 50 KK.
Kondisi serupa ditemukan di Lingkungan XI, dengan sekitar 60 KK turut terdampak genangan pada ketinggian yang relatif sama.
Pergerakan air juga terpantau di wilayah pedesaan.
Di Dusun I, Desa Paya Perupuk, ketinggian air diperkirakan mencapai 30 sentimeter dengan sekitar 40 KK terdampak.
Sementara di Dusun II dan Dusun V, Desa Perkubuan, masing-masing tercatat sekitar 40 KK dan 30 KK yang terdampak genangan.
Namun, titik yang menjadi perhatian lebih serius berada di Dusun Teratai, Desa Teluk Bakung.
Di lokasi tersebut, ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter, dengan kurang lebih 30 KK terdampak.
Data tersebut merupakan hasil pemantauan sementara di lapangan dan masih dapat berubah mengikuti perkembangan cuaca serta kondisi debit air.
Belum Ada Pengungsian, Polisi Siapkan Skenario Terburuk
Meski air telah memasuki sejumlah kawasan permukiman, hingga pemantauan terakhir belum dilaporkan adanya korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi.
Kondisi itu tentu patut disyukuri. Namun, tidak berarti ancaman dapat dianggap selesai.
Justru pada kondisi seperti ini, kesiapsiagaan menjadi faktor penting.
Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H. Tambunan, S.E., S.I.K., melalui Kapolsek Tanjung Pura AKP Donny P. Simatupang menegaskan bahwa personel akan terus berada di lapangan untuk mengikuti perkembangan situasi.
Menurutnya, monitoring bukan hanya ditujukan untuk mengetahui ketinggian air, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh informasi dan bantuan apabila situasi berkembang menjadi lebih serius.
โPersonel terus melakukan monitoring perkembangan debit dan ketinggian air.
Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, BPBD serta instansi terkait untuk mengantisipasi perkembangan situasi,โ ujar AKP Donny.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa penanganan banjir tidak dapat dibebankan kepada satu institusi saja.
Ketika air memasuki ruang hidup masyarakat, respons membutuhkan koordinasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, BPBD, pemerintahan desa dan kelurahan, hingga aparat keamanan.
Waduk Dipantau, Dua Mesin Dioperasikan
Perhatian personel Polsek Tanjung Pura juga diarahkan ke kawasan waduk.
Di lokasi tersebut, dua unit mesin dioperasikan untuk membantu membuang air dari waduk menuju sungai sebagai salah satu langkah antisipasi terhadap peningkatan genangan.
Langkah teknis semacam ini menjadi bagian dari upaya mengendalikan volume air sebelum genangan berkembang menjadi lebih luas.
Namun demikian, efektivitas pengendalian tetap bergantung pada kondisi keseluruhan sistem aliran air, termasuk debit sungai, kapasitas saluran, curah hujan dan kondisi kawasan yang terdampak.
Karena itu, pemantauan berkala tetap menjadi kebutuhan utama.
Polisi Minta Warga Tidak Panik, tetapi Jangan Meremehkan Air
Polsek Tanjung Pura mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir agar tidak panik, tetapi juga tidak menganggap genangan sebagai persoalan biasa.
Warga diminta mengamankan barang-barang berharga, dokumen penting, obat-obatan, kebutuhan dasar, serta benda lain yang berpotensi rusak apabila air terus mengalami peningkatan.
Imbauan tersebut juga menjadi pengingat bahwa kesiapan masyarakat merupakan bagian penting dalam mitigasi bencana.
Sebab, dalam situasi darurat, keselamatan tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat petugas datang, tetapi juga seberapa siap masyarakat mengambil langkah awal untuk melindungi diri dan keluarganya.
Akses Jalan Masih Normal
Di tengah genangan yang melanda sejumlah permukiman, kondisi lalu lintas di wilayah Kecamatan Tanjung Pura hingga pemantauan terakhir masih berlangsung normal.
Badan jalan masih dapat dilalui kendaraan.
Meski demikian, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian aparat kepolisian.
Apabila air mengalami peningkatan dan mulai mengganggu akses transportasi, personel telah menyiapkan langkah pengaturan lalu lintas serta memberikan peringatan kepada pengguna jalan.
Sebab, genangan yang awalnya hanya mengganggu permukiman dapat berkembang menjadi persoalan mobilitas apabila merambat ke badan jalan utama.
Evakuasi Disiapkan Jika Air Terus Naik
Polsek Tanjung Pura juga menyiapkan langkah kontingensi apabila kondisi mengalami eskalasi.
Salah satu opsi yang disiapkan adalah evakuasi warga dari titik yang mengalami dampak paling berat apabila ketinggian air terus meningkat atau kondisi dinilai mengancam keselamatan.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa aparat tidak hanya bekerja berdasarkan situasi yang sudah terjadi, tetapi juga mempersiapkan kemungkinan yang belum terjadi.
Dalam penanganan bencana, prinsip semacam itu penting karena keterlambatan mengambil keputusan dapat meningkatkan risiko terhadap masyarakat.
110 Dibuka untuk Masyarakat
Kapolsek Tanjung Pura meminta masyarakat segera melapor apabila membutuhkan pertolongan.
โKami akan terus melakukan pemantauan secara berkala.
Apabila masyarakat membutuhkan bantuan, bisa menghubungi Call Center 110 Polres Langkat dan petugas kepolisian terdekat.
Keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama kami,โ tegasnya.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya komunikasi dua arah antara masyarakat dan aparat.
Masyarakat bukan hanya menjadi objek pemantauan, tetapi juga memiliki peran memberikan informasi apabila terjadi perubahan kondisi di lingkungannya.
Banjir dan Ujian Kehadiran Negara
Banjir pada akhirnya bukan semata persoalan air yang menggenangi halaman dan rumah.
Di balik genangan terdapat aktivitas ekonomi yang terhenti, akses warga yang terganggu, potensi kerusakan barang, ancaman terhadap kesehatan, serta kecemasan keluarga yang tinggal di kawasan rawan.
Karena itu, kehadiran aparat di tengah masyarakat menjadi salah satu elemen penting dalam memastikan situasi tetap terkendali.
Namun dalam perspektif yang lebih luas, setiap kejadian banjir juga semestinya menjadi bahan evaluasi bersama mengenai sistem pengelolaan air, kapasitas drainase, kondisi sungai dan waduk, tata ruang permukiman, serta pola mitigasi bencana di wilayah yang secara geografis memiliki kerentanan terhadap genangan.
Artinya, respons darurat penting, tetapi pencegahan dan pembenahan sistemik jauh lebih penting.
Polisi dapat melakukan patroli, pengamanan, pengaturan lalu lintas dan membantu evakuasi.
Namun persoalan banjir yang berulang membutuhkan kerja lintas institusi dan kebijakan jangka panjang agar masyarakat tidak terus-menerus berada dalam siklus yang sama: hujan datang, air naik, warga terdampak, lalu bantuan bergerak setelah masalah terjadi.
Untuk saat ini, Polsek Tanjung Pura memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat masih aman dan kondusif.
Personel tetap disiagakan sembari memantau perubahan ketinggian air dan berkoordinasi dengan pemerintah serta instansi terkait.
Langkah tersebut menjadi bagian dari implementasi program Polisi Langkat Garuda Ksatria, yang diinisiasi Kapolres Langkat dengan semangat โGagah Berani untuk Dicintai Masyarakat, Kuat, Sadar Aturan, Taat, Responsibility, Inovatif, dan Aman.โ
Dengan semangat โSatu Langkah, Satu Hati untuk Langkat yang Aman dan Damai,โ kepolisian berupaya menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas di tengah ancaman bencana.
Sebab ketika air mulai meninggi, yang diuji bukan hanya kekuatan tanggul dan saluran pembuangan, tetapi juga seberapa cepat negara hadir di sisi warga yang membutuhkan pertolongan.
(Kabiro Langkat | Mediapatriot.co.id)ย



