BEKASI – Jaringan Pengusaha Nasional (JAPNAS) Bekasi memasuki fase baru setelah jajaran pengurus periode 2026–2031 resmi dilantik. Pergantian kepengurusan ini menjadi momentum untuk memperkuat jejaring dunia usaha sekaligus mendorong lahirnya berbagai kolaborasi baru di kalangan pengusaha Bekasi.
Pelantikan tersebut mengusung semangat “Merajut Energi, Menggerakkan Kolaborasi dan Menumbuhkan Pejuang”, yang mencerminkan tekad JAPNAS Bekasi untuk membangun ekosistem usaha yang lebih solid, terbuka dan saling mendukung.
Kegiatan itu turut dihadiri sejumlah tokoh JAPNAS, antara lain Ketua Umum JAPNAS Pengurus Pusat Bayu Priawan Djokosoetono, Dewan Pengawas JAPNAS Bekasi Eddie Rukminto, Ketua Umum JAPNAS Jawa Barat Gunawan, Ketua Harian JAPNAS Jawa Barat Agus Imam Santoso, Ketua Harian PP JAPNAS Widiyanto Saputra, Ketua Umum JAPNAS Bekasi Abdul Fatah, Ketua Harian JAPNAS Bekasi Riyandi, serta Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi JAPNAS Bekasi sekaligus Ketua Panitia, Arifin Ardi.
Dalam sambutannya, Abdul Fatah menegaskan bahwa kepemimpinan JAPNAS Bekasi periode 2026–2031 bukan hanya sebuah pergantian struktur organisasi, tetapi juga amanah untuk membawa organisasi semakin memberikan manfaat bagi para anggotanya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pelantikan serta memberikan penghargaan kepada kepengurusan periode sebelumnya yang telah membangun fondasi organisasi selama masa baktinya.
Menurut Abdul Fatah, JAPNAS Bekasi harus mampu menjadi rumah bersama bagi para pengusaha. Organisasi tidak cukup hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga harus menghadirkan ruang yang memungkinkan anggotanya saling mengenal, berbagi pengalaman, memperluas jaringan hingga menciptakan peluang bisnis.
“Menjadi ketua umum bukan sekadar jabatan, tetapi sebuah amanah dan tanggung jawab,” tegas Abdul Fatah.
Ia menilai tantangan dunia usaha yang semakin dinamis membuat kolaborasi menjadi kebutuhan penting. Pengusaha, kata dia, tidak dapat mengembangkan bisnis secara maksimal jika berjalan sendiri-sendiri.
Karena itu, JAPNAS Bekasi akan menguatkan budaya sinergi dan kolaborasi melalui berbagai program yang berorientasi pada kebutuhan nyata anggota.
Salah satu program yang akan terus dikembangkan adalah Silaturahmi Bisnis. Program yang selama ini menjadi ruang interaksi antarpengusaha tersebut akan diperkuat melalui Klinik Bisnis, sehingga anggota dapat memiliki forum untuk bertukar pengalaman, mendiskusikan persoalan usaha sekaligus membuka peluang kerja sama.
“Dalam dunia usaha kita tidak bisa berjalan sendiri. Untuk bisa sukses dan bertumbuh, kita perlu membangun sinergi dan kolaborasi agar bisa tumbuh lebih kuat, lebih sukses dan lebih sejahtera,” ujarnya.
JAPNAS Bekasi juga membawa visi yang lebih luas. Pertumbuhan bisnis tidak hanya diukur dari sisi ekonomi, tetapi juga dari kualitas kehidupan para pengusahanya.
Untuk itu, kepengurusan baru menyiapkan dua badan otonom, yakni JAPNAS Berbakti dan JAPNAS Sport.
JAPNAS Berbakti akan diarahkan pada kegiatan sosial dan keagamaan, sedangkan JAPNAS Sport menjadi wadah bagi anggota untuk membangun kebiasaan hidup sehat melalui aktivitas olahraga.
Abdul Fatah menilai keberhasilan seorang pengusaha idealnya berjalan beriringan dengan kesejahteraan dan kesehatan.
“Pengusaha Bekasi selain sukses bisnisnya harus juga sejahtera. Cara sejahtera harus sehat jasmani dan sehat rohani,” katanya.
Dengan kepengurusan baru tersebut, JAPNAS Bekasi diharapkan semakin aktif mempertemukan berbagai potensi usaha, memperluas jaringan bisnis dan mendorong terbentuknya kolaborasi lintas sektor.
Periode 2026–2031 pun diharapkan menjadi momentum bagi JAPNAS Bekasi untuk tidak hanya memperkuat posisi para anggotanya, tetapi juga memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan perkembangan dunia usaha di wilayah Bekasi.
Semangat “Merajut Energi, Menggerakkan Kolaborasi dan Menumbuhkan Pejuang” menjadi pijakan untuk membangun organisasi yang semakin inklusif, produktif dan mampu melahirkan peluang baru bagi para pengusaha.
Red Irwan Hasiholan



