Tri Martono Agus Halim: Loyalty App Jadi Strategi Ion Laundry Pertahankan Pelanggan di Tengah Persaingan

JAKARTA – Persaingan industri laundry yang semakin berkembang mendorong para pelaku usaha untuk terus berinovasi, tidak hanya dalam pelayanan, tetapi juga dalam mempertahankan loyalitas pelanggan.

 

Hal tersebut disampaikan Tri Martono Agus Halim, CEO Ion Laundry, saat menghadiri Festival Laundry dan UMKM 2026 yang diinisiasi Asosiasi Laundry Indonesia di Gedung SMESCO Jakarta, Minggu (13/9/2026).

 

Halim mengatakan, keikutsertaan pihaknya dalam festival laundry tersebut merupakan bagian dari upaya untuk terus mengembangkan bisnis sekaligus memperkenalkan inovasi yang dimiliki perusahaannya.

 

“Kita ikut di sini di Festival Laundry ini. Dua tahun lalu kami sudah menawarinya, tapi kami masih mengembangkan sistem aplikasi kami sehingga baru kami mendaftar di tahun 2026,” ujar Halim.

 

Ia menjelaskan, Ion Laundry yang berada di bawah Ion Group saat ini telah memiliki puluhan outlet dengan konsep pelayanan yang berbeda. Menurutnya, salah satu keunggulan Ion Laundry adalah konsep full service yang ditawarkan kepada pelanggan.

 

“Ion Laundry di Surabaya itu Ion Group. Kita punya 38 laundry, 2 Ion Laundry dan juga 10 main itu brand lain. Bedanya Ion Laundry adalah full service dan kita lihat satu-satunya laundry yang kita pakai itu laundry self-service,” katanya.

 

Berawal dari Antar-Jemput Laundry

 

Halim mengungkapkan, ketertarikannya masuk ke bisnis laundry justru bermula dari pengalaman sederhana ketika mengantarkan pakaian istrinya ke laundry.

 

“Saya mengambil franchise F&B. Nah, kemudian barulah ketika saya 2017 akhirnya menikah. Kemudian awalnya pengantar istri ke laundry, karena kami di rumah tidak bisa, ya pengantar laundry,” tuturnya.

 

Dari aktivitas tersebut, ia mulai melihat adanya peluang bisnis yang cukup besar.

 

“Lalu saya lihat, kok setiap kali antar, kirim, antar, ambil, antar, kok laundry ini nggak pernah sepi ya? Selalu ada. Saya penasaran, saya tanya, ini di-franchise-kan nggak?” ujarnya.

 

Namun, setelah mengetahui usaha tersebut bukan bisnis franchise, rasa penasarannya justru semakin besar. Ia kemudian mulai mencari tahu bagaimana mengembangkan bisnis laundry secara mandiri.

 

“Karena dari situ rasa penasaran saya tetap ada, sehingga saya cari bagaimana caranya untuk cabangnya sendiri,” katanya.

 

Halim menjelaskan, saat ini sebagian besar outlet dikelola secara langsung oleh pihaknya, sementara beberapa outlet lainnya menggunakan sistem franchise.

 

“Outlet yang kita kelola sendiri ada 30 outlet, ada lagi tiga yang franchise. Jadi orang yang melakukan operasional sendiri itu di luar pulau, di Sorong dan di Bali,” jelasnya.

 

Untuk mendukung operasional bisnis tersebut, Ion Laundry kini memiliki sekitar 178 karyawan.

 

Hadapi Persaingan dengan Loyalty App

 

Menurut Halim, salah satu tantangan terbesar dalam bisnis laundry adalah persaingan. Bisnis laundry relatif mudah dimasuki pemain baru sehingga jumlah kompetitor di sekitar outlet dapat terus bertambah.

 

“Selama delapan tahun saya di jalan laundry ini, laundry bukan tambah sedikit, tapi pasti tambah banyak. Sekarang ada juga satu lokasi saya, itu ada 17 laundry di sekelilingnya,” ungkapnya.

 

Kondisi tersebut membuat dirinya harus mencari strategi agar pelanggan tetap bertahan dan tidak berpindah ke kompetitor.

 

“Karena industri laundry kan gampang orang buka. Sehingga saya pikir bagaimana saya harus mengunci pelanggan demi pelanggan. Akhirnya saya bikin aplikasi loyalty app,” katanya.

 

Melalui aplikasi tersebut, pelanggan mendapatkan berbagai program dan promo yang diharapkan dapat meningkatkan loyalitas mereka.

 

“Customer yang datang itu langsung harapan saya terkunci oleh loyalty app yang saya buat, dengan gimmick-gimmick, dengan promo-promonya, sehingga dia tetap stay jadi pelanggan,” jelas Halim.

 

Siapkan SDM Sebelum Outlet Dibuka

 

Selain persaingan, sumber daya manusia (SDM) juga menjadi tantangan yang harus dihadapi dalam mengembangkan bisnis laundry.

 

Halim mengatakan, pihaknya telah menyiapkan strategi melalui pembentukan akademi untuk memastikan kebutuhan tenaga kerja tersedia sebelum pembukaan outlet baru.

 

“SDM itu juga pernah menjadi tantangan kita, tetapi saya juga mulai membuat akademi. Jadi bagaimana outlet belum buka tapi supply atau talent itu harus ada di luar sebelum kita outlet itu,” ujarnya.

 

Menurutnya, proses rekrutmen dan pelatihan dilakukan secara berkelanjutan agar kebutuhan tenaga kerja dapat dipenuhi seiring dengan ekspansi bisnis.

 

“Jadi melakukan recruit training itu kita jalankan terus,” katanya.

 

Target Tambah Empat Outlet hingga Akhir Tahun

 

Terkait target pengembangan bisnis, Halim mengungkapkan bahwa hingga September 2026 pihaknya telah mendapatkan sejumlah pesanan pembukaan outlet baru.

 

“Target tahun ini kita akan ada penambahan. Sampai September, empat order lagi sampai tahun ini,” ungkapnya.

 

Ia berharap perkembangan bisnis laundry di Indonesia dapat terus meningkat seiring perubahan gaya hidup masyarakat.

 

“Harapan saya semoga industri laundry semakin berkembang, semakin maju, semakin besar juga. Dan juga untuk setiap customer bisa semakin memiliki pola gaya lifestyle yang baru, yaitu bahwa yang itu biarlah dipercayakan di laundry,” kata Halim.

 

Ia menilai penggunaan jasa laundry profesional juga dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin menghemat waktu dibandingkan mengerjakan seluruh proses pencucian sendiri di rumah.

 

“Kalau bisa, di rumah itu memang pakai mesin yang di rumah. Banyak buang waktu. Lebih baik pakai mesin yang komersial atau industri yang ada di sini. Itu lebih cepat untuk memprosesnya,” pungkasnya.

Red Irwan Hasiholan.

(Sumber: mediapatriot.co.id)

📱 Unduh & Install Aplikasi Resmi MediaPatriot.co.id Baca berita Media Patriot lebih mudah di Android.
⬇️ UNDUH APK

Baca Juga: Berita Global, Jakarta, Bandung, Kota Bekasi, Aceh, Mesuji Lampung, Berita Artis, Berita Bisnis, Tentang Backlink Termurah.




🇮🇩 Galeri Ucapan HUT RI Ke-81 🇮🇩

Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81

BACA JUGA: Kerjasama Media di EKATALOG INAPROC LKPP untuk DISKOMINFO dan SKPD Lainnya


Informasi Iklan / Advertorial Klik
mediapatriot.co.id@gmail.com
atau Hubungi WhatsApp kami
08999208174


IKUTI CHANNEL MEDIAPATRIOT.CO.ID DI PONSELMU
Ikuti saluran Channel MediaPatriot.CO.ID di WhatsApp

Wartawan di lapangan dibekali Kode Sandi untuk membuka DAFTAR WARTAWAN >>>


Tentang Kami

Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang. Kami hadir untuk memberikan akses berita cepat dan akurat.

Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik dan menjunjung tinggi Kode Etik Dewan Pers. Dengan jaringan kontributor di berbagai daerah, kami menghadirkan berita lokal dengan cakupan nasional.

Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.

Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak.


>

Informasi Iklan / Advertorial Klik redaksi@mediapatriot.co.id