Mediapatriot.co.id | Pacitan | Berita Terkini | –
Pacitan – Kondisi kemarau panjang yang masih berlangsung di Kabupaten Pacitan membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kesehatan, terutama gangguan pada saluran pernapasan. Cuaca panas, udara kering dan hembusan angin yang membawa debu dapat membuat tenggorokan serta saluran pernapasan lebih mudah mengalami iritasi. Keluhan seperti batuk, pilek dan demam mulai banyak dirasakan masyarakat dari berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak hingga lanjut usia. Kondisi tersebut juga berdampak pada aktivitas belajar, karena sejumlah siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) dilaporkan tidak masuk sekolah akibat mengalami keluhan kesehatan. Sementara itu, masyarakat juga mulai merasakan keterbatasan persediaan beberapa jenis obat batuk, pilek dan demam di sejumlah apotek.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan, dr. Daru Mustaka Aji, menjelaskan bahwa September 2026 masih berada pada periode puncak musim kemarau.
Menurutnya, kondisi udara yang kering dan cuaca panas menyebabkan kelembapan udara menurun. Keadaan tersebut dapat membuat saluran pernapasan lebih mudah mengalami iritasi, terlebih ketika angin cukup kencang dan membawa debu maupun partikel lain di udara.
“Angin yang tertiup cukup kencang juga dapat menerbangkan debu dan partikel polutan. Kondisi inilah yang membuat saluran pernapasan mudah mengalami iritasi dan sering kali disertai infeksi,” jelas dr. Daru saat dihubungi, Rabu (9/9/2026).
Keluhan batuk, pilek dan demam merupakan sejumlah gejala yang dapat menyertai Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan kondisi kesehatan, khususnya apabila keluhan berlangsung dan tidak kunjung membaik.
Dinkes Pacitan mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker ketika melakukan aktivitas di luar rumah. Penggunaan masker dinilai dapat membantu mengurangi paparan debu dan polusi yang terbawa angin selama musim kemarau.
Masyarakat juga dianjurkan memperbanyak minum air putih untuk menjaga kebutuhan cairan tubuh. Selain itu, aktivitas di bawah terik matahari dalam waktu lama sebaiknya dihindari, terutama ketika kondisi cuaca sedang sangat panas.
Menjaga stamina juga menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan kondisi cuaca. Masyarakat dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi serta mendapatkan waktu istirahat yang cukup agar kondisi tubuh tetap terjaga.
“Jaga stamina dengan mengonsumsi makanan bergizi dan istirahat yang cukup,” tegas Kadinkes.
Dinkes juga mengingatkan masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi sumber debu di sekitar tempat tinggal. Lingkungan yang bersih diharapkan dapat membantu mengurangi paparan partikel yang berpotensi mengganggu saluran pernapasan.
Masyarakat diminta tetap tenang namun tidak mengabaikan keluhan kesehatan. Apabila batuk, pilek, demam atau gangguan kesehatan lainnya tidak kunjung membaik, warga dianjurkan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
Reporter S Diran media patriot co id Jawa Timur



