Ismet Rahmad Kartono: PLTA Jadi Kunci Pasokan Listrik Bersih 24 Jam untuk Industri

TANGERANG — Pengembangan energi terbarukan yang mampu menyediakan pasokan listrik secara andal selama 24 jam menjadi salah satu perhatian dalam pembahasan transisi energi di Indonesia. Energi hidro dinilai memiliki potensi untuk mendukung kebutuhan industri yang membutuhkan pasokan listrik stabil dan berkelanjutan.

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi panel bertajuk “Firm Clean Power for 24/7 Loads: Hydro and Geothermal at Industrial Scale” yang menjadi bagian dari Enlit Asia & MKI Electricity Connect 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Rabu (23/9/2026).

Enlit Asia & MKI Electricity Connect 2026 berlangsung pada 22–24 September 2026 dan mempertemukan pelaku industri, perusahaan utilitas, pengembang pembangkit, pemerintah, investor serta penyedia teknologi untuk membahas perkembangan sektor kelistrikan dan energi di kawasan Asia Tenggara.

Dalam diskusi yang merupakan bagian dari Nickel Power Forum tersebut, sejumlah pembicara dari sektor energi, pembiayaan dan pemerintahan membahas kebutuhan listrik bersih yang mampu menopang aktivitas industri berskala besar. Salah satunya Business Development Manager Generator Specialist Engineer PT Poso Energy, Dr. Eng. Ismet Rahmad Kartono.

Ismet mengatakan, karakteristik industri seperti smelter membutuhkan pasokan listrik yang firm, stabil dan tersedia sepanjang waktu. Menurutnya, pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dapat menjadi salah satu sumber energi terbarukan yang mampu menjawab kebutuhan tersebut.

“Kami menyampaikan bahwa hydropower merupakan solusi energi terbarukan yang bisa menyediakan firm power untuk memasok energi ke industri,” ujar Ismet seusai acara.

Menurut Ismet, Indonesia masih memiliki potensi energi hidro yang besar untuk dikembangkan. Ia menilai optimalisasi potensi tersebut dapat meningkatkan kontribusi energi terbarukan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

“Banyak potensi hidro yang sampai sekarang masih belum dikembangkan secara optimal. Kalau bisa dieksplorasi lebih banyak, penggunaan energi terbarukan kita juga bisa meningkat,” katanya.

Ia menjelaskan, energi hidro memiliki karakteristik yang berbeda dengan pembangkit energi terbarukan yang bersifat variabel. Untuk kebutuhan base load, panas bumi dapat berperan, sementara hidro dinilai memiliki fleksibilitas untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik ketika terjadi perubahan beban.

“Untuk base load mungkin geotermal juga bisa membantu. Tetapi untuk kebutuhan yang fluktuatif, hidro bisa menjadi solusinya,” ujar Ismet.

Ismet juga menyoroti rencana pengembangan pembangkit tenaga surya dalam skala besar. Menurut dia, meningkatnya kapasitas energi surya yang bersifat variabel perlu diimbangi dengan teknologi penyimpanan energi agar sistem kelistrikan tetap andal.

Ia menyebut baterai dapat menjadi salah satu solusi penyimpanan energi jangka pendek. Namun, pumped storage hydropower atau pembangkit listrik tenaga air dengan sistem penyimpanan pompa juga memiliki potensi untuk menyimpan energi dalam kapasitas besar dan durasi lebih panjang.

“Hydropower pump storage bisa menyimpan energi cukup besar dan dalam jangka waktu yang lebih lama. Kalau dihitung dalam kalkulasi waktu yang lebih panjang, ini juga bisa lebih ekonomis,” jelasnya.

Dari sisi pendanaan, Ismet mengatakan pengembangan proyek energi terbarukan membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk perbankan. PT Poso Energy selama ini memperoleh dukungan pembiayaan dari perbankan nasional dan membuka peluang kolaborasi pendanaan yang lebih luas seiring perkembangan proyek energi terbarukan.

Selain itu, menurut Ismet, kolaborasi antara PLTA dan PLTS juga berpotensi menciptakan kombinasi sumber energi yang saling melengkapi. Integrasi tersebut dapat menjadi bagian dari upaya membangun sistem energi yang lebih fleksibel sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber energi terbarukan.

PT Poso Energy sendiri merupakan unit bisnis Kalla yang bergerak di bidang energi terbarukan, khususnya pembangkit listrik tenaga air. Perusahaan telah menyelesaikan pembangunan PLTA Poso berkapasitas 515 MW di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, yang beroperasi secara komersial sejak 7 Februari 2023.

Ismet berharap pengembangan energi hidro mendapat perhatian lebih serius sehingga potensi sumber daya energi lokal dapat dimanfaatkan secara optimal. “Sebagai pengembang energi terbarukan dan kami konsen dengan energi masa depan, tentu kami berharap salah satu kearifan lokal kita, yaitu hidro, bisa dikembangkan dengan serius,” pungkasnya.

Red Irwan Hasiholan

(Sumber: mediapatriot.co.id)

📱 Unduh & Install Aplikasi Resmi MediaPatriot.co.id Baca berita Media Patriot lebih mudah di Android.
⬇️ UNDUH APK

Baca Juga: Berita Global, Jakarta, Bandung, Kota Bekasi, Aceh, Mesuji Lampung, Berita Artis, Berita Bisnis, Tentang Backlink Termurah.




🇮🇩 Galeri Ucapan HUT RI Ke-81 🇮🇩

Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81

BACA JUGA: Kerjasama Media di EKATALOG INAPROC LKPP untuk DISKOMINFO dan SKPD Lainnya


Informasi Iklan / Advertorial Klik
mediapatriot.co.id@gmail.com
atau Hubungi WhatsApp kami
08999208174


IKUTI CHANNEL MEDIAPATRIOT.CO.ID DI PONSELMU
Ikuti saluran Channel MediaPatriot.CO.ID di WhatsApp

Wartawan di lapangan dibekali Kode Sandi untuk membuka DAFTAR WARTAWAN >>>


Tentang Kami

Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang. Kami hadir untuk memberikan akses berita cepat dan akurat.

Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik dan menjunjung tinggi Kode Etik Dewan Pers. Dengan jaringan kontributor di berbagai daerah, kami menghadirkan berita lokal dengan cakupan nasional.

Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.

Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak.


>

Informasi Iklan / Advertorial Klik redaksi@mediapatriot.co.id