Kota Bekasi, MPN
Kalangan remaja dan pemuda yang berdomisili di wilayah Kelurahan Ciketingudik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, bakal menggelar kegiatan Ciketingudik Culture Festival. Kegiatan ini akan menampilkan beragam kreasi, kreatifitas dan seni budaya yang mengusung tema tentang alam dan stugma miring soal sampah.
Rencananya, Ciketingudik Culture Festival akan digelar pada Minggu 27 September 2026 di Taman Polder Ciketingudik mulai pagi hingga malam hari. Seluruh rangkaian kegiatan ini melibatkan 20 komunitas anak-anak muda, seperti komunutas BMX, funrun, pecinta lingkungan hidup, pemvatuk, dan ecoenzim.
Saat diajak berbincang belum lama ini, Ketua Panitia Pelaksana Ciketingudik Culture Featival, Dzaki Al Roofif menjelaskan latarbelakang penyelenggaraan festival ini.
“Berawal dari keprihatinan kami para pemuda Ciketingudik terhadap stigma miring soal wilayah Bantargebang yang identik dengan ‘gunung’ sampah, identik dengan isu kesedihan, dan segala isu negatif lainnya yang berkembang selama ini, kami akan dobrak smeua stigma ini,” ungkap Dzaki yang populer disapa Alvio ini.
Dzaki kemudian memaparkan sejumlah acara yang menjadi rangkaian kegiatan festival, antara lain pameran kerajinan dari limbah dan tanah liat, lokakarya, penampilan seni budaya dan bazaar UMKM.
“Banyak pameran, atau persembahan seni budaya yang akan tampil nanti, yang akan memberikan pemahaman bahwa Bantargebang bukan hanya ada sampah, tapi juga beragam kreasi dan kreativitas yang bisa dikembangkan untuk mendongkrak taraf kesejahteraan masyarakat,” ulasnya.
Terselenggaranya festival ini, kata Dzaki, berkat dukungan penuh dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Ciketingudik dan seluruh stakeholder yang peduli terhadap lingkungan. “Kami berharap ajang festival ini bisa menjadi wadah bagi kaum pemuda Ciketingudik untuk mengembangkan seni, budaya, dan kreativitas secara berkelanjutan, sehingga stigma Ciketingudik yang dikenal dengan tempat pembuangan sampah akan berganti dengan Ciketingudik sebagai kawasan pengembangan kreasi dan kreativitas kaum muda,” pungkasnya. (Mul)



