Kota Bekasi, MPN
Secara berkala, jajaran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Ciketingudik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, berperan aktif mencegah terjadinya kekerasan dan penyimpangan seksual terhadap anak-anak usia sekolah. Upaya ini dilakukan melalui program Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Go to School yang menyasar seluruh lembaga pendidikan tingkat sekolah dasar (SD).
Yang terkini, pelaksanaan PATBM Go to School ini digelar di SD Insan Kamil yang berlokasi di kawasan Perumahan Taman Rahayu Regency, Ciketingudik, pada Senin (28/9) pagi. Kegiatan dipandu langsung oleh Ustadz Saepudin selaku pengurus Bidang KKM pada LPM Ciketingudik.
Kegiatan bersifat edukatif ini dihadiri Lurah Ciketingudik Usep Sudharma Wijaya dan menghadirkan Kepala Puskesmas Ciketingudik Hj Nurjannah sebagai narasumber. Selain itu juga terlihat Kepala SD Insan Kamil, Rima Febriyani, bersama segenap guru pendidik lainnya.
Saat menyampaikan sambutannya, Lurah Ciketingudik Usep Sudharma Wijaya berharap kegiatan PATBM Go to School dapat menggalang kepedulian masyarakat untuk bersama menjaga dan melindungi anak-anak dari aksi kejahatan seksual. Dia juga berharap peran aktif orangtua dalam mengawasi setiap aktivitas anak-anaknya di sekitar lingkungan tempat tinggalnya masing-masing.
Usep juga menghimbau para orangtua agar membatasi jadwal anak menggunakan gadget seperti handphone untuk menghindari anak-anak dari pengaruh buruk media sosial atau game online. “Kita harus mewaspadai pengaruh buruk media sosial atau game online yang bisa berdampak terhadap perilaku anak-anak kita,” tegasnya.
Sementara itu melalui pemaparannya, Kepala Puskesmas Ciketingudik Hj Nurjannah menyampaikan beberapa batasan yang harus diperhatikan anak usia SD terhadap lawan jenisnya. Tak lupa, dia juga menghimbau kepada setiap murid perempuan agar berani melapor jika mengalami pelecehan seksual.
Salah satu langkah penting adalah memahami bahwa tubuh setiap anak merupakan milik dirinya sendiri. Anak berhak mengatakan โtidakโ ketika seseorang menyentuh bagian tubuh pribadi, meminta melakukan sesuatu yang membuatnya tidak nyaman, atau mengajaknya melakukan tindakan seksual. “Anak-anak juga perlu berhati-hati ketika berinteraksi di internet, seperti tidak mengirimkan foto pribadi, tidak memberikan informasi pribadi kepada orang yang tidak dikenal, serta segera melaporkan pesan atau ajakan yang mencurigakan,” paparnya.
Usai kegiatan, Ustarz Saepudin selaku pengurus Bidang KKM pada LPM Ciketingudik menyatakan program PATBM dilaksanakan secara berkelanjutan dengan memberikan edukasi san sosialisasi untuk memberikan perlindungan terhadap anak. “Sesuai tujuan utamanya, pelaksanaan PATBM ini adalah membangun kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam mencegah kekerasan terhadap anak serta menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak,” jelasnya.
Menurutnya, perlindungan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif orang tua, sekolah, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat. “Melalui PATBM, masyarakat diharapkan mampu mengenali potensi terjadinya kekerasan, melakukan pencegahan sejak dini, serta memberikan dukungan dan pendampingan apabila anak menghadapi persoalan,” ucapnya.
โYang paling utama adalah bagaimana kita bersama-sama mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak, memberikan perlindungan, serta menciptakan lingkungan yang aman agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,โ ujar Saepudin.
Ia berharap kegiatan PATBM dapat meningkatkan kepedulian masyarakat sehingga perlindungan anak menjadi gerakan bersama yang dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya saat kegiatan sosialisasi berlangsung. “Karenanya upaya seperti ini terus dilaksanakan LPM Ciketingudik sexara masif, untuk meminimalisir kasus terjadinya kekerasan dan penyimpangan seksual terhadap anak-anak yang bisa merucak cita-cita mereka di masa depan,” pungkasnya. (Mul)



