Mediapatriot.co.id | BANYUWANGI | Peristiwa | Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada Kamis, 1 Oktober 2026, di Dusun Cemetuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, diisi dengan kegiatan napak tilas, pawai, upacara penghormatan, refleksi sejarah, dan tabur bunga. Kegiatan tersebut digelar sebagai momentum mengenang sejarah kelam yang dikaitkan dengan peristiwa 1965 sekaligus mengenang para pemuda Ansor yang dalam narasi sejarah lokal disebut menjadi korban kekerasan pada masa tersebut. Rangkaian kegiatan diikuti jajaran Ansor Kabupaten Banyuwangi, Kepala Desa Cluring, Forkopimka Kecamatan Cluring, tokoh agama, pemuda Ansor, serta masyarakat Dusun Cemetuk, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Sekitar pukul 14.30 WIB, sejumlah perwakilan petugas Ansor se-Kabupaten Banyuwangi mengikuti pawai menuju Taman Pahlawan Lubang Buaya yang berada di Dusun Cemetuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Dalam perjalanan, peserta mengumandangkan takbir dan berselawat sebagai bentuk doa serta penghormatan kepada para pendahulu yang dikenang dalam rangkaian sejarah tersebut. Pawai berlangsung dengan semangat dan tertib hingga peserta tiba di lokasi tujuan.
Sekitar pukul 16.00 WIB, peserta tiba di Taman Pahlawan Lubang Buaya, Dusun Cemetuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan upacara penghormatan, refleksi sejarah, dan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para pemuda Ansor yang dikenang sebagai korban kekerasan dalam narasi sejarah lokal Cemetuk. Suasana upacara berlangsung khidmat dengan diikuti seluruh peserta yang hadir.
Ketua Ansor Kabupaten Banyuwangi, Afirizaldi, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Ansor se-Kabupaten Banyuwangi, tokoh agama, Forkopimka Kecamatan Cluring, para pemuda, serta masyarakat yang telah mengikuti kegiatan napak tilas. Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah Indonesia, termasuk sejarah kelam yang dikenang masyarakat di wilayah Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Menurut Afirizaldi, para pemuda Ansor pada masa tersebut dikenang sebagai korban kekerasan dan pembantaian yang kemudian dikaitkan dengan lokasi Lubang Buaya di Dusun Cemetuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengambil pembelajaran dari sejarah dan bersama-sama menjaga keamanan serta persatuan bangsa.
“Sebagai generasi penerus bangsa, mari kita bersama-sama mencegah segala bentuk kekerasan dan terorisme serta menjaga agar peristiwa kelam seperti yang terjadi pada masa itu tidak terulang kembali,” ujar Afirizaldi.
Ia menambahkan, kegiatan napak tilas dan refleksi sejarah menjadi sarana untuk mengajak generasi muda memahami perjalanan bangsa dengan tetap berpedoman pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi generasi penerus dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Dengan adanya napak tilas ini, kita diajak untuk merefleksikan sejarah dan mengambil pembelajaran agar sebagai generasi bangsa Indonesia kita mampu menjaga marwah serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa dan tabur bunga. Para peserta memberikan penghormatan kepada para pemuda yang dikenang dalam sejarah lokal Dusun Cemetuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh penghormatan.
Melalui kegiatan napak tilas dan refleksi tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengambil pembelajaran dari perjalanan sejarah, memperkuat persatuan, serta menjaga kehidupan bermasyarakat yang aman, damai, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Reporter: Triwantoro | mediapatriot.co.id
(Redaksi)



