Bekasi — Pemerintah Kota Bekasi terus memperkuat langkah konkret dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan daya saing produk lokal. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Promosi dan Misi Dagang Produk Ekspor Unggulan Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Aula Nonon Sonthonie, Rabu (12/11).


Acara tersebut dibuka oleh Wakil Wali Kota Bekasi, yang menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga pendukung dalam memperluas pasar produk unggulan daerah hingga ke tingkat internasional.
Ia menekankan bahwa Pemkot Bekasi berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada para pelaku usaha agar mampu menembus pasar ekspor. Kolaborasi lintas sektor, menurutnya, menjadi kunci utama dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah berbasis produk unggulan.
Hadir pula Direktur Akademi Pimpinan Perusahaan Kementerian Perindustrian, Abdul Rahman Arie Wicaksana, yang menyampaikan bahwa pelatihan dan peningkatan kapasitas pelaku industri merupakan faktor krusial untuk memperkuat daya saing produk ekspor. Ia menambahkan, produk unggulan daerah harus memenuhi standar kualitas internasional agar mampu bersaing di pasar global.
Sementara itu, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai, Undani, menyoroti pentingnya pemahaman pelaku usaha terhadap regulasi ekspor. Ia menjelaskan, pendampingan dan edukasi dari Bea Cukai diharapkan dapat mempermudah proses ekspor serta memperluas akses pasar luar negeri bagi produk lokal.
Kegiatan ini juga diikuti oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi beserta seluruh jajaran, pejabat struktural dan fungsional, serta pelaku usaha dari berbagai sektor. Mereka sepakat bahwa sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem ekspor yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Bekasi berupaya memperkuat posisi daerah sebagai pusat produk unggulan yang mampu bersaing secara global. Momentum ini diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan potensi ekonomi daerah di tingkat nasional maupun internasional.
(DND/Dokpim)

