Kota Bekasi, MPN
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi tahun ini mulai menggulirkan program Dana Hibah RW guna mewujudkan percepatan pembangunan lingkungan melalui program Penataan RW Bekasi Keren. Melalui program ini, masing-masing lingkungan RW menerima kucuran dana hibah sebesar Rp 100 juta untuk berbagai kebutuhan pembangunan seperti penerangan jalan, posyandu, taman, sarana pelayanan masyarakat, hingga pengelolaan sampah.
Begitu pun dengan lingkungan RW yang ada di wilayah Kelurahan Bojongmenteng, Kecamatan Rawalumbu, yang juga menyerap anggaran dari Dana Hibah RW ini. Demi tercapainya sasaran yang diharapkan dalam penyerapan program ini, pihak Kantor Kelurahan Bojongmenteng terus melakukan verifikasi hasil belanja barang tiap pengurus RW selaku pengguna Dana Hibah RW tahun ini.
“Dari 13 RW yang ada, kami sudah melakukan verifikasi di 10 RW. Alhamdulillah item barang yang dibelanjakan sesuai dengan ketentuan dan perencanaan masing-masing RW. Insya Allah semua terserap karena barang-barang yang terbeli sesuai dengan rencana anggaran belanja. Tidak ada anggaran yang dikembalikan alias terserap 100 persen,” papar Lurah Bojongmenteng, Kodriana, saat melakukan verifikasi di RW 02 Bojongmenteng.
Kodriana menyebut program yang digulirkan tiap RW menyasar kebutuhan masing-masing RT. “Jadi beragam barang yang dibelanjakan karena sesuai kebutuhan masing-masing RT, juga untuk keperluan bank sampah di tingkat RW,” katanya didampingi Kasi Pemtramtibum Bojongmenteng, Michael Aritonang.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua RW 02 Bojongmenteng, Dain bin Gunin, menyampaikan tanggapan positifnya terkait program yang digulirkan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto ini. “Sangat bermanfaat untuk mendukung kinerja kami dalam mengelola lingkungan dengan kelengkapan sarana dan prasarana yang memadai,” ungkapnya.
Dain menyebut anggaran yang ada telah diserap untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana seluruh RT yang ada. “Termasuk usulan dari Posyandu dan bank sampah juga sudah kami akomodir,” tegas dia.
Dain juga bersyukur anggaran yang diterimanya dapat terserap secara maksimal sehingga tidak ada anggaran yang dikembalikan. “Alhamdulillaah semua kebutuhan bisa terbeli dan terpenuhi sesuai RAB sehingga tidak ada anggaran yang harus dikembalikan karena semua barang sudah kami beli,” pungkasnya. (Mul)

