Selasa | 3 Februari 2026 | Pukul | 17:00 | WIB
Mediapatriot.co.id | Jakarta | Berita Terkini — Insiden terbakarnya sebuah kendaraan sport utility vehicle (SUV) Jetour T2 usai terlibat kecelakaan dengan mobil BMW di Kilometer 31 Tol Jagorawi, Minggu (1/2/2026), menjadi sorotan publik nasional.
Peristiwa tersebut tidak hanya memicu kemacetan panjang, tetapi juga mengundang perhatian luas terhadap aspek keselamatan kendaraan dan standar purna jual pabrikan otomotif baru di pasar Indonesia.
PT Jetour Sales Indonesia akhirnya angkat bicara.
Melalui keterangan resmi yang disampaikan Presiden Direktur Jetour Indonesia, Peter Zhang, pada Selasa (3/2/2026), perusahaan menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan investigasi menyeluruh terkait penyebab teknis dan kronologi lengkap kejadian.
“Hingga saat ini, penyebab teknis dan kronologi lengkap kejadian masih dalam proses investigasi lebih lanjut. Jetour Indonesia akan menyampaikan hasilnya setelah proses penanganan dan investigasi dinyatakan selesai,” ujar Peter Zhang.
Fokus pada Keselamatan dan Penanganan Korban
Dalam pernyataannya, manajemen Jetour menegaskan bahwa keselamatan konsumen menjadi prioritas utama perusahaan.
Jetour memastikan seluruh individu yang terlibat dalam kecelakaan tersebut telah mendapatkan penanganan medis dari pihak terkait.
“Keselamatan konsumen merupakan prioritas utama Jetour Indonesia.
Saat ini, individu-individu terkait telah mendapatkan penanganan medis. Jetour Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi secara menyeluruh,” lanjutnya.
Langkah ini, menurut Jetour, merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kepercayaan publik, khususnya di tengah penetrasi merek otomotif asal Tiongkok yang semakin masif di pasar nasional.
Kolaborasi dengan Aparat dan Instansi Terkait
Jetour Indonesia juga menyatakan bekerja sama secara aktif dengan pihak kepolisian serta instansi teknis terkait guna memastikan proses investigasi berjalan secara transparan, objektif, dan sesuai standar global industri otomotif.
“Jetour Indonesia bekerja sama dengan pihak terkait lainnya untuk memastikan seluruh informasi yang diperoleh bersifat lengkap dan terverifikasi,” kata Peter Zhang.
“Perusahaan mendukung sepenuhnya proses investigasi yang sedang berjalan dan akan mengambil langkah tindak lanjut yang diperlukan sesuai dengan standar dan prosedur global setelah hasil resmi tersedia,” tambahnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan sikap perusahaan untuk tidak berspekulasi terkait penyebab kebakaran sebelum hasil investigasi resmi diumumkan kepada publik.
Kronologi Versi Kepolisian
Sementara itu, Kepala Induk Patroli Jalan Raya (PJR) Tol Jagorawi, Kompol Akhmad Jajuli, membeberkan kronologi awal kejadian berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP).
Menurut Jajuli, kecelakaan terjadi saat kedua kendaraan melaju dari arah Bogor menuju Jakarta.
Insiden bermula ketika mobil BMW yang berada di lajur dua berupaya menyalip Jetour T2 melalui sisi kiri.
“Kendaraan 1 (Jetour) berjalan di bahu kiri, kemudian datang kendaraan 2 (BMW) dari lajur 2 hendak menyalip dari bahu kiri, lanjut menabrak bagian kanan kendaraan 1 yang mengakibatkan kendaraan 1 terpental ke kiri menabrak guardrail dan kemudian terbakar,” jelas Jajuli.
Benturan tersebut menyebabkan Jetour T2 menghantam pembatas jalan sebelum api muncul dan melalap sebagian besar bodi kendaraan. Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi segera melakukan upaya pemadaman guna mencegah api merambat ke area sekitar.
Sorotan Publik dan Ujian Citra Pabrikan
Insiden ini menjadi perhatian publik, terutama di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan SUV dan merek-merek otomotif baru yang masuk ke Indonesia.
Para pengamat menilai, kasus ini dapat menjadi ujian serius bagi Jetour dalam membangun reputasi, khususnya terkait aspek keselamatan kendaraan, layanan purna jual, serta transparansi informasi kepada konsumen.
Di sisi lain, masyarakat dan warganet diimbau untuk tidak membangun opini prematur terkait penyebab kebakaran.
“Kami mengimbau masyarakat untuk memberikan ruang bagi proses investigasi dan merujuk pada informasi yang telah terverifikasi dari pihak terkait serta Jetour Indonesia,” tegas Peter Zhang.
Menanti Hasil Investigasi Resmi
Hingga saat ini, pihak kepolisian dan Jetour Indonesia masih melakukan pendalaman terhadap data teknis kendaraan, kondisi pascakecelakaan, serta kemungkinan faktor lain yang memicu terjadinya kebakaran.
Hasil investigasi tersebut dinilai krusial, tidak hanya bagi kepentingan hukum dan perlindungan konsumen, tetapi juga sebagai referensi penting bagi peningkatan standar keselamatan kendaraan di Indonesia.
Publik kini menanti kejelasan dan transparansi dari seluruh pihak terkait, agar peristiwa ini dapat menjadi pembelajaran bersama dalam membangun ekosistem transportasi yang lebih aman, bertanggung jawab, dan berorientasi pada keselamatan pengguna jalan.
(RML | Redaksi | Mediapatriot.co.id)

