Kapolri “Menyapu” Saham Gorengan: Negara Hadir Lindungi Investor, Jaga Marwah Pasar Modal Indonesia

Rabu | 11 Februari 2026 | Pukul | 08:00 | WIB

Mediapatriot.co.id | Jakarta | Berita Terkini — Negara kembali menegaskan kehadirannya di jantung perekonomian nasional.


Baca Juga: Pemimpin Umum Mediapatriot.co.id Hamdanil Asykar Tegaskan Pentingnya UKW bagi Wartawan


Informasi Iklan / Advertorial Klik redaksi@mediapatriot.co.id

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan peringatan keras kepada para pelaku kejahatan di sektor keuangan, khususnya aktor-aktor yang bermain di wilayah abu-abu manipulasi pasar modal atau yang dikenal luas sebagai praktik saham gorengan.

Dalam rangkaian Rapat Pimpinan (Rapim) Polri Tahun 2026 yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Selasa (10/2/2026), Kapolri menegaskan bahwa Polri kini memantau secara ketat dinamika dan fluktuasi pasar modal Indonesia.

Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen negara dalam melindungi investor serta menjaga iklim investasi agar tetap sehat, berintegritas, dan berkeadilan.

“Kita terus perhatikan dan mengikuti bagaimana fluktuasi pasar modal. Kita terus ikuti siapa yang potensial untuk kemudian kita pantau lebih lanjut,” ujar Jenderal Sigit kepada awak media.

Pernyataan tersebut bukan sekadar peringatan normatif, melainkan sinyal tegas bahwa praktik manipulatif di bursa efek tidak lagi dipandang sebagai pelanggaran ringan.

Kapolri menilai, permainan saham gorengan telah merusak sendi-sendi kepercayaan publik terhadap pasar modal, sekaligus mencederai upaya pemerintah dalam mendorong investasi sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional.

“Khususnya terkait dengan tindakan-tindakan yang arahnya ke permainan saham gorengan, yang tentunya itu tidak bagus,” tegasnya.

Menjaga Pasar, Melindungi Masa Depan

Menurut Kapolri, pengawasan ketat terhadap pasar modal dilakukan demi memastikan bahwa saham-saham dengan fundamental kuat dapat tumbuh secara alami, tanpa tekanan atau distorsi dari spekulan yang bermain curang.

Pasar saham yang sehat, kata dia, adalah cerminan dari tata kelola ekonomi yang beradab dan berorientasi jangka panjang.

“Di satu sisi kita mendorong agar saham-saham fundamental terus bisa terjaga dengan baik. Sehingga kemudian fundamental dari pasar saham juga betul-betul bisa terjaga,” tambahnya.

Kapolri juga menegaskan bahwa Polri tidak bekerja secara serampangan.

Penanganan dugaan tindak pidana di sektor pasar modal akan dilakukan secara profesional melalui unit khusus di bawah jajaran Reserse.

Pendekatan ini memastikan bahwa setiap langkah penegakan hukum dilakukan secara terukur, berbasis data, dan menjunjung tinggi asas kepastian hukum.

“Kalau pengusutan tindak pidana pasar modal, saya kira nanti itu segmen tersendiri ya di Reserse,” jelas mantan Kabareskrim tersebut.

Koordinasi lintas sektor, termasuk dengan otoritas terkait, akan terus diperkuat untuk memetakan potensi pelanggaran hukum di bursa efek.

Langkah ini sekaligus menjadi pesan moral bahwa negara tidak akan membiarkan ruang ekonomi strategis dikuasai oleh kepentingan sempit yang merugikan masyarakat luas.

Rapim Polri 2026: Mengawal Agenda Besar Negara

Selain isu pasar modal, Rapim Polri 2026 juga menjadi forum strategis untuk menegaskan peran Polri dalam mengawal agenda besar pembangunan nasional.

Kapolri menyoroti sejumlah prioritas, mulai dari pengamanan program ketahanan pangan, pengawasan lifting minyak dan gas, hingga antisipasi lonjakan harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan.

Dalam konteks tersebut, Jenderal Sigit menegaskan kesiapan Korps Bhayangkara untuk mengawal dan menyukseskan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2026.

Polri, kata dia, berkomitmen penuh mendukung program prioritas pemerintah, termasuk swasembada pangan, swasembada energi, serta hilirisasi industri nasional.

“Polri memiliki komitmen untuk mendukung dan mengawal penuh program kerja pemerintah, khususnya di bidang swasembada pangan, swasembada energi, hilirisasi, dan program-program prioritas lainnya yang tercatat dalam rencana kerja pemerintah,” ujarnya.

Kapolri juga menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak dapat dilepaskan dari stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Tanpa stabilitas, investasi akan rapuh dan kepercayaan publik akan tergerus.
“Pertumbuhan ekonomi bisa berjalan dengan baik apabila stabilitas kamtibmas tetap terjaga.

Kolaborasi ini menjadi sangat penting agar Indonesia bisa menjadi negara yang berdaulat dan sejahtera,” pungkas Jenderal Sigit.

Peringatan keras Kapolri terhadap praktik saham gorengan menegaskan satu pesan utama: negara tidak tinggal diam.

Pasar modal bukan arena perjudian segelintir orang, melainkan instrumen strategis untuk membangun masa depan bangsa. Dan ketika keadilan ekonomi terancam, hukum akan berdiri di garis depan.

(RML | Redaksi | Mediapatriot.co.id)



Wartawan di lapangan dibekali Kode Sandi untuk membuka DAFTAR WARTAWAN >>>


Tentang Kami

Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang. Kami hadir untuk memberikan akses berita cepat dan akurat.

Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik dan menjunjung tinggi Kode Etik Dewan Pers. Dengan jaringan kontributor di berbagai daerah, kami menghadirkan berita lokal dengan cakupan nasional.

Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.

Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak.


>

Informasi Iklan / Advertorial Klik redaksi@mediapatriot.co.id